BAB 6.pdf

66 downloads 958 Views 453KB Size Report
KIMIA XI SMA. 155. 2. Pengertian Larutan Penyangga. Apa komposisi larutan ini, sehingga mampu mempertahankan harga pH-nya dari pengaruh zat-zat ...

6 LARUTAN PENYANGGA A.

LARUTAN PENYANGGA

B.

HIDROLISIS

DAN HIDROLISIS

Pada bab sebelumnya, kita sudah mempelajari tentang reaksi asam-basa dan titrasi. Jika asam direaksikan dengan basa akan menghasilkan garam dan air, yang disebut reaksi penetralan. Garam adalah campuran antara asam dengan basa dan reaksinya disebut penetralan maka kita cenderung mengatakan bahwa garam bersifat netral. Jika garam bersifat netral, maka pH garam adalah 7, tetapi apakah semua demikian? Perhatikan grafik titrasi asam – basa di bawah ini. 14 13 12 11 10 9 8 7 6

pH

5 4 3 2 1 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Volume NaOH 0,1 M

(Grafik titrasi antara 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1 M)

154

KIMIA XI SMA

Apakah yang dapat kamu simpulkan tentang grafik titrasi asam – basa di atas? Dalam menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita pelajari tentang larutan penyangga dan hidrolisis. Sebelum kita pelajari lebih mendalam tentang larutan penyangga dan hidrolisis terlebih dahulu kita perhatikan peta konsep mengenai larutan penyangga dan hidrolisis.

KESETIMBANGAN DISOSIASI terdapat pada

larutan penyangga

hidrolisis

dibedakan

larutan penyangga asam

larutan penyangga basa

dibedakan

hidrolisis parsial

hidrolisis total

dibedakan

hidrolisis kation

hidrolisis anion

Pete konsep kesetimbangan desosiasi

A. LARUTAN PENYANGGA Tahukah kamu, bahwa buah-buahan dalam kaleng terdapat sistem penyangga? Sistem penyangga yang ada di sini adalah campuran antara Asam sitrat dan Natrium sitrat, yang berfungsi mempertahankan pH agar tidak mudah dirusak oleh bakteri. Apakah larutan penyangga itu?

1. Sifat Larutan Penyangga Larutan penyangga (buffer) disebut juga larutan penahan atau larutan dapar. Disebut penyangga/penahan, karena larutan ini mempunyai sifat dapat menyangga/menahan pH larutan tersebut dari pengaruh penambahan sedikit asam, sedikit basa atau pengenceran. Artinya, bila ke dalam larutan buffer ditambahkan sedikit asam, sedikit basa atau air maka pH larutan tersebut tidak mengalami perubahan yang berarti (dianggap tetap).

KIMIA XI SMA

2. Pengertian Larutan Penyangga Apa komposisi larutan ini, sehingga mampu mempertahankan harga pH-nya dari pengaruh zat-zat tersebut? Berdasarkan komponen penyusunnya, larutan buffer ini dibedakan menjadi dua. a. Buffer Asam Buffer asam adalah larutan yang berisi campuran antara asam lemah dengan basa konjugasinya. Contoh: larutan yang berisi campuran Ingat ! + CH3COOCH3COOH Antara asam dan basa konju+ HCO3H2CO3 gasinya hanya ada selisih satu + H3PO4 ion H+ dalam rumus kimiaH2PO4 nya + H2C2O4 HC O 2

4

asam lemah basa konjugasinya Keterangan: - basa konjugasi ini berasal dari garamnya (garam yang berasal dari asam tersebut dengan suatu basa kuat) Contoh: CH3COO- dapat berasal dari CH3COONa, CH3COOK, (CH3COO)2Ba, (CH3COO)2Sr atau garam asetat lain yang basanya kuat. Atau dengan kata lain, buffer asam ini berisi campuran antara asam lemah dengan garamnya. Contoh: CH3COOH + CH3COONa CH3COOH + CH3COOK H3PO4 + NaH2PO4 NaH2PO4 + Na2HPO4 b. Buffer Basa Buffer basa adalah larutan yang berisi campuran antara basa lemah dengan asam konjugasinya. Contoh: Larutan yang berisi campuran basa lemah NH3 dengan asam konjugasinya yaitu NH4+

155

156

KIMIA XI SMA

-

Keterangan: NH3 dalam air dapat ditulis NH3(aq) atau NH4OH(aq)

-

NH4+ ini berasal dari garamnya (garam yang berasal dari NH4 dengan suatu asam kuat). Jadi NH4+ dapat berasal dari NH4Cl, NH4NO3, (NH4)2SO4, dan sebagainya. Atau dapat dikatakan buffer basa berisi campuran antara basa lemah dengan garamnya. Contoh: NH4OH + NH4Cl NH4OH + (NH4)2SO4 NH4OH + NH4NO3

3. Cara Membuat Larutan Penyangga Larutan penyangga dapat dibuat dengan dua cara, yaitu cara langsung dan cara tidak langsung. Tabel 6.1 Pembuatan buffer Pembuatan buffer 1. Cara langsung

2. Cara tidak langsung (melalui reaksi)

Buffer asam

Buffer basa

- Langsung mencampurkan:

- Langsung mencampurkan:

asam lemah + garamnya

basa lemah + garamnya

Contoh: 10 ml CH3COOH 0,1 M + 20 ml CH3COONa 0,1 M (Volum dan konsentrasi sembarang)

Contoh: 10 ml NH4OH 0,1 M + 25 ml NH4Cl 0,1 M (Volum dan konsentrasi sembarang)

- Dengan cara mereaksikan

- Dengan cara mereaksikan

as. lemah + bs kuat → garam + air

mula2 = reaksi =

MaVa MbVb

Akhir =

(MaVa–MbVb)

MbVb MbVb -

MbVb MbVb

bs. lemah + as. kuat → garam + air MbVb MaVa

MaVa MaVa

-

MaVa

(MbVb–MaVa) MaVa

*

Pada bagian reaksi berlaku = perbandingan koefisien = perbandingan mol

*

Pada reaksi tersebut asam lemah atau basa lemah harus ada yang tersisa.

Contoh soal 6.1 Dicampurkan 20 mL larutan CH3COOH 0,2 M dengan 10 mL larutan Ca(OH)2 0,1 M.

KIMIA XI SMA

Pada akhir reaksi tentukan: a. zat apa yang ada dalam campuran tersebut? b. apakah larutan tersebut termasuk sistem buffer? Jawab: CH3COOH = asam asam ketemu basa maka harus direaksikan Ca(OH)2 = basa

(cara tidak langsung)

2CH3COOH

+

Ca(OH)2 ⎯→(CH3COO)2Ca + 2H2O

mula-mula = 20 . 0,2 = 4 mmol 10 . 0,1 mmol bereaksi = 2 mmol 1 mmol akhir = 2 mmol -

1 mmol 1 mmol

2 mmol 2 mmol

a. Setelah reaksi selesai, zat yang ada dalam larutan adalah: CH3COOH = 2 mmol (CH3COO)2Ca = 1 mmol H2O yang dihasilkan dari reaksi diabaikan, karena jumlahnya sangat sedikit dan bergabung dengan H2O dari pelarut. b. Ya, karena yang terakhir ada dalam larutan zatnya adalah campuran CH3COOH (asam lemah) dengan (CH3COO)2Ca (garamnya) Jadi merupakan pasangan buffer asam Contoh soal 6.2 50 ml larutan NH4OH 0,1 M dicampur dengan 100 ml larutan HCl 0,1 M. Apakah campuran ini merupakan sistem buffer? Jawab: NH4OH + HCl ⎯→ NH4Cl + H2O mula-mula = 5 mmol bereaksi = 5 mmol akhir =0

10 mmol 5 mmol 5 mmol

5 mmol 5 mmol

5 mmol ⇒ campuran asam kuat dan garam nya, jadi bukan buffer

157

158

KIMIA XI SMA

4. pH Larutan Penyangga a. Buffer Asam (campuran asam lemah dengan garamnya) Contoh: campuran CH3COOH + CH3COONa -

Dalam air, kedua senyawa tersebut mengalami ionisasi → H+ + CH COO- (elektrolit lemah, α ≈ 0) I. CH3COOH ← 3 II. CH3COONa → Na+ + CH3COO- (elektrolit kuat, α ≈ 1)

-

Pada reaksi I (asam lemah), mempunyai harga Ka: Ka = [H + ] =

-

[H + ][CH 3 COO − ] [CH 3 COOH] Ka[CH 3 COOH] [CH 3 COO − ]

Dalam campuran ini, ion CH3COO- berasal dari 2 sumber, yaitu CH3COOH (asam) dan CH3COONa (garam) [CH3COO-] = [CH3COO-](asam) + [CH3COO-](garam) Tetapi karena [CH3COO-](asam) jauh lebih kecil dibanding [CH3COO-](garam) maka [CH3COO-](asam) diabaikan sehingga [CH3COO-] = [CH3COO-](garam) = [CH3COONa] = [garam]

-

-

Bila [CH3COO-] = [asam] maka persamaan di atas dapat ditulis: [H + ] = Ka.

[asam] [garam]

[H + ] = Ka.

mol asam / liter asam mol garam/liter garam

Karena baik asam maupun garam berada dalam volum yang sama (yaitu volum campuran) maka volum asam = volum garam dan [H + ] = Ka.

mol asam mol garam

bila volum larutan dalam liter

atau

[H + ] = Ka.

mmol asam mmol garam

bila volum larutan dalam mL

Bila garam mengikat basa konjugasi lebih dari satu, misal (CH3COO)2 Sr maka garam ini akan terionisasi menjadi:

KIMIA XI SMA

(CH3COO)2Sr ⎯→ Sr2+ + 2CH3COO[CH3COO-]

= 2 x [(CH3COO)2Sr] = 2 x [garam] = 2 x mol garam

sehingga: [H + ] = Ka.

mol asam 2 . mol garam

b. Buffer Basa Contoh: Larutan yang berisi campuran NH4OH + NH4Cl. Dalam air, kedua larutan mengalami ionisasi → ΝH + + OH(elektrolit lemah, α ≈ 0) I. NH4OH ← 4 II. NH4Cl → NH4+ + Cl- (elektrolit kuat, α ≈ 1) Pada reaksi I (basa lemah) mempunyai harga Kb [NH 4 + ][OH − ] [NH 4 OH] Kb[NH 4 OH] [OH − ] = [NH 4 + ] Kb =

Dalam campuran, [NH4+] berasal dari NH4OH (jumlahnya sangat kecil, diabaikan) dan dari NH4Cl. Maka [NH4+] = [NH4+] garam = konsentrasi garam NH4Cl = [garam] Bila [NH4OH] = konsentrasi basa = [basa] maka persamaan reaksi di [ basa] − atas menjadi: [OH ] = Kb. [garam] [OH − ] = Kb.

mol basa mol garam

mmol basa − atau [OH ] = Kb. mmol garam

Bila garam mengikat asam konjugasi lebih dari satu misal NH4OH + (NH4)2SO4, maka [OH − ] = Kb.

mol basa 2 x mol garam

159

160

KIMIA XI SMA

Contoh soal 6.3 1. Berapakah pH campuran yang terbuat dari a. 500 ml larutan CH3COOH 0,5 M + 200 ml larutan KOH 0,5 M Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5 b. 250 ml larutan NH4OH 0,1 M + 100 ml larutan HNO3 0,1 M Kb NH4OH = 10-5 c. 100 ml larutan NH4OH 0,2 M + 50 ml larutan H2SO4 0,1 M Kb NH4OH = 10-5 d. 100 ml larutan CH3COOH 0,1 M + 25 ml larutan CH3COONa 0,1 M Ka = 1,8 x 10-5 Jawab: a. CH3COOH + KOH ⎯→ CH3COOK + H2O mula-mula = 250 mmol 100 mmol reaksi = 100 mmol 100 mmol 100 mmol akhir = 150 mmol 100 mmol (campuran asam lemah +garamnya) [H + ] = Ka.

mmol asam mmol garam

= 1, 8 . 10 -5. [H + ] = 2 , 7 . 10 -5

150 100

pH = − log[H + ] = − log 2 , 7 . 10 -5 pH = 5 – log 2, 7 b.

NH4OH

+

mula-mula = 25 mmol reaksi = 10 mmol akhir = 15 mmol mmol basa mmol garam 150 = 10 -5. 100

[OH − ] = Kb.

= 1, 5 . 10 -5

HNO3 10 mmol 10 mmol -

⎯→ NH4NO3 + H2O 10 mmol 10 mmol (campuran basa lemah + garamnya

KIMIA XI SMA

pOH = − log[OH − ] = 5 – log 1, 5 pH = 14 − POH = 14 – ( 5 – log 1, 5) pH = 9 + log 1, 5 c.

2NH4OH mula-mula = 20 mmol reaksi = 10 mmol akhir = 10 mmol [OH − ] = Kb.

+ H2SO4

⎯→ (NH4)SO4 + 2H2O

5 mmol 5 mmol -

5 mmol 5 mmol

10 mmol buffer basa

mmol basa 10 = 10 -5. 2 x mmol garam 2x5

[OH − ] = 10 -5 pOH = 5 ⇒ pH = 14 – 5 = 9 d. CH3COOH + CH3COONa → tidak bereaksi karena sudah merupakan 10 mmol dan 2,5 mmol pasangan buffer mmol asam mmol garam 10 = 1, 8 x 10 -5. 2, 5

[H + ] = Kb.

= 7 , 2 x 10 -5 pH = 5 – log 7 , 2 2. Campuran HCOOH 0,5 M dengan HCOOK 0,4 M mempunyai pH = 4. Jika Ka HCOOH = 2 x 10-4, berapakah perbandingan volum HCOOH dan HCOOK? Jawab: Misal: volum HCOOH = Vb volume HCOOK = Vg pasangan buffer asam pH = 4 [H+] = 10-4 mmol asam mmol garam Ma . Va 10 −4 = 2 x 10 -4. Mg . Vg

[H + ] = Ka.

161

162

KIMIA XI SMA

Mg.Vg = 2 Ma.Va 0, 4 Vg = 2 . 0, 5 Va Va 4 = Vg 10 Jadi, perbandingan volum HCOOH : volum HCOOK = 4 : 10 3. Tersedia larutan NH4OH 0,2 M sebanyak 50 ml. Untuk membuat larutan penyangga dengan pH = 10. Berapakah volum HCl 1 M yang harus ditambahkan ke dalam larutan tersebut? Kb NH4OH = 10-5 Jawab: - Terlebih dahulu perhatikan jenis zat-zat yang ada dalam campuran - Karena yang ada dalam campuran NH4OH (basa) dan HCl (asam) maka asam basa tersebut harus direaksikan. Cantumkan yang diketahui NH4OH + HCl ⎯→ NH4Cl + H2O mula-mula = 10 mmol Va mmol reaksi = Va mmol Va mmol akhir = (10–Va) mmol 1

Va mmol Va mmol

syarat buffer yang kuat harus habis (sebagai pereaksi pembatas) Kb = 10-5 volume asam dimisalkan = Va pH = 10 ⇒ larutan bersifat basa pOH = 14 – 10 = 54 -

[OH-] = 10-4 M Pada akhir reaksi, yang ada campuran NH4OH + NH4Cl (buffer basa) maka rumus yang dipakai mmol basa mmol garam (10 – Va) 10 −4 = 10 -5. Va 10 Va = 10 – Va 11Va = 10 ⇒ Va = 0, 9 mL

[OH − ] = Kb.

Jadi, larutan tersebut harus ditambah HCl 1 M sebanyak 0,9 ml.

KIMIA XI SMA

5. Perbedaan Perubahan pH pada Larutan Penyangga dan Nonpenyangga Seperti telah dijelaskan di depan, bahwa sifat larutan penyangga adalah dapat mempertahankan harga pH dari pengaruh penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran a. Penambahan sedikit asam 1) Penambahan sedikit asam pada larutan nonpenyangga Misal: pada larutan NaCl 0,1 M sebanyak 50 ml, ditambahkan larutan HCl 0,1 M sebanyak 1 ml. Berapakah perubahan pH pada larutan bukan penyangga tersebut? (log 2 = 0,3) - sebelum ditambahkan HCl, pH larutan NaCl = 7 (karena berasal dari asam kuat dan basa kuat maka bersifat netral) - setelah ditambah 1 ml HCl 0,1 M, pH larutan ini = pH larutan HCl [HCl] =

mmol HCl 0,1 ⇒ [HCl] = = 2 . 10 -3 M ml larutan 50 + 1

[H + ] = [HCl] = 2 . 10 -3 M pH = 3 – log 2 = 2 , 7

Jadi perubahan pH yang terjadi = 7 - 2,7 = 4,3 satuan. 2) Penambahan sedikit asam pada larutan penyangga Bila 1 ml HCl 0,1 M tersebut ditambahkan pada larutan penyangga, misal pada larutan yang berisi campuran 25 ml larutan CH3COOH 0,1 M dengan 25 ml larutan CH3COONa 0,1 M. Ka CH3COOH = 10-5. Berapakah perubahan pH pada larutan penyangga ini? - Sebelum ditambahkan HCl mmol asam mmol garam 2, 5 = 10 -5 . = 10 −5 M 2, 5 pH = 5

[H + ] = Ka.

-

Sesudah ditambahkan HCl ion H+ dari HCl ini bereaksi dengan ion CH3COO- yang berasal dari CH3COONa CH3COO-

+

H+

⎯→

CH3COOH

163

164

KIMIA XI SMA

mula-mula = 2,5 mmol reaksi = 0,1 mmol akhir = 2,4 mmol (garam)

0,1 mmol 0,1 mmol 0

2,5 mmol 0,1 mmol 2,6 mmol (asam)

mmol asam mmol garam 2, 6 M = 10 -5 . 2, 4 pH = 5 – log 1, 83 = 4 , 965

[H + ] = ka.

Jadi, perubahan pH yang terjadi = 5 – 4,965 = 0,00024 satuan b. Penambahan sedikit basa 1) Pada larutan NaCl (nonpenyangga) NaCl 0,1 M + NaOH 0,1 M ⎯→ pH = ...? 50 ml 1 ml pH = 7 ( NaOH) =

0, 1 51

= 2.10 −3 pOH = 3 log −3 pH = 14 − ( 3 − log 2) = H + log 2 = 11, 3 Setelah ditambah NaOH ada perubahan pH = 11,30 – 7 = 4,30 satuan 2) Pada larutan penyangga CH3COOH 0,1 M + CH3COONa 0,1 M + NaOH 0,1 M → pH = ...? 25 ml 1 ml 25 ml (Ka = 10-5) pH penyangga sebelum ditambahkan NaOH = 5 Pada penambahan NaOH, terjadi reaksi antara CH3COOH dengan OH- dari NaOH, menurut reaksi CH3COOH + OH- ⎯→ CH3COO- + H2O mula-mula = 2,5 mmol reaksi = 0,1 mmol akhir = 2,4 mmol

0,1 mmol 0,1 mmol 0

2,5 mmol 0,1 mmol 2,6 mmol

KIMIA XI SMA

mmol asam mmol garam 2, 4 = 10 -5 . 2, 6 pH = 5, 0348

[H + ] = ka.

Jadi, ada perubahan pH sebesar 0,0348 satuan c. Pengenceran (penambahan air) Ditinjau dari rumus penyangga [H + ] = Ka.

mol asam mmol basa atau [OH − ] = Kb. mol garam mmol garam

maka penambahan air tidak mempengaruhi besarnya [H+] atau [OH-]. Secara teoretis pH pun tidak berubah. Namun perlu juga diketahui bila penambahan air terlalu berlebihan (pada pengenceran 10 kali atau lebih) dapat menyebabkan garam yang ada terhidrolisis (terurai oleh air) sehingga menjadi berkurang dan sebaliknya asam atau basanya menjadi bertambah. Akibatnya pH-nya juga mengalami perubahan yang cukup besar. Contoh 6.4 100 ml NH4OH 1 M dicampur dengan 100 ml NH4Br 2 M. Kb NH4OH = 10-5. Jika ke dalam campuran ini ditambahkan 800 ml air, tentukan pH campuran sebelum dan sesudah diencerkan! Jawab: a. Sebelum diencerkan NH4OH + NH4Br ⇒ campuran buffer basa, volum = 200 ml 100 ml 1M

100 ml 2M

mmol basa mmol garam 100 = 10 -5 . 200

[OH − ] = kb.

= 5 . 10 -6 pOH = 6 – log 5 pH = 14 – (6 – log 5) pH = 8 + log 5

165

166

KIMIA XI SMA

b. Setelah diencerkan Diencerkan sama dengan ditambah air ⇒ yang berubah hanya volum larutan, sedangkan jumlah mol zat terlarutnya (mol basa dan mol garamnya) tetap. Maka pH larutan pun tetap = 8 + log 5.

6. Fungsi Larutan Penyangga dalam Tubuh Makhluk Hidup dan dalam Kehidupan Sehari-hari a. Dalam tubuh manusia Dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berperan dalam mempertahankan pH, yaitu sebagai berikut. 1) Pasangan asam basa konjugasi dari H2CO3- + HCO- terdapat dalam darah. Pasangan buffer ini dapat bereaksi dengan asam maupun basa sebagai berikut. → HCO - + H O (i) H2CO3(aq) + OH-(aq) ← 3 (aq) 2 (l) + → H CO (ii) HCO3 (aq) + H (aq) ← 2 3(aq) - Bila darah menerima zat yang bersifat basa maka H2CO3 akan berubah menjadi HCO3- (lihat persamaan i). Bersamaan dengan itu untuk mengimbangi pertambahan ion HCO3maka darah mengikat CO2 yang ada dalam paru-paru sehingga berubah menjadi H2CO3 (CO2 bereaksi dengan H2O). -

Sebaliknya bila darah menerima zat yang bersifat asam (hasil metabolisme) maka ion HCO3- akan berubah menjadi H2CO3 (lihat persamaan ii), akibatnya jumlah H2CO3 makin banyak.

H2CO3 ini akan terurai menjadi H2O dan CO2. Kelebihan CO2 ini dikeluarkan melalui paru-paru pada waktu bernapas. Dengan adanya buffer H2CO3- – HCO3- menyebabkan pH darah bertahan antara 7,35 - 7,45. Apabila mekanisme pengaturan pH dalam tubuh gagal (misal sakit) sehingga pH turun sampai di bawah 7 atau naik sampai di atas 7,8 maka dapat menyebabkan kerusakan yang permanen pada organ tubuh, atau bahkan kematian. 2) Pada cairan intrasel dalam tubuh, terdapat sistem penyangga H2PO4- – HPO42-. Sistem ini bereaksi dengan asam maupun basa. → HPO 2- + H O (i) H2PO4-(aq) + OH-(aq) ← 4 (aq) 2 (l)

KIMIA XI SMA

→ H PO (ii) HPO42-(aq) + H+(aq) ← 2 4 (aq) Campuran penyangga ini berperan dalam ekskresi ion H+ pada ginjal. 3) Suatu enzim akan dapat bekerja dengan baik bila berada dalam pH tertentu. Untuk tetap dapat mempertahankan pH ini tentu saja diperlukan adanya suatu sistem penyangga tertentu. Demikian juga, untuk tumbuhnya kultur suatu bakteri diperlukan lingkungan dengan pH tertentu. b. Dalam industri farmasi

Dalam industri farmasi larutan buffer (biasanya digunakan senyawa H3PO4 – H2PO4-) biasa ditambahkan pada waktu pembuatan obat-obatan, dengan tujuan agar zat aktif obat tetap berada pada pH tertentu, meskipun ada pengaruh penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat dan pengenceran. Di samping itu larutan buffer juga diperlukan di bidang fotografi, industri kulit, dan zat warna. Buah-buahan dalam kaleng, perlu ditambahkan asam sitrat dan Natrium sitrat untuk menjaga pH agar tidak mudah dirusak oleh bakteri.

B. HIDROLISIS Seperti telah kita ketahui, reaksi Asam + basa ⎯→ garam + air

disebut reaksi penetralan.

Akan tetapi, apakah setiap senyawa garam bila dilarutkan dalam air selalu menghasilkan larutan yang bersifat netral? Berikut ini adalah perubahan yang terjadi pada kertas lakmus bila dimasukkan dalam larutan garam. Tabel 6.2 Sifat larutan garam Larutan NaCl CH3COONa

Perubahan kertas lakmus Biru Merah

Sifat larutan

biru biru

merah biru

netral basa

NH4Cl

merah

merah

asam

Na2SO4

biru

biru

netral

Na2CO3

biru

biru

basa

merah

merah

asam

biru

merah

netral

NH4F CH3COONH4

167

168

KIMIA XI SMA

Data di atas dapat disimpulkan bahwa larutan garam ada yang bersifat asam, basa, atau netral. Mengapa larutan garam ada yang bersifat asam, basa, atau netral? Dalam menjelaskan sifat larutan garam ini digunakan konsep hidrolisis.

1. Pengertian hidrolisis Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan analisis yang berarti peruraian. Jadi hidrolisis garam adalah peristiwa penguraian garam oleh air menjadi asam dan atau basa pembentuknya. Garam tersusun oleh kation (ion positif) yang berasal dari basa dan anion (ion negatif) yang berasal dari asam. Sebagai elektrolit kuat, garam LA di dalam air terionisasi sempurna, menghasilkan kation L+ dan anion A-. Reaksinya: LA(aq) ⎯→ L+(aq) + A-(aq) Menurut konsep ini, hanya kation dan anion yang lemah saja yang mengalami hidrolisis (bereaksi dengan air) sehingga membentuk asam atau basa penyusun garam tersebut. a. Hidrolisis garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah Misal: CH3COONa Reaksinya: CH3COONa(aq) ⎯→ CH3COO-(aq) + Na+(aq) → CH COOH + OH- ⇒hidrolisis identik CH3COO-(aq) + H2O(l) ← 3 aq) (aq) (anion lemah) (asam) reaksi asam basa Bronsted-Lowry Adanya ion OH- ini menunjukkan bahwa hasil hirolisis garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah menghasilkan larutan yang bersifat basa (pH > 7). b. Hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat Misal: NH4Cl Reaksinya: NH4Cl(aq) ⎯→ NH4+(aq) + Cl-(aq) → NH OH + H+ NH4+(aq) + H2O(l) ← 4 (aq) (kation lemah) Pada hidrolisis garam jenis ini diperoleh larutan yang bersifat asam (ditandai pada zat hasil terdapat ion H+) sehingga larutan ini memiliki pH < 7.

KIMIA XI SMA

c. Hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah dan asam lemah Misal: CH3COONH4 Reaksinya: CH3COONH4(aq) ⎯→ CH3COO-(aq) + NH4+(aq) → CH COOH + OHCH3COO-(aq) + H2O(l) ← 3 aq) (aq) (anion lemah) → NH OH + H+ NH4+(aq) + H2O(l) ← 4 aq) (aq) (kation lemah) (basa) Pada garam yang berasal dari basa lemah dan asam lemah, baik kation maupun anionnya mengalami hidrolisis, sehingga menghaslkan asam dan sekaligus basa pembentuk garam tersebut. Peristiwa hidrolisis seperti ini disebut hidrolisis total atau sempurna. Adapun bila dalam hidrolisisnya hanya diperoleh asam atau basa pembentuk garam tersebut, hidrolisisnya disebut hidrolisis sebagian atau parsial. Bagaimanakah sifat larutan yang dihasilkan dari hidrolisis garam jenis ini? d. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam kuat Misal: NaCl Reaksinya: NaCl(aq) ⎯→ Na+(aq) + Cl-(aq) Baik ion Na+ maupun ion Cl- merupakan kation dan anion kuat, sehingga keduanya tidak bereaksi dengan air (tidak mengalami hidrolisis). Na+(aq) + H2O(l) ⎯→ tidak bereaksi Cl-(aq) + H2O(l) ⎯→ tidak bereaksi Karena tidak dihasilkan ion H+ maupun OH- yang baru, maka berarti konsentrasi ion H+ dan ion OH- tetap sama seperti yang terkandung dalam pelarut (H2O). Dengan demikian larutan ini tetap bersifat netral (pH = 7).

2. Tetapan Hidrolisis (Kh) dan pH Larutan Hasil Hidrolisis Garam Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari garam itu yang mengalami hidrolisis tetapi cukup mampu untuk mengubah harga pH larutan. Sebagai reaksi kesetimbangan reaksi hidrolisis ini juga memiliki tetapan kesetimbangan yang disebut tetapan hidrolisis, yang diberi lambang Kh.

169

170

KIMIA XI SMA

a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah 1) Penentuan rumusan Kh Contoh: Garam NH4Cl NH4Cl(aq) ⎯→ NH4+(aq) + Cl-(aq) ............................. (i) → NH OH( + H+ ............. (ii) NH4+(aq) + H2O(l) ← 4 aq) (aq) Karena H2O yang bereaksi sangat sedikit, maka konsentrasinya dianggap tidak berubah (tetap) [H2O] sebagai bilangan yang tetap disatukan dengan K yang juga suatu tetapan, menjadi [NH 4 OH][H + ] K= [NH 4 + ][H 2 O]

K[H 2 O] = Kh =

[NH 4 OH][H + ] [NH 4 + ]

[NH 4 OH][H + ] [NH 4 + ]

Bila persamaan ini dikalikan dengan Kh =

[OH - ] [OH - ]

[NH 4 OH][H + ][OH - ]

[NH 4 + ][OH - ] [NH 4 OH] 1 Karena = dan [H+ ][OH - ] = Kw + Kb [NH 4 ][OH ]

maka Kh = Kh =

1 .Kw atau Kb

Kw Kb

2) Penentuan rumus [H+] Karena pada garam ini asamnya lebih kuat, maka untuk menentukan harga pH larutan dilakukan dengan cara mencari [H+] sebagai berikut. Dari persamaan (ii) diketahui → NH OH( + H+ NH4+(aq) + H2O(l) ← 4 aq) (aq) Pada kesetimbangan ini besarnya [NH4OH] = [H+] sehingga dapat ditulis:

KIMIA XI SMA

Kh =

[NH 4 OH][H + ] [NH 4 + ]

Kh =

[H + ][H + ] [H + ]2 Kh = atau [NH 4 + ] [NH 4 + ]

+ 2 + maka [H ] = Kh[NH 4 + ] dan [H ] = Kh[NH 4 + ]

Karena [NH4+] berasal dari garam NH4Cl (lihat persamaan (i)) maka [NH4+] = [NH4Cl] = molaritas garam = Mg [H + ] = Kh . Mg

Dan

atau

[H + ] =

Kw . Mg Kb

Untuk garam (NH4)2SO4 dalam air terionisasi menjadi: (NH4)2SO4(aq) ⎯→ 2NH4+(aq) + SO42-(aq) Dari persamaan ini diketahui bahwa: + [NH4+] = 2 [(NH4)2SO4] = 2 Mg. maka [H ] = Kh . 2Mg

[H + ] =

atau

Kw . 2Mg Kb

b. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah 1) Penentuan rumus Kh Contoh: garam CH3COONa CH3COONa(aq) ⎯→ CH3COO-(aq) + Na+(aq) ......................... (i) → CH COOH + OHCH3COO-(aq) + H2O(l) ← 3 (aq) (aq) K=

[CH 3 COOH][OH − ] [CH 3 COO − ][H 2 O]

K[H 2 O] = Kh =

[CH 3 COOH][OH − ] [CH 3 COO − ]

[CH 3 COOH][OH − ] [CH 3 COO − ]

Bila persamaan ini dikalikan dengan

[H + ] [H + ]

171

172

KIMIA XI SMA

Kh =

[CH 3 COOH][OH − ][H + ]

[CH 3 COO − ][H + ] [CH 3 COOH] 1 dan [OH - ][H + ] = Kw Karena = − + [CH 3 COO ][H ] Ka maka Kh =

Kw 1 atau Kh = Ka Ka

Selanjutnya, bagaimana cara menghitung pH larutan ini? Karena pada garam ini basanya lebih kuat maka harus mencari besarnya [OH-] yang ada dalam larutan tersebut. b. Penentuan rumusan [OH-] Perhatikan kembali persamaan: → CH COOH( + OHCH3COO-(aq) + H2O(l) ← 3 aq) (aq) dan Kh =

[CH 3 COOH][OH − ] [CH 3 COO − ]

Pada reaksi hidrolisis ini, mol CH3COOH dan mol OH- yang terjadi adalah ekuivalen maka [CH3COOH] = [OH-], sehingga persamaan di atas dapat ditulis: Kh = Kh =

[OH − ][OH − ] [CH 3 COO − ] [OH − ]2

[CH 3 COO − ]

[OH − ]2 = Kh[CH 3 COO − ] [OH − ] = Kh[CH 3 COO − ] Karena CH3COO- berasal dari CH3COONa (lihat persamaan (i)) maka [CH3COO-] = [CH3COONa] = molaritas garam = Mg Dan

[OH − ] = Kh . Mg

atau [OH − ] =

Kw . Mg Ka

Untuk garam Ca(CH3COO)2 yang mengandung [CH3COO-] = 2 x Mg berlaku: [OH − ] = Kh . 2Mg

atau [OH − ] =

Kw . 2Mg Ka

KIMIA XI SMA

c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah 1) Penentuan rumusan Kh Misal: Garam CH3COONH4. Garam ini dalam air terionisasi menjadi CH3COONH4(aq) ⎯→ CH3COO-(aq) + NH4+(aq) Karena baik kation maupun anionnya lemah maka keduanya mengalami hirolisis. Reaksinya: → CH COOH + NH OH CH3COO-(aq) + NH4+(aq) + H2O(l) ← 3 (aq) 4 (aq) K= K[H 2 O] =

[CH 3 COOH][NH 4 OH]

[CH 3 COO − ][NH 4 + ][H 2 O] [CH 3 COOH][NH 4 OH] [CH 3 COO − ][NH 4 + ]

Bila persamaan ini dikalikan dengan

[H+ ][OH − ] [H+ ][OH − ]

menjadi : Kh =

[CH 3 COOH][NH 4 OH][H+ ][OH − ]

[CH 3 COO − ][NH 4 + ][H+ ][OH − ] [CH 3 COOH] [NH 4 OH] . . [H+ ][OH − ] Kh = − + − + [CH 3 COO ][H ] [NH 4 ][OH ] 1 1 Kh = . . Kw Ka Kb Kh =

Kw Ka . Kb

2) Penentuan rumus [H+] Perhatikan reaksi: → CH COOH + NH OH CH3COO-(aq) + NH4+(aq) + H2O(l) ← 3 (aq) 4 (aq) Kh =

[CH 3 COOH][NH 4 OH]

Kh =

[CH 3 COOH][NH 4 OH][H+ ]2

[CH 3 COO − ][NH 4 + ]

Bila dikalikan

[H+ ]2 [H+ ]2

maka

[CH 3 COO − ][NH 4 + ][H+ ]2

Karena [CH3COOH] = [NH4OH] dan [CH3COO-] = [NH4+] maka:

173

174

KIMIA XI SMA

Kh =

[CH 3 COOH][CH 3 COOH]

[CH 3 COO − ][CH 3 COO − ][H+ ]2 1 . [H+ ]2 Kh = 2 Ka

. [H+ ]2

[H + ]2 = Kh . Ka 2 Kw Kw . Ka 2 = . Ka [H + ]2 = Ka.Kb Kb [H + ] =

Ka . Kw Kb

Dengan demikian besarnya [H+] tidak bergantung pada konsentrasi garam, melainkan hanya bergantung pada harga Ka dan Kb. 1. Bila Ka = Kb maka larutan bersifat netral (pH = 7) 2. Bila Ka > Kb maka larutan bersifat asam (pH < 7) 3. Bila Kb > Ka maka larutan bersifat basa (pH > 7) Tabel 6.3 Rumus pH dari hidrolisis garam No. 1.

Jenis garam Garam dari asam

Hidrolisis tidak terhi-

kuat dan basa kuat drolisis

pH

Rumus [H+]

larutan

atau [OH-]

pH = 7

-

Kh -

(bersifat netral)

2.

Garam dari asam

terhidrolisis

pH < 7

kuat dan basa

sebagian

(bersifat

lemah 3.

Garam dari basa

hidrolisis

pH > 7

kuat dan asam

sebagian

(bersifat

Kh =

Kw Kb

− [OH ] =

Kw Mg Ka

Kh =

Kw Ka

basa)

Garam dari asam

hidrolisis

tergantung

lemah dan basa

total

Ka dan Kb

lemah

Kw Mg Kb

asam)

lemah 4.

+ [H ] =

+ [H ] =

Ka.Kw Kb

Kh =

Kw Ka.Kb

KIMIA XI SMA

Contoh soal 6.5 1. Sebanyak 10,7 gram garam NH4Cl (Mr = 53,5) dilarutkan dalam air hingga volume larutan menjadi 500 ml. a. Tentukan konsentrasi larutan NH4Cl! b. Jika Kb NH4OH = 1 x 10-5 berapa pH larutan garam tersebut? Jawab: a.

gr 1000 x Mr V 10, 7 1000 M= x 53, 5 500 M = 0, 4 M=

Jadi konsentrasi larutan NH4Cl = 0,4 M = 4 . 10-1 M b. NH4Cl adalah garam, yang kuat asamnya, jadi digunakan rumus: [H + ] =

Kw Mg Kb

[H + ] =

10 −14 10

−5

.4.10 −1

= 4.10 −10 = 2.10 −5 pH = − log 2.10 −5 pH = 5 − log 2 2. 100 ml larutan NaOH 0,1 M dicampur dengan 25 ml larutan CH3COOH 0,4 M. (Ka CH3COOH = 10-5) a. Berapa pH larutan masing-masing sebelum dicampur? b. Berapa pH larutan setelah dicampur? Jawab: a. Larutan NaOH 0,1 M [OH-] = b . Mb = 1 x 0,1 = 10-1 pOH = 1 pH = 13 Larutan CH3COOH 0,2 M

175

176

KIMIA XI SMA

[H + ] = Ka . Ma [H + ] = 10 −5 . 4.10 −1 = 2.10 −3 pH = 3 − log 2 = 2 , 699 b. Campuran NaOH (basa) dan CH3COOH (asam) direaksikan dulu ⎯→

CH3COOH +

NaOH

100 ml 0,1 M

25 ml 0,4 M

CH3COONa + H2O

Mula-mula = 10 mmol 10 mmol bereaksi = 10 10 10 Akhir = 10 Karena yang ada dalam larutan hanya garam CH3COONa (yang kuat basanya) maka digunakan rumus: [OH − ] = [H + ] =

Kw . Mg Ka 10 -14 10

−5

. 8.10 −2

= 8, 9.10 −6 pOH = 6 − log 8, 9

mmol garam ml larutan 10 = 100 + 25 = 0, 08

Mg =

pH = 14 – (6 – log 8, 9) pH = 8 + log 8, 9 3. 100 ml larutan (NH4)2SO4 0,1 M, Kh = 10-9 Berapakah pH larutan tersebut? Jawab: (NH4)2SO4 adalah garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, berarti larutan besifat asam maka yang dicari adalah [H+]. Karena tiap molekul garam mengikat 2 ion yang mengalami hidrolisis maka rumus yang digunakan: [H + ] = Kh . 2Mg [H + ] = 10 -9 . 2.10 −1 = 2 .10 −5 1

= 2 2.10 −5

KIMIA XI SMA 1

pH = − log 2 2.10 −5 1

= 5 − log 2 2 1 = 5 − log 2 2 pH = 4 , 85

Latihan Data pH dan volum NaOH yang digunakan jika direaksikan 50 mL CH3COOH 0,1 M dengan NaOH 0,1 M adalah: Volum NaOH yang ditambahkan pH larutan

0

25

48

49

49,8 49,9

50

50,1 50,2

51

2,87 4,74 6,12 6,43 7,34 7,44 8,72 10,0 10,3 11,0

a. Buatlah grafik perubahan pH larutan sebagai fungsi volum larutan NaOH yang ditambahkan dari data di atas! Gunakan milimeter block! b. Dari grafik tersebut, tentukan titik ekuivalennya! c. (i) pada penambahaan volum NaOH sebanyak 25 mL ternyata pH, larutan adalah 4,74 (ii) pada penambahan volum NaOH sebanyak 50 mL, pH larutan adalah 8,72 (iii)pada penambahan volum NaOH sebanyak 51 mL, pH larutan adalah 11,0 Menyataan di atas, berilah penjelasan dengan perhitungan mengapa demikian?

177

178

KIMIA XI SMA

nci u K Ka t a

Larutan penyangga Buffer asam Buffer basa Hidrolisis Tetapan hidrolisis

RANGKUMAN -

-

-

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH bila ditambah sedikit asam basa atau air 2 jenis larutan buffer: larutan buffer asam: campuran antara asam lemah dan basa konjugasi larutan buffer basa: campuran antara basa lemah dan asam konjugasinya * Rumus mencari pH buffer asam [H + ] = Ka.

mol asam mol garam

* Rumus mencari pH buffer basa [OH − ] = Kb. -

-

mol basa mol garam

Hidrolisis: peristiwa penguraian garam oleh air Jenis-jenis hidrolisis: a. Hidrolisis garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah garamnya bersifat basa, garam terhidrolisis sebagian b. Hidrolisis garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, garamnya bersifat asam, garam terhidrolisis sebagian c. Hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah dan asam lemah, sifat garam tergantung harga Ka/Kb garam terhidrolisis total. pH hidrolisis a. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah Kh =

Kw Ka

[OH − ] = Kh.Mg

KIMIA XI SMA

b. Garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat Kh =

Kw Ka

[OH − ] = Kh.Mg c. Garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat Kw Ka.Kb Ka.Kw [H + ] = Kb Kh =

P

ELATIHAN SOAL

I. Pilihlah jawaban yang tepat! 1. Larutan penyangga berisi campuran .... a. asam lemah dengan garam apa saja b. asam lemah dengan basa kuat c. asam kuat garamnya d. basa lemah dengan asam konjugasinya e. basa lemah dengan asam lemah 2. Campuran larutan-larutan berikut yang bukan bersifat buffer adalah .... a. HCOOH + Ba(HCOO)2 b. NaOH + Ba(HCOO)2 c. NH3 + (NH4)2SO4 d. NaH2PO4 + Na2HPO4 e. H3PO4 + NaH2PO4

3. Iika larutan diencerkan menjadi 3 kali volum semula pH larutan tidak berubah. Hal ini terjadi pada larutan yang mengandung .... a. 100 ml CH3COOH 0,1 M + 50 ml NaOH 0,2 M b. 100 ml NH4OH 0,1 M + 100 ml HCl 0,1 M c. 100 ml NH4OH 0,1 M + 100 ml HCl 0,05 M d. 25 ml HCl 0,1 M + 25 ml NaOH 0,1 M e. 25 ml HCl 0,1 M + 10 ml NaOH 0,1 M 4. Suatu larutan yang mengandung 0,1 mol asam asetat (Ka = 10-5) dan 0, 01 mol Natrium asetat mempunyai pH .... a. 2 d. 5 b. 3 e. 6 c. 4

179

180

KIMIA XI SMA

5. Jika 100 ml HCl 0,1 M dicampurkan dengan 200 ml larutan NH3 0,3 M, (Kb = 10-5) pH larutan adalah .... a. 5 - log 5 b. 5 + log 5 c. 9 - log 9 d. 9 + log 5 e. 8 + log 5 6. p gram garam HCOONa (Mr = 68) dicampur dengan 100 ml larutan HCOOH 0,1 M (Ka = 10-6) diperoleh pH = 5. Maka harga p adalah ... gram. a. 0,068 b. 0,68 c. 3,4 d. 6,8 e. 7,2 7. Campuran suatu basa lemah NH3(aq) 1 M dengan larutan garam NH4Cl 1 M mempunyai pH = 10. Jika Kb NH3(aq) = 10-5 maka perbandingan volum kedua larutan yang dicampur adalah .... Volum NH3 (cm3)

Volum NH4Cl (cm3)

a. 100 10 b. 50 10 c. 50 25 d. 25 50 e. 25 25 8. 75 ml NH4OH 0,4 M direaksikan dengan 50 ml H2SO4 0,1 M. 10-5

dan Jika Kb NH4OH = 2 . log 2 = 0,3, maka pH larutan setelah bereaksi adalah .... a. 5,6 d. 9,6 b. 6,3 e. 10,8 c. 8,3

9. 100 ml larutan suatu asam lemah HA (Ka = 10-5) tepat bereaksi dengan 50 ml larutan KOH 0,2 M. Bila ke dalam 500 ml larutan asam ini ditambahkan 1 gram NaOH (Mr = 40) maka pH larutan yang terjadi adalah .... a. 1 d. 4 b. 2 e. 5 c. 3 10. Ke dalam larutan basa lemah LOH ditambahkan padatan garam L2SO4, sehingga konsentrasi LOH menjadi 0,1 M dan konsentrasi L2SO4 0,05 M. Bila Kb = 10-5 maka pH campuran adalah .... a. 5 – log 2 d. 9 + log 2 b. 5 e. 11 c. 9 11. Garam berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah .... a. CH3COOK b. CH3COONH4 c. NH4Cl d. Na2SO4 e. K3PO4 12. Fenolftalin (PP) akan menjadi berwarna merah apabila diteteskan dalam larutan .... a. CH3COOH d. K2CO3 b. NaNO3 e. NH4Cl c. H2SO4 13. Larutan garam yang dapat memerahkan kertas lakmus adalah .... a. CH3COONH4 b. CH3COONa c. AlCl3 d. Na2SO4 e. Ba(NO3)2

KIMIA XI SMA

14. Garam yang dalam air mengalami hidrolisis sempurna adalah .... a. AlCl3 b. Na2CO3 c. (NH4)2S d. CuSO4 e. FeCl3 15. Di antara senyawa-senyawa di bawah ini yang bila dilarutkan dalam air menghasilkan larutan dengan pH lebih dari 7 adalah .... a. Amonium klorida b. Kalium nitrat c. Natrium asetat d. Amonium asetat e. Aluminium sulfat 16. Jika Ka CH3COOH = 2 x 10-5 dan Kb NH4OH = 2 x 10-5, maka pH larutan CH3COONH4 0,02 M adalah .... a. 5,5 d. 8,5 b. 6,5 e. 10 c. 7 17. Dari campuran larutan di bawah ini yang menghasilkan garam terhidrolisis sebagian dan larutannya bersifat basa adalah ....

a. 50 ml 0,5 M HCl + 50 ml 0,5 M NaOH b. 50 ml 0,5 M HCl + 50 ml 0,5 M NH4OH c. 50 ml 0,5 MHCl + 100 ml 0,5 M NH4OH d. 50 ml 0,5 M CH3COOH + 50 ml 0,5 M NH4OH e. 50 ml 0,5 M CH3COOH + 50 ml 0,5 M NaOH 18. Larutan NH4OH 0,1 M mempunyai pH = 11. pH larutan NH4Cl 0,1 M adalah .... a. 3 d. 9 b. 5 e. 11 c. 7 19. Jika diketahui Ka CH3COOH = pH larutan 1 x 10-5. Ca(CH3COO)2 0,1 M adalah .... a. 5 - log 1,4 d. 9 b. 5 e. 9 + log 1,4 c. 9 - log 1,4 20. Agar diperoleh larutan dengan pH = 9 maka massa CH3COONa (Mr = 82) yang harus dilarutkan dalam 10 ml air adalah .... (Ka = 10-5) a. 0,08 d. 4,1 b. 0,82 e. 8,2 c. 2,05

II. Jawabah pertanyaan di bawah ini! 1. Apakah yang dimaksud larutan penyangga? Sebutkan 2 jenis larutan penyangga, masing-masing dengan 3 contoh! 2. Hitunglah pH dari 1 liter larutan yang mengandung 50 mmol CH3COOH dengan 5 mmol CH3COONa! (Ka CH3COOH = 1 x 10-5). Apabila ke dalam larutan ini ditambahkan lagi 1 liter air, berapakah pH larutan yang sekarang?

181

182

KIMIA XI SMA

3. 200 ml larutan CH3COOH 0,2 M dicampur dengan 100 ml larutan NaOH 0,1 M. Tentukan pH larutan itu sebelum dan sesudah dicampurkan! (Ka CH3COOH = 1 x 10-5) 4. Berapa ml larutan CH3COOH 0,1 M harus ditambahkan ke dalam 200 ml larutan CH3COOK 0,1 M untuk membuat larutan dengan pH = 5? (Ka CH3COOH = 1 x 10-5) 5. Berapa ml larutan NaOH 0,1 M dan larutan CH3COOH 0,1 M masingmasing diperlukan untuk membuat 120 ml larutan penyangga dengan pH = 5? (Ka CH3COOH = 1 x 10-5) 6. Manakah garam di bawah ini yang terhidrolisis sempurna, yang terhidrolisis sebagian, dan yang tidak terhidrolisis dalam air? a. Perak nitrat b. Natrium karbonat c. Amonium sulfida d. Barium klorida 7. Sebutkan sifat laruutan (asam, basa, atau netral) berikut a. Amonium bromida b. Barium klorida c. Aluminium sulfat d. Kalium asetat 8. Bila Ka HCN = 5 x 10-6, berapakah tetapan hidrolisis dari larutan NaCN? (Kw = 10-14) 9. Bila Kb NH4OH = 1,8 x 10-5 berapakah pH larutan NH4Cl 0,04 M? 10. 250 ml larutan HF 0,3 M direaksikan dengan 150 ml larutan KOH 0,5 M. Jika Ka HF = 10-3, berapa pH campuran tersebut?