Chapter I.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

5 downloads 128 Views 443KB Size Report
gangguan mental, ide-ide yang salah dan ketakutan-ketakutan dengan seks. ... Australia dalam dua dekade belakangan, tampak semakin banyak gadis remaja.

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Remaja diidentifikasikan sebagai masa peralihan antara anak-anak ke

masa dewasa atau masa usia belasan tahun yang menunjukkan tingkah laku tertentu seperti susah diatur, perasaannya mudah terangsang dan sebagainya. Remaja juga senantiasa memiliki karakter rasa ingin tahu yang besar dan kemandirian, karakter ini mendorong remaja menjadi lebih dewasa. Akan tetapi jika karakter ini tidak dijaga dan difasilitasi akan membawanya pada pengetahuan yang sebenarnya secara emosional belum diterimanya. (Sarwono, 2006). Meningkatnya rasa keingintahuan dan rasa penasaran yang besar pada remaja membuat minat remaja itu sendiri terhadap masalah seksual meningkat sehingga remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari informasi yang diperoleh hanya sedikit informasi yang disampaikan oleh orang tua selebihnya mereka peroleh sendiri dari film-film porno, buku tentang seks dan internet. (Dianawati, 2003). Namun

pesatnya

arus

informasi,

akibat

kemajuan

teknologi

kecenderungan mengadopsi informasi yang diterima, tidak memiliki dasar informasi yang signifikan dari sumber yang lebih dapat dipercaya. Informasi seks yang tidak sehat atau tidak sesuai dengan perkembangan usia remaja ini mengakibatkan remaja terlibat dalam kasus-kasus berupa konflik-konflik dan gangguan mental, ide-ide yang salah dan ketakutan-ketakutan dengan seks. (Budi Rajab, 2007)

Universitas Sumatera Utara

Penelitian yang dilakukan di Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia dalam dua dekade belakangan, tampak semakin banyak gadis remaja aktif secara seksual dan berhubungan kelamin pada usia lebih dini. Penelitian terbaru menunjukan, sekitar 17% gadis remaja berhubungan kelamin sebelum usia 16 tahun dan ketika mencapai usia 19 tahun, tiga perempat gadis remaja pernah sekurang-kurangnya satu kali berhubungan kelamin. Meskipun semakin banyak gadis remaja pernah berhubungan kelamin, sebenarnya mereka tidak sebebas yang diduga oleh generasi lebih tua. Umumnya mereka hanya sesekali berhubungan kelamin, dan biasanya hanya dengan satu pasangan. (Derek, 1997). Penelitian di Bali menunjukan, remaja laki-laki di desa dan di kota yang berhubungan seksual sebelum menikah masing-masing 32,6% dan 33,5% dan penelitian di tahun 1980-an tentang perilaku seksual remaja, seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Menado, menunjukan sebagian remaja telah melakukan hubungan seksual.(Kompas, 2007) Penelitian yang lain dilakukan oleh sahabat remaja tentang perilaku seksual di empat kota menunjukan bahwa 3,6% remaja di kota Medan, 8,5% remaja di kota Yogyakarta, 3,4% di kota Surabaya serta 31,1% remaja di kota Kupang telah terlibat hubungan seks secara aktif. (Budi Rajab, 2007) Kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar tentang seks yang sehat dan bertanggung jawab adalah salah satu penyebab yang mendasari terjadinya perilaku yang salah terhadap seks. Hasil penelitian menunjukan 52,67% responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi tidak memadai, karena sumber pengetahuan mereka hanya dari teman. Sedangkan sebanyak 72,77% memiliki pengetahuan memadai mengenai cara penularan IMS terutama HIV/AIDS. (Budi Rajab, 2007).

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual di SMA Mayjend Sutoyo SM Medan.

1.2

Tujuan Penelitian

1.2.1

Tujuan Umum Untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang perilaku seksual di SMA Mayjend Sutoyo SM Medan.

1.2.2

Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang perilaku seksual di SMA Mayjend Sutoyo SM Medan. 2. Untuk mengetahui sikap remaja tentang perilaku seksual di SMA Mayjend Sutoyo SM Medan.

1.3

Pertanyaan Penelitian

1.3.1

Bagaimana pengetahuan remaja tentang perilaku seksual di SMA Mayjend Sutoyo SM Medan

1.3.2

Bagaimana sikap remaja tentang perilaku seksual di SMA Mayjend Sutoyo SM Medan

1.4

Manfaat Penelitian

1.4.1

Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan suatu pengalaman yang berharga dan dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti dalam melakukan penelitian.

Universitas Sumatera Utara

1.4.2

Bagi remaja di wilayah penelitian Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat, khususnya bagi remaja agar dapat mengantisipasi perilaku seksual yang tidak baik.

1.4.3

Bagi Institusi Sebagai masukan bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian, khususnya mengenai pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual.

Universitas Sumatera Utara

Suggest Documents