BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat ...

13 downloads 221 Views 92KB Size Report
lembar observasi guru. Lembar observasi ini digunakan untuk mengukur atau menilai proses belajar, yaitu tingkah laku siswa pada saat pembelajaran dan ...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Adisana, karena lokasinya tergolong desa yang mayoritas siswanya bertempat tinggal di daerah pegunungan. Dan dilaksanakan pada siswa kelas V karena siswa kelas V merupakan kelas yang jumlah siswanya sangat banyak. Sehingga penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa besar minat dan prestasi belajar matematika dengan latar belakang tempat tinggal yang masih termasuk di daerah pedesaan dan jumlah siswa dalam satu kelas yang banyak. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus I dilaksanakan pada tanggal 21 dan 23 Juli 2010 sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 28 dan 30 Juli 2010. 3. Jenis Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 3 Adisana Kebasen Banyumas, alasanya adalah berdasarkan wawancara dengan guru kelas V diperoleh hasil siswa memiliki minat belajar yang rendah. Indikator kurang minat belajar ini antara lain siswa kurang memperhatikan guru saat mata pelajaran matematika, siswa terkadang tidak mengerjakan tugas PR (pekerjaan rumah) yang berdampak pada rendahnya nilai ulangan harian dan nilai ulangan semester. B. Subyek Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Adisana, dengan jumlah siswa 44 siswa. Siswa laki-laki berjumlah 22 siswa dan siswa perempuan berjumlah 22 siswa. Penentuan subyek atas dasar bahwa minat belajar untuk mata pelajaran matematika rendah.

C. Instrumen Penelitian Menurut Arikunto (2006:149) Instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih cermat sehingga lebih mudah diolah. Untuk beberapa metode digunakan instrumen sebagai berikut : •

Instrumen untuk metode tes adalah tes atau soal tes



Instrumen untuk metode angket adalah angket.



Intrumen untuk metode observasi adalah chek list. Agar diperoleh data yang akurat digunakanlah instrumen pengumpulan data sebagai

berikut : 1.Lembar observasi. Lembar observasi ini terdiri dari dua macam yaitu lembar observasi siswa dan lembar observasi guru. Lembar observasi ini digunakan untuk mengukur atau menilai proses belajar, yaitu tingkah laku siswa pada saat pembelajaran dan tingkah laku guru pada waktu mengajar. Pengisian lembar observasi ini dilakukan dengan cara memberikan tanda cek (√) pada kolom jawaban lembar observasi guru sedangkan untuk lembar observasi siswa dengan memberikan skor. Adapun kisi-kisi intrumen obervasi aktivitas siswa dan guru adalah sebagai berikut:

Tabel. 3.1. Kisi-kisi observasi aktivitas guru No

Aspek yang di nilai

1

Kegiatan Pra Pembelajaran

2

Kegiatan Inti Pembelajaran A. B. C. D.

3

Penguasaan materi pelajaran Pendekatan / strategi pembelajaran Pemanfaatan sumber belajar / media pembelajaran Pembelajaran yang memasu dan memelihara keterlibatan siswa E. Penilaian proses dan hasil belajar F. Penggunaan bahasa Penutup

Adapun hal yang diamati pada aktifitas siswa sebagai berikut : Tabel 3.2. Observasi aktifitas siswa No

Aktivitas siswa

Keterangan

1

Kesiapan siswa dalam mengikuti Pengamatan

2 3

pelajaran secara langsung dimana Siswa memperhatikan penjelasan Respon atas penjelasan atau setiap siswa melakukan

4 5

aktivitas siswa. Dan pertanyaan guru. Keaktifan siswa dalam kelompok Menyimpulkan meteri yang telah pengamat memberikan dipelajari

skor

pada

dilakukan

lembar

observasi. 1. Soal tes Soal tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Tes yang dibuat merupakan pertanyaan-pertanyaan singkat dan siswa menjawab dengan jawaban yang benar. Soal yang dibuat disusun berdasarkan indikator pada tiap siklus.

Tabel 3.3. Kisi-kisi soal No 1

Indikator Menggunakan sifat komutatif, asosiatif

Siklus

Jumlah soal

I

10

II

10

dan distributif dalam perhitungan 2

Membulatkan

bilangan-bilangan

dalam

satuan, puluhan serta ratusan terdekat. Menaksir hasil operasi hitung (menjumlah, mengurang, mengali dan membagi)

2. Angket minat siswa. Angket merupakan pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa tentang ha-hal yang ingin diketahui oleh peneliti. Angket yang digunakan adalah jenis angket tertutup, dimana sudah disediakan jawaban sehingga siswa hanya memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan diri masing-masing siswa. Sedangkan kisi-kisi angket minat belajar adalah sebagai berikut : Tabel 3.4: Kisi-kisi instrumen minat belajar No

Indikator

No item angket

1

Rasa suka

1, 2

2

Ketertarikan

3, 4

3

Memusatan Perhatian

5, 6,

4

Keaktifan siswa

7 ,8

5

Rasa percaya diri siswa

9, 10

Keterangan : Nomor yang bergaris bawah merupakan pertanyaan negatif. Nomor yang tidak bergaris bawah merupakan pertanyaan positif.

D. Teknik Pengumpulan Data. Adapun untuk teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunalan lembar observasi guru dan siswa, tes dan angket minat siswa 1. Lembar observasi aktivitas guru. Dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, yang mempunyai tujuan untuk memantau guru serta mengukur kualitas proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga hasilnya akan tampak kekurangan dan kelebihan guru dalam menerapkan rencana pembalajaran yang telah dibuat. Adapun yang diamati dalam lembar observasi guru ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menunjang minat dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan metode eksperimen. 2. Lembar observasi aktivitas siswa. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi siswa. Lembar observasi aktivitas siswa ini digunakan untuk memperoleh informasi bagaimana sikap siswa selama kegiatan belajar. 3. Soal Tes. Tes ini dilakukan untuk mengerahui tingkat keberhasilan siswa pada proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya tes yang digunakan adalah tes dalam bentuk isian singkat. Dimana siswa disajikan pertanyaan singkat kemudian siswa mengisi dengan jawaban yang tepat.

4. Angket Minat. Teknik pengumpulan data pada penilaian data pada penelitian ini adalah angket tertutup dengan disediakan lima alternatif jawaban. Alternatif jawaban

yang telah

tersedia adalah selalu, sering, kadang-kadang, jarang dan tidak pernah. Siswa diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan masing-masing. Angket ini digunakan untuk mengetahui minat belajar matematika siswa.

E. Analisis Data 1. Analisis Data Hasil Observasi Aktifitas Guru. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif adapun kriteria penilaian guru sebagai berikut : Keterangan skala penilaian : 1 = sangat tidak baik.

3 = kurang baik.

2 = tidak baik.

4 = baik.

5 = sangat baik.

Sedangkan nilai aktifitas guru diperoleh dari nilai rata-rata aktifitas guru pada pertemuan I dan II. Rata-rata =

SkorPertem uanI + SkorPertem uanII 2

Kriteria penskoran : 1

≤ skor rata – rata < 1,80 kinerja guru sangat tidak baik.

1,80 ≤ skor rata – rata < 2,6 kinerja guru tidak baik. 2,6 ≤ skor rata – rata < 3,4 kinerja guru kurangbaik. 3, 4 ≤ skor rata – rata < 4,2 kinerja guru baik. 4,2 ≤ skor rata-rata ≤ 5 kinerja guru sangat baik 2. Analisis Data Hasil Observasi Aktifitas Siswa. Data aktifitas siswa menngunakan rumus : Skor rata-rata =

Frekuensi N

N : jumlah seluruh siswa

Kriteria : 1

≤ skor rata – rata < 1,80 siswa sangat tidak aktif.

1,80 ≤ skor rata – rata < 2,6 siswa tidak aktif. 2,6 ≤ skor rata – rata < 3,4 siswa kurang aktif. 3, 4 ≤ skor rata – rata < 4,2 siswa aktif. 4,2 ≤ skor rata-rata ≤ 5 siswa sangat aktif. 3. Analisis Data Tes Siswa. Data tes dengan menggunakan nilai kemudian di analisis dengan skor peningkatan dan sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) kelas V di Sekolah Dasar Negeri 3 Adisana yaitu 60. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai adalah Nilai = Jumlah soal benar x 10 Sedangkan rumus yang digunakan untuk menghitung persentase ketuntasan belajar siswa adalah :

Persentase ketuntasan belajar (%) =

JumlahSisw aTuntas x100% JumlahSelu ruhSiswa

4. Analisis Data Minat Siswa. Penskoran untuk angket minat adalah sebagai berikut : Angket minat terdiri dari 10 butir soal dengan lima alternatif jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, jarang, tidak pernah. Skor jawaban untuk masing-masing pertanyaan adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3. Tabel skor jawaban minat siswa. Skor Jawaban

Sel

S

Kk

J

TP

Pertanyaan +

5

4

3

2

1

Pertanyaan -

1

2

3

4

5

Prosedur penskoran Untuk menghitung skor angket dari masing-masing siswa digunakan rumus, ∑

=

jumlahskor jumlahitemangket

Sedangkan rumus yang digunakan untuk menghitung skor rata-rata minat siswa adalah Skor rata-rata =

∑x N

∑ x : jumlah skor yang diperoleh oleh masing-masing siswa N : jumlah seluruh siswa

(Arikunto, 1999:264)

Kriteria : 1

≤ skor rata – rata < 1,80 siswa sangat tidak minat.

1,80 ≤ skor rata – rata < 2,6 siswa tidak minat. 2,6 ≤ skor rata – rata < 3,4 siswa kurang minat. 3, 4 ≤ skor rata – rata < 4,2 siswa minat. 4,2 ≤ skor rata-rata ≤ 5 siswa sangat minat.

F. Prosedur Penelitian Penelitian akan dilaksanakan dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Desain untuk tiap siklus adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan. Pada perencanaan peneliti melakukan tindakan : a. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. b. Menyusun instrumen penelitian berupa lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Lembar observasi aktivitas guru digunakan untuk mengukur proses belajar mengajar di kelas sedangkan lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengobservasi aktivitas siswa dalam pembelajaran c. Menyusun angket minat siswa. d. Menyusun alat evaluasi belajar dan pedoman penilainnya.

2. Pelaksanaan Tindakan.

Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah di buat dan disesuaikan dengan metodel pembelajaran eksperimen. Pada akhir pelajaran di adakan evaluasi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Adapun pelaksanaan tindakan pembelajaran digambarkan sebagai berikut : Tabel 3.4. Tabel aktifitas guru dan siswa Kegiatan Guru

Kegiatan siswa

3. Kegiatan Awal 1.

Guru menyampaikan tujuan

1. Siswa

pembelajaran 2.

penjelasan guru.

Guru mengintruksikan metode pembelajaran

mendengarkan

yang

2. Siswa

akan

mendengarkan

penjelasan guru.

digunakan. 3.

Guru menyampaikan apersepsi

3. Siswa

mendengarkan

menjelasan guru. 4. Kegiatan Inti. 1.

Siswa berkumpul dalam

a. Membagi siswa dalam beberapa kelompok masing-masing kelompok. 2. b. Meminta

siswa

Siswa

menyiapkan

menyiapkan peralatan

yang

peralatan. digunakaan. 3. c. Guru

menjelaskan

Siswa guru

langkah

untuk

memperhatikan

langkahdan

melakukan langkah-langkah

mencatat

percobaan tahap demi tahap sampai siswa memahami.

melakukan percobaan 4.

d. Memberikan permasalahan.

Siswa

menanggapi

permasalahan

yang

diberikna guru. 5. e. Guru membimbing kelompok

Siswa berlatih bertanya pada

dalam bekerja dan belajar

guru

mengalami

apabila kesulitan

dalam

mempelajari

materi. f. Meminta

perwakilan

tiap

6.

Siswa maju ke depan

kelompok menyampaikan hasil

untuk

diskusi.

hasil diskusi.

g. Membantu

siswa

menyimpulkan hasil diskusi.

7.

Siswa

menyampaikan

menyimpulkan

hasil diskusi.

5. Kegiatan Akhir Guru memberikan tugas rumah dan

Siswa mencatatat tugas rumah dan memperhatikan pesan yang

menyampaikan pesan belajar.

disampaikan guru

3. Observasi dan evaluasi. Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kemudian hasil pengamatan tersebut dicatatat pada lembar aktivitas guru dan aktivitas siswa.

Sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengetahui kinerja guru dan minat serta hasil pembelajaran siswa selama proses pembelajaran dalam satu siklus. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan refleksi.

4. Refleksi. Semua tahap hasil observasi dan evaluasi yang telah dianalisis oleh peneliti, kemudian guru merefleksi diri terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. G. Indikator Keberhasilan Dengan tindakan-tindakan yang dilakukan, oleh guru dan siswa. Maka indikator atau ukuran keberhasilan adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan minat belajar terhadap matematika pada tiap siklus mengalami peningkatan yaitu siswa berada pada kriteria siswa sangat minat. 2. Apabila 85 % siswa telah mencapai ketuntasan belajar, dengan KKM yang di tetapkan adalah 60.