SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA BMT ...

91 downloads 935 Views 5MB Size Report
2 Apr 2013 ... MUHAMMAD IBNU NAUFAL, Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada. BMT BINTARO. ..... 2.4.11 Jurnal Khusus Penerimaan. Kas.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA BMT BINTARO

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh : MUHAMMAD IBNU NAUFAL 106093003113

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011 M/1431 H PENGESAHAN UJIAN

B-1

B-2

B-3

PERNYATAAN

B-4

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, 28 juni 2011

Muhammad Ibnu Naufal 106093003113

B-5

ABSTRAK

MUHAMMAD IBNU NAUFAL, Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada BMT BINTARO. Di bawah bimbingan SYOPIANSYAH JAYA PUTRA dan NURAENI HIDAYAH. Kegiatan pencatatan penerimaan kas dan membuatkan laporan penerimaan kas merupakan kegiatan penting bagi BMT Bintaro untuk menunjang proses bisnis kedepannya, mengingat BMT Bintaro tersebut baru berdiri sekitar 15 bulan yang bergerak dalam sektor koperasi syariah. Dalam hal ini BMT Bintaro selalu berusaha meningkatkan kwalitas, yaitu dari segi pencatatan penerimaan kas agar keadaan atau posisi keuangan yang dimiliki perusahaan dapat diketahui dengan jelas. Keluhan karyawan dalam melaksanakan tuntutan manajer BMT Bintaro untuk melakukan proses pencatatan penerimaan kas dengan cepat, tepat dan akurat sedangkan system yang digunakan masih manual dan tidak memiliki database yang update sehingga dalam proses pengerjaannya memakan waktu yang tidak sedikit, hal ini tentu sangat bertentangan dengan tuntunan tersebut. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan diatas maka diperlukan suatu sistem yang dapat dengan mudah digunakan. Sistem informasi penerimaan kas menawarkan kemudahan dalam melakukan pencatatan penerimaan kas serta pembuatan laporan penerimaan kas sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, seperti laporan penerimaan kas per pelanggan dan per periode. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pendekatan pengembangan sistem menggunakan model Waterfall Strategy Sequential (strategi air terjun beraturan) dengan Flowchart, DFD (Data Flow Diagram), ERD (Entity Relationship Diagram), STD (State Transition Diagram) sebagai alat untuk perancangan, serta PHP dan MySQL sebagai alat pengkodean komputer. Dari penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi akutansi penerimaan kas untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan proses pengelolaan kas.

Kata Kunci: Akuntansi, penerimaan Kas, Waterfall Strategy Sequential (strategi air terjun beraturan), Flowchart, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, State Transition Diagram, PHP dan MySQL. V Bab + xxvii Halaman + 118 Halaman + 42 Gambar + 24 Tabel + 5 Simbol + Daftar Pustaka + 3 Lampiran. Daftar Pustaka: 12 (2000 - 2010)

B-6

B-7

KATA PENGANTAR Pertama dan utama, penulis ingin menyampaikan Puji syukur kehadirat Allah Subhana wata‟la Pemilik kehidupan ini yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah kepada hamba-Nya. Semoga sholawat dan salam selalu terlimpah pada Nabi Muhammad Sholallahu‟alaihi wassalam. Karena hanya atas berkat dan rahmat-Nya kegiatan praktek kerja lapangan ini dapat diselesaikan dengan baik, dengan mengambil judul ” Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada BMT Bintaro” Pada kesempatan ini penulis juga hendak mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan, bimbingan, bantuan kepada saya selama melakukan Penulisan Skripsi dan proses penyelesaian laporan Tugas Akhir ini. Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak. DR. Syopiansyah, M.Sis selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dan Dosen Pembimbing I. 2. Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSI selaku Ketua Program Studi Jurusan Sistem Informasi dan Selaku atas arahan, masukan, kesabaran dan meluangkan waktu dalam dalam membimbing skripsi. 3. kepada Pihak dan staff

BMT Bintaro , yang telah memberikan

kesempatan penulis untuk dapat melakukan penelitian. 4. Kepada orang tuaku yang selalu membantu lahir dan batin. Dan tak pernah lelah menyemangati hidupku. I LOVE U MOM n DAD…..

B-8

5. Kepada kakakku Jafar Aly Barsyan beserta adikku Qurrotul Aini dan zacky Al Maliky yang telah banyak membantu memberikan motivasi. Thanks my bro and sist 6. Kepada Sahabat Kustan Setiawan,Sukma adiatma,Sidiq Permana terima kasih

atas masukkan dan bantuan dalam hal Teori Akuntansi

,Pemrograman.Databases. 7. sahabat2xSATURATE(Conan,Wahyu,Moro,Jose,Jakjhon,firman.)terimak asih atas waktunya ,motivasinya. 8. Sahabat-sahabati kelas Sistem Informasi C angkatan 2006 seperjuangan (U-CAN-C)(ariel,Ridho,aniez,ali,irwan,okky) yang selalu membantu saat pengerjaan Skripsi sampai pada saat penulisan ini.Serta SIBIS GARIS KERAS

(chevot,e-

q,afif,beus)SIBISANGEL(ovi,zya,ratih,uyuy)yangselalu menghibur dan membuat tawa. Pada kesempatan ini saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan menyadari bahwa karya ini belumlah sempurna, maka saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dan pihak lain untuk penulisan laporan selanjutnya yang lebih baik. Akhir kata saya berharap agar laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Amien. Jakarta, 28 JUNI 2011 Muhammad Ibnu Naufal B-9

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................

i

LEMBAR PENGESAHAN ……………………………………………....

ii

ABSTRAKSI ...............................................................................................

iii

KATA PENGANTAR ..................................................................................

iv

DAFTAR ISI ...............................................................................................

vi

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................

xi

DAFTAR TABEL .......................................................................................

xii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................

xiii

DAFTAR SIMBOL .....................................................................................

xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang

…………………………………………………………… 1.2.

Rumusan Masalah

……………………………………………………….. 1.3.

5

Metodologi Penelitian

…………………………………………………… 1.6.

4

Tujuan dan Manfaat Penulisan

………………………………………….. 1.5.

4

Batasan Masalah

………………………………………………………… 1.4.

1

Sistematika Penulisan ………………………………………………… B-10

6 8

BAB II LANDASAN TEORI 2.1

Sistem

………………………………………………................................ 2.1.1

Pengertian Sistem

………………………………………………... 2.1.2

2.2.1

2.2.2

12

Pengertian informasi

……………………………………………..

12

Kualitas

informasi………………………………………………...

13

Sistem informasi

…………………………………………….................... 2.3.1

2.3.2

14

pengertian sistem

informasi……………………………………….

2.4

11

Informasi

………………………………………………………................

2.3.

10

ciri ciri sistem

………………………………………………........ 2.2

10

14

komponen sistem informasi

……………………………………...

15

Sistem Informasi Akuntansi……………...............................................

16

2.4.1

Pengertian akuntansi

…………………………………………….. 2.4.2

Bagan Akun dan

Jurnal...................……………………………. 2.4.3

17

Pengertian Sistem Informasi

Akutansi…………………………... 2.4.4

16

Fungsi Sistem Informasi

Akutansi.................................................. 19

B-11

19

2.4.5

Pengertian Perancangan

Sistem...................................................... 20 2.4.6

Pengertian

Kas................................................................................ 20 2.4.7

Pengertian Sistem Informasi Penerimaan

Kas................................. 20 2.4.8

Pengertian Sistem Informasi Penerimaan Kas pada

BMT............... 21 2.4.9

Cara Penerimaan

Kas...................................................................... 21 2.4.10

Dokumen dan Catatan................................................................

..... 22 2.4.11

Jurnal Khusus Penerimaan

Kas........................................................ 24 2.4.12

Buku Besar Penerimaan

Kas........................................................... 25 2.4.13

Pengertian

BMT............................................................................... 25 2.5

Metode Pendekatan perancagan

aplikasi…………………………………... 2.5.1

Event

list………………………………………………………….. 2.5.2

26

Flowmap

…………………………………………………………. 2.5.3

26

26

Diagram konteks

………………………………………………… 2.5.4

DFD …………………………………......................................

2.5.5

Kamus

Data………………………………………......................

B-12

28 28

29

2.6

Basis

Data.........................................................................................................30 2.7

Model Dalam Desain basis

Data.......................................................................31 2.7.1

Teknik

Normalisasi...........................................................................31 2.7.2

Bentuk-bentuk

normalisasi...............................................................34 2.7.3

Teknik Entity

Relationship(ER).......................................................34 2.7.4

Spesifikasi

Proses.............................................................................36 2.8

Methodologi

Penelitian....................................................................................37 2.8.1

Metode Pengumpulan

Data...............................................................37 2.8.2

Metode Pengembangan

Sistem.........................................................39 2.9 PHP.......................................................................................................... ....40

B-13

2.10 MySQL..................................................................................................... ...42 2.11

Microsoft Visio

2003...................................................................................42 2.12

Pengujian

(Testing)......................................................................................43 2.13

Studi Literatur

Sejenis.................................................................................44

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Pengumpulan Data .......................................................................................................................... .....46 3.2. Metode Pengembangan Sistem .................................................... .......................49

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. System Initiation .......................................................................................................................... ......53

B-14

4.1.1. Gambaran Umum BMT Bintaro .............................................................................................................. ......53 4.2. System Analysis .......................................................................................................................... ......56 4.2.1. SIA Penerimaan Kas Yang Berjalan ….....................56 4.2.2. Analisis Sistem ….....................57 4.2.3. Entitas yang terlibat ….....................58 4.2.4. Event List ….....................59 4.2.5. Dokumen Flowchart / Flowmap ….....................62 4.3. System Design .......................................................................................................................... ......64 4.3.1. Perancangan Proses ….....................64 4.3.2. Spesifikasi Proses ….....................73 B-15

4.3.3. Perancangan Input dan Output ….....................76 4.3.4. Perancangan Database ….....................88 4.3.5. Perancangan Tampilan User …....................103 4.3.6. State Transition Diagram …...................109 4.4. System Implementation .......................................................................................................................... .....113 4.4.1. Coding …....................113 4.4.2. Pengujian Sistem …....................113

BAB V PENUTUP 5.1. Simpulan .......................................................................................................................... ... 115 5.2. Saran ............................................................................................ ......................116

B-16

DAFTAR PUSTAKA .................... 117 LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pilar Kualitas Informasi ........................................................... 14 Gambar 2.2 Tahapan-Tahapan Pengembangan Sistem Pada Waterfall ...... 39 Gambar 2.3 Proses Pengujian ...................................................................... 44

B-17

Gambar 3.1 Metodologi Pengembangan Sistem .......................................... 49 Gambar 4.1 Logo BMT Bintaro ................................................................... 54 Gambar 4.2 Struktur Organisasi BMT bintaro............................................. 54 Gambar 4.3 Document Flowchart/Flowmap sistem Informasi Akuntansi penerimaan Kas BMT bintaro ...................................................................... 58 Gambar 4.4 Document Flowchart/Flowmap SIA penerimaan Kas yang Diusulkan ................................................................ 63 Gambar 4.5 Diagram Konteks SIA Penerimaan Kas ................................... 64 Gambar 4.6 Diagram Nol Level 1 ............................................................... 66 Gambar 4.7 DFD Level 1 dari Proses 2 (verifikasi) … …………………...68 Gambar 4.8 DFD Level 2 dari proses 2 (proses pembayaran) ..................... 69 Gambar 4.9 DFD Level 2 dari proses 3 ....................................................... 70 Gambar 4.10 DFD Level 2 dari proses 4 ..................................................... 71 Gambar 4.11 Form_input_kategori_barang ................................................. 77 Gambar 4.12 Form_input_Barang ............................................................... 78 Gambar 4.13 Form_input_COA .................................................................. 79 Gambar 4.14 Form_input_pelanggan .......................................................... 80 Gambar 4.15 Form_input_user_aplikasi ...................................................... 81 Gambar 4.16 Form_input_nomor_faktur_penjualan ................................... 82 Gambar 4.17 Form_input_transaksi_faktur_penjualan................................ 83 Gambar 4.18 Form_input_transaksi_penerimaan_kas ................................. 84 Gambar 4.19 Form_input_transaksi_jurnal_penerimaan_kas ..................... 85 Gambar 4.20 bukti_Laporan_Faktur_penjualan .......................................... 86 B-18

Gambar 4.21 bukti_laporan_Transaksi_penerimaan_kas ............................ 87 Gambar 4.22 bukti_laporan_Transaksi_Jurnal_penerimaan_kas ................ 88 Gambar 4.23 bukti_laporan_Buku_besar .................................................... 88 Gambar 4.24 ERD SIA penerimaan Kas Pada BMT ................................... 90 Gambar 4.25 Halaman Menu Utama ........................................................... 103 Gambar 4.26 Halaman Penerimaan kas ....................................................... 103 Gambar 4.27 Halaman tampilan master barang ........................................... 104 Gambar 4.28 Halaman form input master barang ........................................ 104 Gambar 4.29 Halaman Master COA ............................................................ 105 Gambar 4.30 Halaman Form input Master COA ......................................... 105 Gambar 4.31 Halaman Menu Buku Besar ................................................... 106 Gambar 4.32 Halaman Transaksi Jurnal Penerimaan Kas ........................... 107 Gambar 4.33 Halaman menu transaksi penerimaan Kas ............................. 107 Gambar 4.34 Halaman Faktur Penjualan ..................................................... 108 Gambar 4.35 STD untuk Tamwil (kepala Bidang Akuntansi)..................... 109 Gambar 4.36 STD untuk Kassa penerimaan kas ......................................... 110 Gambar 4.36 STD untuk Bagian Penjualan ................................................ 112

DAFTAR TABEL

B-19

Tabel 2.1. Simbol-simbol dalam flowmap .................................................. 26 Tabel 2.2. Simbol-simbol dalam flowmap/DFD ......................................... 29 Tabel 2.3. Simbol-simbol Kamus Data ........................................................ 30 Tabel 2.4. Simbol-simbol Diagram Entity Relationship(ERD) .................. 35 Tabel 4.1 Unnormalize ................................................................................. 91 Tabel 4.2 Normalisasi 1 NF ......................................................................... 92 Tabel 4.3 Normalisaai 2 NF ......................................................................... 93 Tabel 4.4 Tabel relasi ................................................................................... 94 Tabel 4.5 Tabel Mst_pelanggan ................................................................... 98 Tabel 4.6 Tabel Faktur_penjualan ............................................................... 99 Tabel 4.7 Tabel Mst_Barang ........................................................................ 100 Tabel 4.8 Tabel Trans_penerimaan_kas ...................................................... 100 Tabel 4.9 Tabel Mst_COA ........................................................................... 101 Tabel 4.10 Tabel Trans_jurnal_penerimaan_kas ......................................... 101 Tabel 4.11 Tabel Laporan_Buku_besar ....................................................... 102 Tabel 4.12 Tabel unit_testing ...................................................................... 113 Tabel 4.13 Tabel User Acceptance Testing ................................................. 114

B-20

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A (Wawancara) Wawancara dengan kepala Bidang Akuntansi/tamwil ........................... A-1 LAMPIRAN B (Screen Shoot Sistem) LAMPIRAN C (Source Code Program) LAMPIRAN D (surat riset)

B-21

DAFTAR SIMBOL

Flowchart Direction Symbol (Ladjamuddin, 2004)

No

Gambar

Keterangan

1.

Simbol Arus/ Flow Adalah simbol untuk menyatakan jalannya arus suatu proses

2.

Simbol Offline Connector Simbol ini digunakan untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam halaman/ lembar yang berbeda. Simbol Connector Digunaka untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam halaman/lembar yang sama

3.

Processing Symbol (Ladjamuddin, 2004)

No

Gambar

Keterangan

B-22

1.

Simbol Keying Operation Simbol untuk menyatakan segala jenis operasi yang diproses dengan menggunakan suatu mesin yang mempunyai keyboard

2.

Simbol Manual Simbol untuk menyatakan suatu proses yang dilakuakn secara manual.

3.

Simbol Decision Simbol untuk menunjukan kondisi tertentu yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban, ya atau tidak.

4.

Simbol Predefined Proses Untuk menyatakan penyediaan tempat penyimpangan suatu pengolahan untuk memberi harga awal.

5.

Simbol Terminal Simbol Untuk menyatakan permulaan atau akhir suatu program.

6.

Simbol Off-Line Storage Simbol Untuk menunjukan bahwa data dalam symbol ini akan disimpan kesuatu media tertentu. Simbol Manual Input Simbol untuk memasukan data secara manual dengan menggunakan online keyboard.

7.

Input-Output Symbol

B-23

(Ladjamuddin, 2004)

No 1.

2.

3.

4.

Gambar

Keterangan Simbol Input-Output Simbol ini menyatakan proses input dan output tanpa tergantung jenis peralatannya. Simbol Punched Card Simbol untuk menyatakan input dari kartu atau output tulis ke kartu. Simbol Magnetik-Tape Unit Simbol untuk menyatakan input berasal dari pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetik. Simbol Disk Storage Simbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk.

5.

Simbol Document Simbol untuk mencetal laporan ke printer.

6.

Simbol Display Simbol untuk menyatakan peralatan output yang digunakan berupa layar (video, komputer).

Data Flow Diagram Symbol (Ladjamuddin, 2004)

No

Gambar

Nama Simbol Simbo DFD versi Yourdan,

B-24

Keterangan Simbol DFD versi

De Marco, dan Lainnya

Gane dan Sarson

Arus Data Proses

Penyimpanan Data Entitas Luar

Entity Relationship Diagram (ERD) (Ladjamuddin, 2004) Notasi

Keterangan Himpunan Entitas Atribut Himpunan Relasi Link

BAB I

B-25

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, kebutuhan akan teknologi informasi sangat meningkat. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video (Wiliams dan Sawyer, 2003). Teknologi Informasi menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia karena kebutuhan untuk memperoleh data dan informasi yang dituntut harus cepat dan akurat. Dengan adanya Teknologi Informasi mempermudahkan kita dalam memperoleh data dan informasi dengan cepat dan akurat. Selain bagi individu, Teknologi Informasi juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Teknologi Informasi telah menjadi bagian penting dalam organisasi, terutama bagi organisasi yang bisnisnya berorientasi profit (Surendro, 2009). Dengan penerapan Teknologi Informasi pada perusahaan, menjadikan perusahaan lebih produktif dan meningkatkan profit dari perusahaan tersebut. BMT (Baitul Maal wat Tamwil) adalah suatu lembaga swadaya masyarakat, yang menjalankan operasional secara syariat islam. Salah satu fungsi usahanya sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan berupa fasilitas pembiayaan. Sebagai suatu lembaga bisnis, BMT harus di kelola secara optimal berlandaskan prinsip – prinsip amanah,

B-26

siddiq, fathonah dan tabligh, termasuk dalam hal kebijakan penetapan margin keuntungan dan nisbah bagi hasil (Ridwan, 2006). Berkembangnya BMT adalah karena adanya kehendak sebahagian masyarakat untuk melaksanakan transaksi perbankan atau kegiatan ekonomi secara umum yang sejalan dengan nilai dan prinsip syariah islam. Disamping itu tuntutan pada perbankan tentang keadilan dan transparansi dalam kegiatan operasional bank seperti sistem syariah. BMT menyediakan berbagai macam produk perbankan. Untuk mengelola produk-produk tersebut serta menunjang proses bisnisnya informasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan, Salah satu informasi penting yang dibutuhkan BMT adalah tentang keadaan atau posisi keuangan yang dimiliki perusahaan saat ini. Karena segala jenis transaksi yang sedang dan akan dilaksanakan selalu berkaitan dengan akun kas. Akun kas dapat dibagi ke dalam dua aliran yaitu: penerimaan kas dan pengeluaran kas. Informasi tentang penerimaan kas sangat penting bagi perusahaan, dari informasi tersebut dapat dilihat seberapa besar jumlah penerimaan perusahaan dalam periode tertentu, apakah penerimaan tersebut sudah dapat dikategorikan efektif dan efisien atau sebaliknya, Oleh karena itulah sistem informasi akuntansi penerimaan kas sangat penting bagi perusahaan, karena dengan adanya sistem ini perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai aktivitas penerimaan kas yang telah terjadi dalam perusahaan dengan cepat kapan pun informasi penerimaan kas tersebut diperlukan tanpa harus menunggu masa dihasilkannya laporan keuangan perusahaan (Wasilah, 2008).

B-27

BMT Bintaro adalah suatu lembaga keuangan mikro syariah yang bergerak dibidang penyaluran dan penghimpun dana untuk mengembangkan ekonomi rakyat yang menjalankan operasional berdasarkan syariat islam. Pada BMT ini telah memiliki beberapa sistem yang sedang berjalan, salah satunya adalah Sistem Akutansi Penerimaan Kas. Yang prosesnya yaitu mengolah data berdasarkan faktur yang dikeluarkan oleh Bagian Penjualan hingga menghasilkan suatu informasi akuntansi penerimaan kas berupa jurnal khusus penerimaan kas dan buku besar penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Akan tetapi pada kasus ini, dalam proses system akutansi penerimaan kas tersebut masih bersifat manual yaitu dengan proses tulis tangan. Diantaranya, dalam membuat faktur barang, faktur penjualan, pembuatan jurnal khusus dan pembuatan buku besar penerimaan kas. Akibatnya, banyak memakan waktu yang tidak sedikit dan juga dalam melakukan pembuatan laporan untuk manajer semakin lama. Belum lagi kesulitan dalam mencari data yang dibutuhkan dalam pembuatan jurnal dan buku besar, sehingga banyak data yang terlewatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membuat sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang diharapkan dapat menangani permasalahan tersebut, dan peneliti memilih judul ”Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada BMT Bintaro”.

B-28

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada adalah sebagai berikut : 1. Hasil laporan tidak sistematis, sehingga Kepala Bidang akuntansi/tamwil mengalami kesulitan dalam mengevaluasi hasil laporan, serta Laporan bulanan penerimaan kas dihitung secara manual sehingga kemungkinan data menjadi tidak akurat. Proses pencatatan laporan penerimaan kas masih melihat dokumendokumen terkait sehingga memakan waktu yang banyak. 2. Sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas di BMT Bintaro. masih menggunakan sistem berkas, sehingga mengalami kesulitan dalam proses pendataan dan pencarian laporan yang terkait serta belum adanya database yang terintegrasi dengan sistem. 3. Bagaimana prosedur dan proses penerimaan kas yang diterapkan pada BMT Bintaro dapat berfungsi dengan efisien dan efektif ? 1.3. Batasan Masalah Dalam penelitian skripsi ini peneliti membatasi penelitian sesuai dengan permasalahan yang ada sebagai berikut : 1. Peneliti membatasi penelitian pada proses Penerimaan kas pada penjualan barang.

B-29

2. Proses bisnis dari sistem informasi akuntansi penerimaan kas

yang

peneliti bangun ini hanya dari penjualan tunai dan kredit tidak disertai pinjaman maupun tabungan. 3. Peneliti membatasi penelitian pada BMT Bintaro. 4. Peneliti hanya membahas mengenai perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai dan penerimaan piutang dari penjualan kredit. 5. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pemrograman Hypertext Prepocessor (PHP) dan MySQL sebagai database-nya. 6. Proses pengembangan sistem sampai dengan testing (pengujian), tidak sampai dengan data konversi. 7. Pengembangan sistem ini hanya memberikan laporan bulanan kepada Tamwil/kepala bidang akuntansi dari permasalahan yang terjadi.

1.4. Tujuan dan manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian Tujuan dari Penelitian ini adalah : 1) Merancang dan membangun Sistem Informasi Akutansi Penerimaan Kas.

B-30

2) Merancang form laporan bulanan yang sistematis agar memudahkan manajer dalam mengevaluasi hasil laporan. 3) Merancang database agar prosedur pembuatan jurnal yang dilakukan karyawan BMT Bintaro dapat berlangsung secara efektif dan efisiens. 1.4.2

Manfaat Penelitian 1.

Bagi Peneliti a.

Menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama kuliah.

b.

Mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di dunia kerja.

c.

Membandingkan teori-teori yang ada dengan masalah yang sebenarnya.

d.

Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan strata satu (SI), Sistem Informasi Fakultas Sains dan teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bagi BMT a.

Dengan pembuatan Sistem informasi akuntansi penerimaan kas ,sehingga bisa mendapatkan hasil kinerja laporan yang lebih efektif.

b.

Pembuatan laporan yang terkomputerisasi yang dapat

B-31

menghasilkan laporan penerimaan kas sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan seperti laporan penerimaan kas per pelanggan atau per periode. 3.

Bagi Universitas a.

Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi pelajaran yang diperoleh dibangku kuliah.

b.

1.5

Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan

Metodologi Penelitian

1.5.1 Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah (Jogiyanto, 2008). a.

Studi Lapangan (Field Research) Penelitian ini dilakukan dengan dating langsung ketempat penelitian untuk memperoleh informasi serta data yang diperlukan. Adapun teknik yang ditempuh adalah: 1)

Observasi Observasi

merupakan

teknik

atau

pendekatan

untuk

mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung dari objek datanya.

B-32

2)

Interview atau Wawancara adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden.

b.

Studi Pustaka Pengumpulan data dan informasi dengan cara membaca buku-buku dan referensi dari internet yang dapat dijadikan acuan pembahasan dalam masalah ini.

c.

Studi Literatur / penelitian sejenis Dalam

studi

literatur

ini

dilakukan

dengan

melihat

atau

membandingkan dari penelitian yang sejenis yang sebelumnya telah dilakukan dengan penelitian yang saat ini sedang dilakukan. 1.5.2

Metode Pengembangan Sistem Pada

metode

pengembangan

sistem,

penulis

menggunakan

metode

pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC) dengan strategi Waterfall yang terdiri dari Permulaan sistem (system initiation), Analisis sistem (system analysis), Desain sistem (system design), Implementasi sistem (system implementation) (Whitten, 2004). 1.

System Initiation Penulis melakukan inisiasi terhadap studi kepustakaan, studi literature, observasi, interview atau wawancara, identifikasi yang terjadi serta tujuan pengembangan pada penelitian ini. B-33

2.

System Analysis Penulis memahami sistem yang sedang berjalan, analisis sistem serta di buat usulan pada sistem baru dengan memberikan solusi.

3.

System Design Penulis melakukan perancangan proses sebagai alternative solusi, spesifikasi proses. Kemudian merancang database dan tampilan sebagai desain dari pemilihan solusi terbaik.

4.

System Implementation Penulis melakukan coding dari implementasi solusi yang di pilih dan mengevaluasi hasilnya dengan pengujian sistem. Apabila terdapat masalah yang tidak terpecahkan maka penulis melakukan pengkajian ulang ke langkah identifikasi masalah dan analisa sistem.

1.6

Sistematika Penulisan Dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan penelitian Sistem informasi

akuntansi penerimaan kas dibagi menjadi 5 (lima) Bab, diantaranya adalah: BAB I.

PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.

B-34

BAB 2.

LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang digunakan dalam pembahasan penulisan skripsi ini dan sumber landasan teori tersebut.

BAB 3.

METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi metodologi penelitian yang dilakukan serta langkah-langkah yang digunakan terkait dengan penelitian yang dilakukan.

BAB 4.

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini berisi tentang analisis dan perancangan kebutuhan

sistem dari hasil penelitian serta pembahasan yang

mencakup gambaran umum tentang obyek penelitian. BAB 5.

PENUTUP Bab ini merupakan akhir penulisan penulisan skripsi, di mana berdasarkan uraian-uraian yang telah dibahas akan dituangkan ke dalam suatu bentuk kesimpulan akhir serta saran-saran.

B-35

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Sistem 2.1.1 Pengertian Sistem Sistem merupakan sarana yang sangat penting dan bermanfaat bagi perusahaan, karena sistem dapat memberikan informasi kepada manajemen perusahaan agar dapat mengalokasikan berbagai sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. Definisi Sistem menurut (Mulyadi, 2001) merupakan sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. (Kristanto, 2003) mendefinisikan Sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Susanto, 2004) juga mengemukakan bahwa Sistem adalah kumpulan/grup dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu. Sedangkan pengertian Sistem menurut (Jogianto, 2001) adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersamasama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Dari pengertian di atas dapat ditarik

B-36

kesimpulan bahwa sistem adalah sekelompok unsur yang saling berhubungan erat satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

2.1.2 Ciri-ciri Sistem Dalam buku Sistem Informasi Akuntansi Konsep dan Pengembangan Berbasis Komputer (Susanto, 2004) ciri-ciri sistem adalah sebagai berikut : 1. Tujuan Sistem Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. 2. Batas Sistem Batas sistem merupakan garis abstraksi yang memisahkan antara sistem dan lingkungannya. 3. Subsistem Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem, subsistem ini bisa fisik ataupun abstrak. 4. Hubungan dan Hirarki Sistem Hubungan sistem adalah hubungan yang terjadi antar subsistem dengan subsistem lainnya yang setingkat atau antara subsistem dengan sistem yang lebih besar. 5. Input-Proses-Output Tiga komponen fungsi/subsistem adalah input, Proses, dan output. Input merupakan segala sesuatu yang masuk kedalam suatu sistem. Proses merupakan perubahan dari input menjadi output. Output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem. B-37

6. Lingkungan Sistem Lingkungan sistem adalah faktor-faktor diluar sistem yang mempengaruhi sistem. Ada dua lingkungan dalam sistem yaitu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berada didalam sistem dan lingkungan eksternal adalah lingkungan yang ada diluar sistem.

2.2

Informasi

2.2.1 Pengertian Informasi Yang menjadi sumber dari informasi adalah data, di dalam menguraikan informasi harus dikaitkan dengan pengertian data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia usaha, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah perubahan suatu nilai yang disebut dengan transaksi. Informasi didefinisikan oleh (Sutabri, 2005) adalah data yang telah diklasifikasi atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Menurut (George, 2000), bahwa yang dimaksud dengan Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar-dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. (Jogianto, 2001) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya.

B-38

Menurut (Mcleod, 2001) informasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti. (Wibowo, 2000) mendefinisikan Informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi manusia. Sedangkan menurut (Susanto, 2004) Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Informasi adalah hasil pengolahan data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.

2.2.2 Kualitas Informasi (Susanto, 2004) menyatakan bahwa suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Akurat Akurat artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan dapat diandalkan. b. Tepat Waktu Tepat waktu artinya informasi itu harus tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan. c. Relevan Relevan artinya informasi diberikan harus mempunyai manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kalau kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan inforimasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisasin tersebut. B-39

d. Lengkap Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap. Sedangkan (Grudnitski, 2003) menggambarkan kualitas informasi yang hanya mempunyai tiga ciri-ciri yaitu tepat waktu, akurat dan relevan seperti pada gambar bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga pilar.

Relvan

Akurat

TepatWaktu

Kualitas Informasi

Gambar 2.1 Pilar Kualitas Informasi (Jogiyanto, 2006)

2.3

Sistem Informasi

2.3.1 Pengertian Sistem Informasi Menurut (Wibowo, 2000) Sistem Informasi adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi. (Kristanto, 2003) mengungkapkan bahwa Sistem Informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. Sistem Informasi merupakan sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan B-40

memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi. Susanto juga mendefinisikan Sistem Informasi

merupakan kumpulan dari

subsistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna (Susanto, 2004). Dari pengertian di atas, secara garis besar Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu cara terorganisir mengumpulkan, memasukkan, memproses data, mengendalikan, dan menghasilkan informasi dengan berbasis proses manual atau komputer untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi.

2.3.2 Komponen Sistem Informasi Sistem informasi mempunyai beberapa komponen yaitu : 1. Komponen sasaran dan tujuan, mereflesikan kekuatan pendorong sistem dan alasan keberadaan suatu sistem 2. Komponen input (data) 3. Komponen output, informasi untuk pengambilan keputuasan 4. Penyimpanan data 5. pemrosesan 6. Instruksi dan prosedur, memproses data menjadi informasi 7. Batas sistem 8. Kendala sistem, yaitu keterbatasan ekstern dan intern 9. Komponen pengaman yang berguna dan informasi yang dihasilkan akurat B-41

10. Komponen interface informasi, berfungsi sebagai penghubung antar pemakai, antara mesin dengan pemakai, dan antara subsistem dalam sistem informasi 11. subsistem merupakan bagian dari sistem informasi (Susanto, 2004). 2.4

Sistem Informasi Akuntansi

2.4.1 Pengertian Akuntansi Akuntansi merupakan media komunikasi dalam dunia usaha, dimana peranan akuntansi yang berlaku di setiap perusahaan itu berbeda. Hal ini tergantung pada jenis badan usaha, besar atau kecilnya perusahaan, rumit atau tidaknya masalah keuangan perusahaan tersebut. Akuntansi dapat berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sistem yang memadai. Pengertian Akuntansi menurut American Accounting Association adalah Proses mengidentifikasi,

mengukur,

dan

melaporkan

informasi

keuangan

untuk

memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut (Tanjung, 2004). Sedangkan pengertian Akuntansi menurut Horngren adalah suatu sistem yang mengikuti aktivitas-aktivitas bisnis memproses informasi ke dalam bentuk laporanlaporan dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil keputusan (Horngren, 2000). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Akuntansi adalah proses pencatatan kegiatan bisnis suatu perusahaan untuk didokumentasikan menjadi bentuk laporan yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

B-42

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

2.4.2

Bagan Akun dan jurnal Chart of accounts atau yang di dalam bahasa Indonesia disebut Bagan Akun,

adalah suatu daftar rangkaian akun-akun yang sudah dibuat atau disusun secara sistematis dan teratur dengan menggunakan simbol-simbol huruf, angka, atau panduan antara keduanya yang bermanfaat untuk membantu pemrosesan data, baik secara manual maupun terkomputerisasi agar lebih mudah diproses, dikontrol, dan dilaporkan. Sebagian besar orang atau pengguna bagan akun tetap menyebutnya dengan istilah Chart Of Account. Atau kadang-kadang disingkat dengan istilah COA. Di dalam kegiatan sehari-hari Chart Of Account malah lebih sering disebut sebagai kode akun, dan bukan bagan akun. Padahal padanan kata yang tepat untuk kode akun adalah account code, dan bukan chart of account. Definisi chart of account (bagan akun) dapat disebut sebagai daftar yang terjadi dari serangkaian kode-kode yang telah diatur dan disusun dalam struktur akun tertentu secara sistematis. Termasuk di dalamnya adalah unsur-unsur seperti kode akun (account code) dan nama akun (accounts name). Kode akun dan nama akun inilah yang digunakan perusahaan atau organisasi untuk mengelompokkan, mencatat, melaporkan dan mengontrol transaksi-transaksinya dengan cara sistematis. B-43

Kode akun adalah rangkaian yang dapat berupa susunan angka (numerik) atau huruf (alphabet) atau paduan antara angka dan huruf (alfanumerik) yang sangat sistematis, mudah dipahami, fleksibel, dan juga memiliki sifat khas (khusus) untuk setiap akun yang diwakilinya. Di dalam sebuah sistem atau struktur akun, tidak boleh ada kode yang sama yang digunakan untuk mewakili akun yang berbeda. Nama

akun

adalah

istilah

atau

sebutan

yang

digunakan

untuk

mengidentifikasikan suatu akun yang digunakan di dalam transaksi-transaksi akuntansi. Nama-nama akun ini secara baku telah di kelompokkan dan diatur secara jelas. Meskipun demikian, penamaan dimasing-masing perusahaan bisa saja berbeda. Jurnal

adalah

alat

untuk

mencatat

transaksi-transaksi

yang

terjadi

diperusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus di debet dan di credit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan kedalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal, oleh karena itu buku jurnal sering disebut buku catatan pertama

2.4.3 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu kumpulan kegiatan-kegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal kepada B-44

manajer untuk digunakan dalam pengendalian dan perencanaan sekarang dan operasi masa depan serta pelaporan eksternal kepada pemegang saham, pemerintah, dan pihak-pihak luar lainnya (Fuller, 2003). Susanto mengemukakan Sistem Informasi Akuntansi adalah Kumpulan (integrasi) dari sub sistem/komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan (Susanto, 2004). Dengan melihat kedua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapat dari data transaksi untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer untuk digunakan dalam pengendalian dan perancangan sekarang dan operasi masa depan seperti pelaporan eksternal kepada pemegang saham, pemerintah, dan pihak-pihak luar perusahaan. 2.4.4 Fungsi Sistem Informasi Akuntansi Ada tiga fungsi atau peran sistem informasi akuntansi, yaitu sebagai berikut: 1. Mendukung aktivitas sehari-hari perusahaan. 2. Mendukung proses pengambilan keputusan. 3. Membantu dalam memenuhi tanggung jawab pengelola perusahaan (Susanto, 2004). 4. Pengumpulan data, pemrosesan data, manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil informasi. B-45

2.4.5 Pengertian Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis (Susanto, 2004).

2.4.6 Pengertian Kas Kas adalah uang dalam bentuk tunai maupun rekening Bank yang dimiliki perusahaan (Soemarso, 2001). Sedangkan dari segi Akuntansi yang dimaksud dengan Kas adalah segala sesuatu baik berbentuk uang maupun bukan yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Kas adalah segala sesuatu baik berbentuk uang maupun bukan yang dimiliki perusahaan dan dapat dipergunakan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

2.4.7 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mengolah semua transaksi penerimaan kas (Laksmana, 2009), baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang yang didapat dari data transaksi untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

2.4.8 Pengertian Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada BMT B-46

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada Perusahaan Dagang (BMT) adalah langkah-langkah atau proses dari kumpulan sub-sub sistem yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang dan penerimaan lainnya yang didapat dari data transaksi penerimaan kas menjadi informasi keuangan penerimaan kas untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang dagangan (Laksmana, 2009).

2.4.9 Cara Penerimaan Kas Penerimaan Kas dari penjualan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, (Laksmana, 2009). 1. Melalui pembayaran langsung 2. Melalui penagihan, hal ini dilakukan untuk penjulan kredit 3. Melalui transfer Bank. Dalam hal ini pelanggan membayar dengan cara mengirim uang langsung ke rekening perusahaan. Pelanggan kemudian mengirimkan bukti transfer Bank.

2.4.10 Dokumen dan Catatan Dokumen dan catatan yang diperlukan dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan adalah sebagai berikut : 1. Faktur Penjualan Tunai/Kredit B-47

Faktur Penjualan Tunai/Kredit diisi bagian penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada bagian kas, dan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan. 2. Faktur Tunai (Struk) Faktur Tunai (Struk) dibuat oleh bagian penerimaan kas untuk pelanggan setelah menerima pembayaran dari penjualan tunai. 3. Bukti Penerimaan Kas (Kwitansi) Dokumen ini merupakan bukti penerimaan kas yang dibuat oleh bagian penerimaan kas untuk para pelanggan yang telah melakukan pembayaran secara kredit. 4. Slip Pembayaran Dokumen ini diterima oleh bagian penerimaan kas sebagai bukti penyetoran kas dari bank. Dokumen ini digunakan sebagai sumber dokumen dalam pencatatan transaksi penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas. 5. Nota Kredit Dokumen ini diterima oleh bagian penerimaan kas dari bagian penjualan sebagai bukti adanya retur pada barang yang dibeli secara kredit oleh pelanggan. Barang dapat diretur dikarenakan terdapat kerusakan, baik karena cacat saat perjalanan atau rusak. Barang yang diretur tersebut dapat dikembalikan dan mengurangi harga pembayaran atau dapat ditukar dengan barang yang baru. Dokumen ini digunakan sebagai pemberitahuan adanya retur dari pelanggan. 6. Surat Tagih B-48

Dokumen ini dibuat oleh bagian kredit dalam penerimaan kas. Dokumen ini dibutuhkan untuk penjualan yang dilakukan secara kredit dan digunakan sebagai surat pemberitahuan kepada pelanggan untuk segera melunasi pembayaran kreditnya yang telah jatuh tempo. 7. Jurnal Khusus Penerimaan Kas Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang dan penerimaan lainnya. 8. Buku Besar Penerimaan Kas Pada setiap akhir bulan, angka penjumlahan kolom-kolom kas, potongan penjualan, dan piutang dagang dari jurnal penerimaan kas dibukukan ke rekening-rekening yang bersangkutan di buku besar.

2.4.11 Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun dari penerimaan piutang dagang dan penerimaan lainnya. (Tanjung, 2004). Dengan penggunaan sebuah jurnal khusus untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber, dimungkinkan adanya penyederhanaan dalam pencatatan transaksi perusahaan. Dalam perusahaan dagang, penerimaan kas yang paling sering terjadi adalah yang berasal dari penjualan tunai dan penjualan kredit atau penagihan piutang.

B-49

Adapun jurnal untuk mencatat penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut : Kas

Rp. xxx Penjualan

Rp. xxx

Sedangkan pencatatan penerimaan kas dari penjualan kredit atau penagihan piutang adalah sebagai berikut : Kas

Rp. xxx Piutang Penjualan

Rp. xxx

2.4.12 Buku Besar Penerimaan Kas Buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keungan yang dicatat sebelumnya dalam jurnal. Buku besar berguna untuk mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-transaksi dan untuk menyusun data untuk laporan keungan. Pada setiap akhir bulan, angka penjumlahan kolom-kolom kas, potongan penjualan, dan piutang dagang dari jurnal penerimaan kas dibukukan ke rekeningrekening yang bersangkutan di buku besar. Sebagaimana telah disebutkan diatas, cara pembukuan semacan ini akan sangat menyederhanakan pekerjaan.

2.4.13 Pengertian BMT BMT (Baitul Maal wat Tamwil) atau padanan kata Balai Usaha Mandiri Terpadu adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi B-50

hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dan kecil dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin (Sudarsono, 2003). Secara konseptual, BMT memiliki dua fungsi Baitut Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = Pengembangan Harta) melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil terutama dengan mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Baitul Maal (Bait = Rumah, Maal = Harta) menerima titipan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya. 2.5

Metode Pendekatan Perancangan Program Aplikasi Penyusun menggunakan metode pendekatan perancangan program aplikasi

dengan metode pendekatan terstruktur yang terdiri dari Daftar Kejadian (Event List), Flowmap, DFD (Data Flow Diagram), Kamus Data (Data Dictionary), dan ERD (Entity Relationship Diagram).

2.5.1 Event List Daftar kejadian (Event List) digambarkan dalam bentuk kalimat sederhana dan berfungsi untuk memodelkan kejadian yang terjadi dalam lingkungan sehari-hari dan membutuhkan tanggapan dan respon dari sistem. Suatu kejadian mewakili satu aliran data atau proses dalam diagram konteks serta deskripsi penyimpanan yang digunakan untuk memodelkan data harus diperhatikan dalam kaitannya dengan daftar kejadian. (Kristanto, 2003). B-51

2.5.2 Flowmap Flowmap atau juga dapat disebut block chart atau flowchart berfungsi untuk memodelkan masukan dan keluaran proses maupun transaksi dengan simbol-simbol tertentun (Kristanto, 2003). Pembuatannya harus memudahkan bagi pemakai dalam memahami alur dari sistem atau transaksi. Simbol-simbol yang digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 2.1 Simbol-simbol dalam Flowmap (Kristanto, 2003 ) No 1

Simbol

Arti Menandakan dokumen, bisa dalam bentuk surat, formulir, buku/ bundle/ berkas atau cetakan

2

Multi dokumen

3

Kegiatan/ proses manual

4

Catatan/ Buku transaksi

5

Garis alir

6

Kegiatan/ proses yang dilakukan komputer

7

Terminasi apa yang mewakili simbol tertentu untuk digunakan pada aliran lain pada halaman yang lain

B-52

8

Terminasi apa yang mewakili simbol tertentu untuk digunakan pada aliran lain pada halaman yang lain

9

Menandakan dokumen yang diarsipkan (arsip manual)

10

Data penyimpanan

11

Proses apa saja yang tidak terdefinisi termasuk aktivitas fisik

12

Terminasi yang menandakan awal dan akhir dari suatu aliran

13

Pengambilan Keputusan (decision)

14

Pemasukan data secara manual

2.5.3 Diagram Konteks Diagram konteks adalah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran dari sebuah sistem. Diagram konteks merupakan bagian dari DFD yang hanya menjelaskan proses sistem yang akan dibuat. Diagram konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewaliki keseluruhan sistem (Kristanto, 2003).

2.5.4 Data Flow Diagram (DFD) Diagram Arus Data (Data Flow Diagram) atau DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan sejumlah bentuk-bentuk simbol untuk

B-53

menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan (Mcleod, 2001). DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut (Kristanto, 2003). Berdasarkan pengertian yang telah dikemukakan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan DFD (Data Flow Diagram) adalah model logika data atau proses dari suatu sistem yang menggambarkan aliran data darimana asal dan kemana tujuan data yang saling berhubungan dengan menggunakan bentukbentuk simbol tertentu. Tabel 2.2 Simbol-simbol DFD (Data Flow Diagram) Simbol

Nama Simbol Proses

Keterangan Menunjukkan proses atau kegiatan yang dilakukan

Entity luar

Menunjukkan entity luar yang terlibat dengan sistem

Arus data

Menunjukkan arus data yang mengalir diantara

proses

penyimpanan

data,

maupun entity luar (menunjukkan arus data yang mengalir dari suatu titik ke

B-54

titik yang lain). Penyimpanan data Menunjukkan tempat penyimpanan data (Data store)

atau

dokumen

yang

dapat

barupa

komputer, arsip, buku, kotak, maupun lemari penyimpanan berkas

2.5.5 Kamus Data (Data Dictionary) Kamus data adalah kumpulan elemen-elemen atau simbol-simbol yang digunakan untuk membantu dalam penggambaran dan pengidentifikasian setiap field atau file di dalam sistem (Kristanto, 2003). Jogiyanto juga mengungkapkan bahwa kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap (Jogiyanto, 2006). Sedangkan menurut Mcleod pengertian Kamus Data adalah sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem yang digunakan untuk membantu dalam penggambaran setiap field (Mcleod, 2001). Berikut ini adalah simbol-simbol menurut (Yourdon, 2002) dalam Modul Perancangan Sistem Informasi Akuntansi yaitu : Tabel 2.3 Simbol-simbol Kamus Data (Modul Sistem Informasi Akuntansi, 2005) Simbol =

Keterangan Terdiri atas

B-55

+

2.6

Adalah dan

( )

Adalah operasi

{ }

Proses iterasi

[ ]

Pilih salah satu alternatif

* *

Komentar

@

Identifikasi atribut kunci

| |

Pemisah di alternatif simbol [ ]

Basis Data ( Data Base ) Basis Data adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait

sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh infomasi (Kadir, 2003). Basis Data merupakan Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikan rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Basis Data adalah kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media elektronis (Fathansyah, 2002). Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database atau basis data merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan yang berfungsi sebagai penyedia informasi bagi pengguna / user.

B-56

2.7

Model Dalam Desain Basis Data

2.7.1 Teknik Normalisasi Dalam proses normalisasi ada beberapa istilah yang akan dipakai yaitu, (Kristanto, 2003). 1. Entity Entity adalah konsep informasi yang direkam, meliputi orang, kejadian dan tempat. 2. Atribut atau field Atribut atau field adalah sesuatu yang mewakili entity. 3. Data Value Data value atau isi data adalah informasi yang tersimpan dalam setiap atribut. 4. Record Record adalah kumpulan atribut yang saling berkaitan satu dengan yang lain dan menginformasikan suatu entity secara lengkap. 5. File File adalah kumpulan record yang mempunyai panjang atribut yang sama tetapi berbeda data valuenya. 6. Basis data atau database Database adalah kumpulan file satu dengan file yang lainnya yang membentuk suatu informasi sistem secara keseluruhan. Proses

normaslisasi

adalah

suatu

proses

dimana

elemen-elemen

data

dikelompokkan menjadi tabel-tabel, dimana dalam tabel tersebut terdapat entity-entity dan relasi antar entity tersebut (Kristanto, 2003). B-57

Sedangkan Fathansyah mengemukakan bahwa Normaslisasi merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain logik basis data relasional yang tidak secara lansung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilkan struktur tabel yang normal (Fathansyah, 2002). Selanjutnya menurut (Fathansyah, 1999), sebuah tabel dapat dikategorikan baik (efisien) dan normal telah memenuhi 3 (tiga) kriteria sebagai berikut: 1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Losses Join Decomposition). 2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation). 3. Tidak melanggar bentuk BCNF Dalam proses normalisasi, field kunci memegang peranan penting dalam pembuatan tabel yang berisi entity dan relasinya. Field kunci merupakan suatu field atau satu set yang terdapat dalam satu file yang merupakan kunci dan mewakili record. Kunci disini akan sangat penting apabila didalam program nanti terdapat fasilitas pencarian, karena field yang merupakan kunci akan menjadi penentu dalam pencarian program (Kristanto, 2003). field kunci dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: 1. Kunci Kandidat (Candidate Key) Kunci Kandidat adalah satu atribut atau field yang mengidentifikasikan secara unik dari suatu kejadian yang sifatnya khusus dari suatu entity. 2. Kunci Primer (Primary Key) B-58

Kunci Primer adalah kunci kandidat yang dipilih untuk mewakili setiap kejadian dari suatu entity, kunci primer ini sifatnya unik, tidak mungkin sama dan tidak mungkin ganda. 3. Kunci Alternatif (Alternate Key) Kunci Alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci primer. 4. Kunci Tamu (Foreign Key) Kunci Tamu adalah kunci primer yang ditempatkan pada file lain dan biasanya menunjukkan dan melengkapi suatu hubungan (relationship) antara file satu dengan file lainnya.

2.7.2 Bentuk-Bentuk Normalisasi Menurut (Kristanto, 2003) bahwa dalam proses normalisasi perlu diketahui terlebih dahulu tahap-tahap normalisasi adalah sebagai berikut: 1. Bentuk Tidak Normal Bentuk tidak normal adalah suatu bentuk dimana semua data dikumpulkan apa adanya tanpa mengikuti aturan-aturan tertentu. Bisa jadi data yang dikumpulkan akan tidak lengkap dan terjadi duplikasi data. 2. Bentuk Normal Kesatu Bentuk normal kesatu adalah suatu bentuk dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field hanya mempunyai satu pengertian. 3. Bentuk Normal Kedua B-59

Bentuk normal kedua adalah suatu bentuk yang memenuhi syatat-syarat yaitu : a. Sudah memenuhi kriteria sebagai bentuk normal pertama. b.

Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi kepada kunci primer.

4. Bentuk normal ketiga Bentuk normal ketiga adalah suatu bentuk yang memenuhi syarat-syarat yaitu: a. Relasi antar file sudah merupakan bentuk normal ke dua. b. Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pada kunci primer.

2.7.3

Teknik Entity Relationship (ER) Entity Relationship (ER) adalah relasi antar dua file atau dua tabel. Teknik

Entity Relationship (ER) bisa digunakan untuk mengembangkan inisial dari desain basis data. Dalam Entity Relationship (ER), relasi yang bisa terjadi antara dua file adalah sebagai berikut, (Kristanto, 2003). 1. One to one relationship 2 file Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu. 2. One to many relationship 2 file Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding banyak atau dapat pula dibalik menjadi banyak lawan satu. 3. Many to manyrelationship 2 file Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding banyak. Model Entity Relationship berisi komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang dapat B-60

digambarkan dengan menggunakan Diagram Entity-Relationship. Notasi-notasi simbolik didalam Diagram E-R yang dapat kita gunakan adalah seperti dibawah ini (Fathansyah, 2002). Tabel 2.4 Simbol-simbol Entity Relationship Diagram (ERD) Simbol

Nama Simbol

Keterangan

Entity

Menyatakan himpunan entitas

Atribut

Menyatakan atribut yang dimiliki oleh suatu entitas

Relasi

Menyatakan himpunan relasi atau hubungan antar entitas

Penghubung

Menyatakan penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.

1–1

Kardinalitas

Menyatakan jenis hubungan antar entitas

1–N

Relasi

1-1 = Hubungan satu ke satu

M–N

1-N = Hubungan satu ke banyak N-N = Hubungan banyak ke banyak

2.7.4 Spesifikasi Proses Menurut Modul Mata Kuliah Perancangan Sistem Informasi, Spesifikasi Proses adalah pendeskripsian proses sebelum diimplementasikan ke bahasa pemograman

B-61

misal ke Visual Basic, Delphi atau bahasa pemrograman yang lain. Spesifikasi proses diimplementasikan sesuai dengan DFD yang telah dibuat. Spesifikasi proses dibagi atas 4 jenis yaitu bentuk naratif, algoritma singkat, user interface, dan block chart. 1. Bentuk Naratif Bentuk naratif adalah bentuk yang paling sederhana dalam spesifikasi proses karena menggunakan kalimat yang singkat. 2. Algoritma Singkat Algoritma adalah pola pikir yang terstruktur yang berisi tahap-tahap penyelesaian suatu masalah yang kemudian diimplementasikan ke bahasa pemrograman. 3. Penekanan pada User Interface Spesifikasi proses pada user interface lebih menekankan bagaimana tampilan program berinteraksi dengan pengguna secara langsung. 4. Block Chart Block Chart berfungsi untuk memodelkan masukan keluaran proses maupun transaksi dengan simbol-simbol tertentu.

2.8

Metode Penelitian

2.8.1 Metode Pengumpulan Data 2.8.1.1 Studi Literatur atau Kepustakaan Mengadakan survei terhadap data yang ada merupakan langkah yang penting sekali dalam metode ilmiah. Memperoleh informasi dari penelitian terdahulu harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data primer B-62

atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian lapangan ataupun laboraturium ataupun di dalam museum. Menelusuri literatur yang ada serta menelaahnya secara tekun merupakan kerja kepustakaan yang sangat diperlukan dalam mengerjakan penelitian (Nazir, 2005).

2.8.1.2 Studi Lapangan 2.8.1.2.1 Wawancara Merupakan komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden. Wawancara dapat berupa wawancara personal (personal interview), wawancara intersep (intersept interview) dan wawancara telepon (telephone interview) (Jogiyanto, 2008). 1. Wawancara Personal Wawancara dengan melakukan tatap muka langsung dengan responden. 2. Wawancara Intersep Sama dengan wawancara personal tetapi responden-responden dipilih di lokasi-lokasi umum, misalnya dilakukan di Mall. 3. Wawancara Telepon Wawancara yang dilakukan lewat telepon.

2.8.1.2.2 Observasi Merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung objek datanya.

B-63

Pendekatan observasi diklasifikasikan ke dalam observasi sederhana dan observasi terstruktur (Jogiyanto, 2008). 1. Observasi Sederhana Merupakan observasi yang tidak mempunyai pertanyaan-pertanyaan riset. Observasi sederhana ini digunakan di penelitian eksploratori yang belum diketahui dengan jelas variabel-variabel yang akan digunakan. 2. Observasi Terstruktur Merupakan

observasi

yang

mempunyai

prosedur

standar

yang

terstruktur.Langkah-langkahnya sebagai berikut. 1. Menentukan data yang akan diobservasi. 2. Membuat rencana pengumpulan datanya. 3.

Memilih dan melatih pengamat.

4. Mencatat atau merekam hasil yang diobservasi.

2.8.1.3 Studi Literatur Sejenis Studi literatur sejenis yaitu proses pengambilan data dengan cara membandingkan literatur sejenis, baik dari literatur maupun di lapangan. Hasil data yang didapatkan pada studi ini adalah kelebihan dan kekurangan pada objek pembanding (Mahardini, 2006).

2.8.2 Metode Pengembangan Sistem

B-64

Metode pengembangan sistem yang digunakan untuk pembangunan ini adalah system life cycle development (SDLC) yang berbasiskan waterfall strategy (Whitten et.al., 2004). System Initiation

System Analysis

System Design

System Implementation

Hasil

Sistem Informasi

Gambar 2.2 Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Pada Waterfall Tahapan-tahapan pengembangan sistem pada waterfall yaitu : 1. System Initiation Perencanaan

awal

untuk

sebuah

proyek

untuk

mendefinisikan lingkup, tujuan, jadwal dan anggaran bisnis awal. 2. System Analysis Studi domain masalah bisnis untuk merekomendasikan persyaratan dan prioritas bisnis untuk solusi. 3. System Design

B-65

Spesifikasi atau konstruksi solusi yang teknis dan berbasis

komputer

untuk

persyaratan

bisnis

yang

diidentifikasi dalam analisis sistem. 4. System Implementation Konstruksi, instalasi, pengujian dan pengiriman sistem ke dalam produksi.

2.9

PHP PHP merupakan script untuk pemrograman script web server-side, script yang

membuat dokumen HTML secara on the fly, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan dokumen HTML yang dibuat dengan mengguanakan editor teks atau editor HTML. Dengan menggunakan PHP maka maintenance suatu situs web menjadi lebih mudah. Proses update data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat dengan menggunakan script PHP. PHP/FI merupakan nama awal dari PHP. PHP-Personal Home Page, FI adalah forminterface. Dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdoff. PHP awalnya merupakan program CGI yang dkhususkan untuk menerima input melalui form yang ditampilkan dalam browser web. Software ini disebarkan dan dilisensikan sebagai perangkat lunak open source. PHP secara resmi merupakan kependekan dari PHP: HyperText Preprocessor, merupakan bahasa script server-side yang disisipkan pada HTML.

B-66

Berikut adalah contoh yang umum digunakan untuk menjelaskan tentang PHP sebagai script yang disisipkan (embedded script) dalam dokumen HTML (Sidik, 2006). contoh

2.10

MySQL MySql merupakan software database yang termasuk paling popular di

lingkungan linux, kepopuleran ini karena ditunjang karena performansi query dari database nya yang saat itu bisa dikatakan paling cepat dan jarang bermasalah. Berangkat dari software yang sharewaremysql popular, kini mulai versi 3.23 mysql menjadi software open source yang bersifat free. Mysql dapat digunakan untuk kepentingan komersial atau pun personal (non profit). Mysql telah tersedia juga di lingkungan windows, software mysql di lingkungan windows di pasang pada direktori C:\mysql.C:\mysql\bin adalah direktori B-67

yang berisi daftar modul executable dari software mysql. PHP untuk windows secara default telah mendukung mysql (Sidik, 2006).

2.11

Microsoft Visio 2003 Microsoft Visio adalah salah satu program yang dapat digunakan untuk

membuat diagram. Visio menyediakan banyak fasilitas yangmembantu Anda dalam pembuatan diagram untuk menggambarkan informasi dan sistem dari penjelasan dalam bentuk teks menjadi suatu diagram dalam bentuk gambar disertai penjelasan singkat. Untuk mempelajari Microsoft Visio dan menggambar diagram, Anda tidak membutuhkan teknik yang sangat tinggi karena Visio sangat mudah untuk digunakan dan diimplementasikan. Visio dapat menghasilkan suatu diagram mulai dari yang sederhana hingga diagram yang lebih kompleks, Anda hanya perlu melakukan penambahan shape dengan menarik shape kehalaman pengerjaan. Microsoft Visio 2003 merupakan pengembangan versi sebelumnyadari segi template, wizard, dan filter. Template dan Shape yang terdapat pada Microsoft Visio 2003 digunakan membantu user dalam merancang, membuat, serta menggambarkan informasi dan sistem dalam bentuk diagram. Oleh karena Visio merupakan salah satu produk dari Microsoft Office, maka Visio dapat berkolaborasi dengan produk Microsoft Office lainnya seperti Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan Project. Bentuk kolaborasi dapat dilakukan dengan fasilitas export dan import data. Dibandingkan dengan versi sebelumnya, Visio memiliki shape dan template baru, (http://www.pdfsearchengine.com/Visio/BS MS Visio 2003.pdf). B-68

2.12

Pengujian (Testing) Pengujian atau testing merupakan proses pengeksekusian program untuk

menemukan kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam sistem, kemudian dilakukan pembenahan. Tahap ini merupakan tahap yang penting dalam pengembangan sistem karena pada tahap ini merupakan tahapan untuk memastikan bahwa suatu sistem terbebas dari kesalahan. Pengujian juga dilakukan dengan memerhatikan konsep pengembangan. Menurut (Sommerville, 2001), tahap-tahap pengujian antara lain pengujian unit, pengujian modul, pengujian subsistem, pengujian sistem dan pengujian penerimaan. Pengujian Unit Pengujian Modul

Pengujian Komponen

Pengujian Subsistem Pengujian Sistem

Pengujian Integrasi

Pengujian Penerimaan Pengujian User

Gambar 2.3 Proses Pengujian (Sommerville, 2001)

2.13 Studi Literatur Sejenis Metode pengumpulan data dengan cara menganalisa penelitian sejenis untuk mencari kelebihan terhadap penelitian yang peneliti lakukan sekarang dari penelitian yang sudah ada. No

Nama Peneliti

Topik

Metode

B-69

Instansi

Tahun

1

atau Pengarang Dedi kurniawan Eka Widjaja

SISTEM Deskriptif AKUNTANSI PENERIMAAN KAS ATAS PENJUALAN TUNAI PADA PERUM PERHUTANI 1. Abstrak studi literatur sejenis nomor satu

Univ.Negeri 2007 Semarang

produk yang dihasilkan Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah sangat besar dan beragam, maka hal ini mempengaruhi transaksi yang berhubungan dengan kas berlangsung sangat cepat., padahal dalam pemakaian dokumen dengan nomor urut tercetak kurang diperhatikan untuk menciptakan praktek yang sehat, dengan demikian pengawasan terhadap transaksi yang tidak diotorisasi dapat dipantau sejak dini. Namun apabila dalam pelaksanaan kegiatannya tidak segera ditanda tangani, perusahaan akan mengalami kerugian secara material seperti adanya kesalahaan pencatatan kas yang tidak tepat, karena itu Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah menerapkan sistem pengendalian intern sebagai alat untuk menanggulangi

kebocoran

kas

dan

kasus

perusahaannya.

B-70

penyelewengan

kas

dalam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam menyusun skripsi ini, peneliti berusaha

mendapatkan serta mengumpulkan data yang lengkap guna menyusun karya ilmiah ini. Adapun metode yang peneliti gunakan dalam mendapatkan data-data adalah sebagai berikut: 1.1.

Studi Literatur atau Kepustakaan Peneliti melakukan studi literatur untuk memperoleh informasi yang

dibutuhkan dalam penelitian ini melalui buku, jurnal internet dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa sumber buku yang peneliti miliki. 1. Rama, V, Dasaratha, & Frederick,L.,Jones (2009).Sistem informasi Akuntansi, Jakarta: Penerbit Salemba Empat 2. Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education. Selebihnya terdapat pada daftar pustaka.

1.1.1. Wawancara. Penulis juga melakukan pertemuan dan wawancara kepada pihak-pihak yang nantinya akan berhubungan dengan sistem yang akan di rancang ini. Wawancara

B-71

dilakukan dengan bapak Anwar bagian Keuangan. Wawancara dilakukan pada tanggal 19 April 2010. Keterangan jawaban terdapat di lampiran.

Topik

Sistem informasi akuntansi penerimaan

Penelitian

kas pada BMT bintaro

Nama

Unit Muhammad ibnu naufal (Peneliti) dan

Terkait

Bapak Anwar (Staf keuangan)

Pembahasan

Pengelolaan

Sistem

informasi

penerimaan kas Hari,

Senin, 19 april

2010 pukul 10.00 s/d

Tanggal, jam 11.30 Tempat Draft Pertanyaan

BMT Bintaro Jakarta selatan 1. apakah salah satu produk unggulan BMT bintaro? 2. Saya ingin tahu bagaimana proses pengelolaan laporan penerimaan kas yang terjadi pada BMT bintaro dari mulai proses pencatatan daftar keuangan yang masuk, hingga penutupan laporan buku besar ? 3. Adakah permasalahan yang selama ini terjadi pada saat pengelolaan laporan penerimaan kas? 4. Siapa yang bertanggung jawab atas penanganan masalah tersebut ? 5. Seberapa besar dampak dari masalah yang timbul tersebut bagi kelangsungan proses bisnis selanjutnya, ? 6. Apakah masalah yang terjadi demikian berdampak pada jumlah nasabah yang ada sekarang? 7. Apakah masalah yang terjadi berpengaruh pada akuntansi BMT ? 8. Menurut bapak, perlukah diterapkan sistem informasi B-72 penerimaan kas untuk menangani

permasalahan yang terjadi ? 9. Apa yang diharapkan dari system informasi penerimaan kas?

1.1.2. Observasi 1. Tempat dan waktu pelaksanaan observasi dilakukan diBMT Bintaro, Jln. Bintaro utama 3a blok A1 Ruko victorian ,bintaro jaya. Observasi dilakukan 2 tahap, yaitu tahap 1 dan tahap 2. a.

Tahap pertama, yaitu pada Senin tanggal 08 april 2010 pukul 10.00-12.30 WIB. Pada observasi tahap pertama penulis mengobservasi proses Keuanga yang sedang berjalan di BMT tersebut, dan mendapatkan informasi bahwasanya pada sistem Keuangan belum dapat dikendalikan dengan baik sehingga sering terjadi keterlambatan pembuatan laporan kepada manajer utama dan sulitnya menggunakan sistem aplikasi yang diterapkan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses manajemen data karyawan,data keuangan maupun penjualan. Kesimpulannya sistem manajemen tabungan shar‟e yang diterapkan di BMT bintaro

masih

terdapat

beberapa

kekurangan

dalam

pengoprasiannya dan aplikasi yang digunakan masih belum userfriendly. B-73

b. Tahap kedua, yaitu senins/d kamis tanggal 12 s/d 15 april 2010 pukul 15.45-16.30. Pada observasi tahap kedua ini, saya mengobservasi penerimaan dan transaksi-transaksi lainnya yang berhubungan dengan penerimaan kas /keuangan pada setiap harinya. Dan mendapat kesimpulan, diasumsikan bahwa sistem penerimaan kas tidak teroganisir dengan baik dikarenakan masih menggunakan laporan spreasheet manual c. Observasi bertujuan mengetahui proses kerja help desk

dan

mengetahui sejarah singkat bmt BINTARO, berupa sejarah, visi misi dan struktur organisasi. c.

Studi Kepustakaan Dalam tahapan ini peneliti melakukan perbandingan terhadap penelitian sejenis yang berguna untuk mencari kelebihan dan kekurangan dari penelitian yang dibandingkan untuk memperoleh data yang terbaik dari referinsi yang ada pada akhir bab 2.

3.2.

Methodologi Pengembangan Sistem Metodologi pengembangan sistem yang peneliti lakukan adalah dengan

metode SDLC dan terbagi ke dalam lima tahap, yaitu system intiation, sisystem analysis, Design, System Implementation.

B-74

System Initiation Studi Literatur atau Kepustakaan Wawancara Pengamatan (Observasi) Studi Literatur Sejenis System Analysis Profil Perusahaan Analisa sistem berjalan Analisa sistem yang diusulkan System Design Perancangan Proses Perancangan Basis Data Perancangan Form dan Laporan Perancangan Tampilan User (GUI)

System Implementation

Pemrograman

Pengujian

Unit Testing Integration Testing User Acceptance Testing

Gambar 3.1 Metodologi pengembangan sistem Metodologi pengembangan sistem yang digunakan untuk pembangunan ini adalah prototype yang berbasiskan waterfall strategy. Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut. 3.2.1. System Initiation Pada tahapan ini penulis melakukan insiasi terhadap studi kepustakaan, observasi, wawancara, identifikasi permasalahan yang terjadi. 3.2.2. System Analysis Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, pada analisa sistem akan menganalisa sistem akuntansi penerimaan kas yang berjalan saat ini dan mengusulkan sistem yang baru agar dapat memperbaiki kinerja. Pada proses analisa sistem akan diuraikan mengenai : 1. Gambaran umum instansi Menguraikan tentang organisasi tempat dilakukan penelitian.

B-75

2. Tata laksana sistem yang berjalan Akan diuraikan mengenai Sistem informasi penerimaan kas sedang berjalan saat ini. Adapun beberapa hal yang diuraikan lebih lanjut yaitu mengenai DFD (Data Flow Diagram) dari sistem yang berjalan. 3. Permasalahan pada sistem penerimaan kas BMT Bintaro Menguraikan tentang permasalahan yang dihadapi oleh sistem akuntansi penerimaan kas pada bmt bintaro yang sedang berjalan saat ini. 4. Pemecahan masalah Akan membahas mengenai bagaimana solusi dari masalah yang ada.

3.2.3. System Design Setelah dilakukan analisis sistem, maka yang dilakukan berikutnya adalah melakukan perancangan sistem penerimaan kas BMT Bintaro yang diusulkan. Pada tahap perancangan system usulan terdapat beberapa tools yang digunakan untuk mempermudah perancangan dan juga agar lebih sistematis. Perancangan system terdiri dari : 1. Perancangan proses Dalam perancangan system usulan ini menggunakan tools, yaitu Data Flow Diagram (DFD) untuk menggambarkan aliran data atau proses, Perancangan proses akan dijelaskan dengan DFD (Data Flow Diagram) dan spesifikasi proses pada bab IV. Keterangan symbol-simbol yang digunakan penulis terlampir dalam daftar simbol. 2. Perancangan Basis data B-76

Pada perancangan basis data sistem akuntansi penerimaan kas ini menggunakan beberapa tools yaitu Entity Relationship Diagram (ERD), normalisasi, kamus data, dan STD (State Transition Diagram). pada diagram ERD dapat dilihat bagaimana relasi antar entitas dan bagaimana bentuk hubungan relasinya yang ada pada sistem ini, normalisasi yang bertujuan membuat table-tabel agar menjadi normal dengan menerapkan sejumlah peraturan dan table data yang digunakan untuk melihat struktur tabel yang akan dibuat. Keterangan symbol-simbol yang digunakan penulis terlampir dalam daftar simbol. 3. Perancangan Screen dialog / Grafic User Interface (Perancangan Tampilan Antar Muka). Pada perancangan ini bagaimana tampilan atau interface akan dibuat sehingga didapat tampilan yang user friendly.

3.2.4. System Implementation Setelah dilakukan perancangan system usulan, tahap berikutnya yang dilakukan adalah pemrograman system usulan menggunakan MySQL sebagai basis datanya, PHP sebagai bahasa pemrogramannya dan Macromedia Dreamweaver sebagai editor untuk mendesign tampilan web nya yang telah ditentukan pada analisis sistem.

B-77

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Tahap implementasi ini dilakukan setelah melalui tahap perencanaan dengan tujuan agar pada tahap implementasi dapat dengan mudah menjabarkan rancangan perangkat lunak yang dibuat. Pada Sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas mempunyai bagian-bagian yang harus dipenuhi dalam membuat sistem akuntansi, yaitu:

4.1

System Initiation

B-78

Pada tahap permulaan sistem (system initiation) ini yang dilakukan adalah melakukan pengumpulan data untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini sesuai dengan yang tertera pada bab III yaitu melakukan studi literatur atau kepustakaan, wawancara dan observasi.

4.1.1

Gambaran Umum BMT Bintaro Secara kelembagaan BMT didampingi atau didukung. Pusat Inkubasi Bisnis

Usaha Kecil (PINBUK). PINBUK sebagai lembaga primer karena mengemban misi yang lebih luas. Dalam prakteknya, BMT Bintaro dibawah naungan PINBUK, Keberadaan BMT merupakan representasi dari kehidupan masyarakat dimana BMT itu berada, dengan jalan ini BMT mampu mengakomodir kepentingan ekonomi masyarakat. Peran umum BMT yang dilakukan adalah melakukan pembinaan dan pendanaan yang berdasarkan sistem syariah. peran ini menegaskan arti penting prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan ekonomi masyarakat. sebagai lembaga keuangan syariah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat kecil yang serba cukup ilmu pengetahuan ataupun materi maka BMT mempunyai tugas penting dalam mengemban misi keislaman dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

Gambar 4.1 Logo BMT Bintaro

B-79

1.

Struktur Organisasi BMT Bintaro

Gambar 4.2 Struktur Organisasi BMT Bintaro 2.

Kegiatan dan Prospek Usaha

A. Funding Funding adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat baik berupa titipan amanah (wadiah) ataupun Investasi mudhorobah yang akan di gunakan sebagai dana pembiayaan bagi masyarakat sesuai akad kebutuhan masing-masing.

B. Wadiah Adalah dana titipan masyarakat yang dapat di ambil sewaktu-waktu yang bersifat amanah yang mana pihak penitip harus memberikan ujroh kepada pihak yang dititipi, sedangkan pihak yang dititipi berkewajiban menjaga amanah dengan sebaik-baiknya

B-80

tanpa memberikan imbalan kepada orang yang titip. Adapun imbalan atas manfaat barang titipan hanyalah sebatas bonus semata.

C. Mudharabah Adalah dana yang diamanahkan oleh masyarakat kepada BMT untuk di investasikan kepada pembiayaan yang produktif, syar‟i dan aman dengan kesepakatan bagi hasil atas keuntungan dan kerugian yang ada, akan tetapi apabila kerugian diakibatkan kelalaian pengelola maka yang menanggung resiko dan yang bertanggung jawab adalah pihak pengelola. Untuk menjamin keamanan dan produktifitas dana investasi, maka pihak pengelola harus dapat menunjukkan prinsip profesionalisme, prudensial, dan amanah. Untuk produk ini BMT menerbitkan produk simpanan mudhorobah berjangka, yaitu investasi mudhorobah yang dapat di ambil pada jangka waktu tertentu dengan perhitungan.

D. Usaha dagang Berikut ini merupakan usaha BMT Bintaro yang sudah berjalan: 1. Cargo Trucking (Maersk Line) - (off) 2. Pengobatan Lugu Alami (Abu Muhammad) Cabang Bintaro 3. Jual Beli Mobil Second - (off) 4. Gas Elpiji (sub agen) 5. Air Galon 6. Beras 7. Laundry 8. Soto Betawi (2) - (off) 9. Martabak Telor, Manis & Keju - (off)

B-81

10. Kebab 11. One Stop Shopping (OSS) Material pembangunan / Renovasi Rumah 12. ESL (Titipan Kilat) 13. Jual Cara Angsuran Hp, Motor, Laptop, Freezer dll (yang dpt terjangkau penjual)

4.2

System Analysis System analysis bertujuan untuk menganalisa sistem yang berjalan

sebelumnya dan memberikan solusi sebagai usulan sistem baru.

4.2.1

SIA Penerimaan Kas yang Berjalan

1. Bagian penjualan membuat faktur penjualan baik untuk penjualan tunai maupun kredit sebanyak 3 rangkap. Rangkap ketiga diberikan kepada pelanggan untuk proses pembayaran, rangkap kedua diberikan kepada bagian penerimaan kas dan rangkap terakhir diarsip pada bagian penjualan. 2. Pada saat pembayaran baik secara tunai maupun kredit, pelanggan menyerahkan uang beserta faktur penjualan kepada bagian penerimaan kas. 3. Bagian penerimaan kas kemudian mencocokkan faktur penjualan yang diberikan pelanggan dengan yang diberikan bagian penjualan. Setelah cocok, maka bagian penerimaan kas melakukan proses transaksi pembayaran secara manual.

B-82

4. Bagian penerimaan kas kemudian mengecap faktur penjualan yang diberikan bagian penjualan dan memberikan faktur tersebut kepada pelanggan, sedangkan faktur penjualan yang diberikan pelanggan diarsip. 5. Faktur penjualan dari pelanggan yang telah diarsip, dijadikan dasar untuk membuat jurnal penerimaan kas dan buku besar.

4.2.2

Analisis Sistem

a.

Analisa Penulis mendefinisikan permasalahan pada proses bisnis sistem yang sedang

berjalan, yakni: Flowchart SIA Penerimaan Kas yang Berjalan pada BMT

B-83

Gambar 4.3 Document Flowchart/FlowmapSistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas BMT bintaro

4.2.3 Entitas yang Terlibat Perancangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dibuat berdasarkan teori Sistem Informasi Akuntansi menurut (Susanto, 2004) yang diterapkan dalam

B-84

proses penerimaan kas pada BMT, dimana penerimaan kas pada BMT berasal dari semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang (penjualan kredit) dan penerimaan lainnya. Entitas yang terkait di dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas adalah sebagai berikut : 1. Bagian Keuangan (Kasa) 2. Bagian penjualan 3. Bagian Akuntansi(tamwil) Adapun perancangan atau desain sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang penulis gunakan meliputi: Event list, Flowmap, Data Flow Diagram (DFD), Kamus data, dan Entity Relationship Diagram (ERD).

4.2.4 Event List Event list digambarkan dalam bentuk kalimat sederhana dan berfungsi untuk memodelkan kejadian yang terjadi dalam lingkungan sehari–hari dan membutuhkan tanggapan atau respon dari sistem. Gambaran event list sistem informasi akuntansi penerimaan kas, adalah sebagai berikut :  1.

Penjualan Tunai Untuk barang yang menggunakan faktur penjualan, Pelanggan memberikan faktur penjualan tunai kepada Kasa (Bagian Penerimaan Kas).

2.

Sedangkan, untuk barang yang tidak menggunakan faktur penjualan, Pelanggan

B-85

langsung menyerahkan barang yang dibelinya tersebut kepada Kasa (Bagian Penerimaan Kas). 4.

Berdasarkan faktur penjualan tunai dan barang yang dibeli Pelanggan tersebut, Kasa (Bagian Penerimaan Kas) memasukkan data barang ke dalam komputer untuk mengetahui jumlah yang harus dibayar Pelanggan berdasarkan data yang tersimpan di database.

4.

Kasa (Bagian Penerimaan Kas) menginformasikan jumlah uang yang harus dibayar dan melakukan proses pembayaran setelah uang diterima,Selain itu juga dilakukan pembaharuan data pembayaran pelanggan ke dalam komputer.

5.

Kasa (Bagian Penerimaan Kas) mencetak bukti lunas pembayaran berupa struk dan mengecap faktur penjualan tunai sebagai tanda lunas pembayaran.

6.

Kasa (Bagian Penerimaan Kas) memberikan struk, faktur penjualan tunai yang telah dicap, dan barang kepada Pelanggan.

7.

Bagian Akuntansi mencatat penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai dalam jurnal penjualan tunai berdasarkan struk yang diberikan Kasa, dan bukti lunas pembayaran di cap,yang menandakan bahwa sudah di catat kedalam pembukuan akuntansi dalam bentuk jurnal.

8.

 1.

Berdasarkan jurnal tersebut, Bagian Akuntansi mempostingnya ke buku besar.

Penerimaan Piutang Kasa (Bagian Penerimaan Kas) menerima faktur penjualan kredit dan nota kredit (untuk barang yang diretur) dari Bagian Penjualan.

B-86

2.

Setelah jatuh tempo, Pelanggan dapat membayar utangnya baik secara langsung kepada Kasa (Bagian Penerimaan Kas).

4.

Jika pembayaran dilakukan di Kasa (Bagian Penerimaan Kas), maka Kasa (Bagian Penerimaan Kas) mencocokkan faktur penjualan kredit dan surat tagih yang dibawa oleh Pelanggan dengan faktur penjualan kredit dan nota kredit (jika ada barang yang diretur oleh Pelanggan) yang diberikan oleh Bagian Penjualan.

4.

Berdasarkan faktur penjualan kredit tersebut, Kasa (Bagian Penerimaan Kas) memasukkan data barang ke dalam komputer untuk mengetahui jumlah yang harus dibayar Pelanggan berdasarkan data yang tersimpan di database.

5.

Jika Pelanggan melakukan retur penjualan yang disebabkan adanya kerusakan pada barang yang telah dibeli, maka Kasa akan memberikan potongan penjualan terhadap barang tersebut.

6.

Kasa (Bagian Penerimaan Kas) menginformasikan jumlah uang yang harus dibayar dan melakukan proses pembayaran setelah uang diterima.

7.

Kasa (Bagian Penerimaan Kas) mencetak bukti lunas pembayaran berupa kwitansi dan mengecap faktur penjualan kredit sebagai tanda lunas pembayaran, Selain itu juga dilakukan pembaharuan data pembayaran pelanggan ke dalam komputer.

8.

Kasa (Bagian Penerimaan Kas) memberikan kwitansi, faktur penjualan kredit yang telah dicap kepada Pelanggan.

9.

Bagian Akuntansi mencatat penerimaan kas yang berasal dari penjualan kredit

B-87

dalam jurnal penerimaan piutang berdasarkan kwintansi yang diberikan Kasa, dan bukti lunas pembayaran di cap,yang menandakan bahwa sudah di catat kedalam pembukuan akuntansi dalam bentuk jurnal. 10. Berdasarkan jurnal tersebut, Bagian Akuntansi mempostingnya ke buku besar dan buku besar pembantu piutang.

4.2.5 Document Flowchart/Flow map Document Flowchart/Flowmap berfungsi untuk menggambarkan secara umum tentang bagian-bagian yang terlibat/berkaitan dengan prosedur kerja atau transaksi tertentu berdasarkan daftar kejadian diatas, maka dapat diketahui entitasentitas yang terlibat dalam sistem informasi ini. Entitas-entitas tersebut terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu Entitas Dalam dan Entitas Luar. Entitas Dalam adalah Bagian Penerimaan Kas (Kasa). Sedangkan Entitas Luar adalah Pelanggan dan Bagian Penjualan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram Flowchart/Flowmap dibawah ini.

B-88

B-89

Gambar 4.4 Document Flowchart/Flowmap SIA Penerimaan Kas yang diusulkan 4.3 System Design Setelah dilakukan analisis, pada tahapan ini penulis melakukan perancangan proses sebagai alternative solusi, spesifikasi proses. Kemudian merancang database dan tampilan sebagai desain dari pemilihan solusi terbaik, serta perancangan jaringan.

4.3.1

Perancangan Proses

a.

DFD (Data Flow Diagram) Diagram Konteks Level 0 Diagram konteks merupakan tingkat teratas dari DFD dan hanya

menggambarkan sistem secara garis besarnya. Di dalam diagram konteks digambarkan hubungan input dan output antara sistem dengan dunia luarnya. Diagram konteks sistem informasi akuntansi penerimaan kas, adalah sebagai berikut :

Bagian penjualan

Faktur Penj.Kredt,Nota_kredit Faktur_penj,tunai,Uang, Surat_tagih.Barang ,slip_pembayaran

SIA Penerimaan Kas

Faktur Penjualan tunai/kredit

Bag.Kassa

Kepala Bidang akuntansi

laporan_bulanan,

Kwitansi,Faktur_penj. Tunai/kredit_yang_dicap, Struk,barang

B-90

Gambar 4.5 Diagram Konteks SIA Penerimaan Kas Beberapa komponen pendukung sistem, adalah sebagai berikut : 1. Bagian Penjualan Bagian Penjualan merupakan salah satu bagian dalam perusahaan yang memproses order dari pelanggan dan membuat faktur penjualan. 2. Bagian kassa Bagian kassa bertugas mencatat seluruh masukkan transaksi dengan memvalidasi faktur penjualan kredit yang sudah di validasi oleh kepala bidang akuntansi/tamwil 3. Kepala Bidang Akuntansi Menerima laporan penerimaan kas

b.

DFD (Data Flow Diagram) Diagram Nol Level 1

B-91

Kwitansi,Struk,Barang,Faktur Penj Tunai/kredit_yang_dicap 1.0 Verifikasi

Faktur Penj.Kredit,Nota Kredit

Faktur Penj Kredit Data Pembayaran Bagian Penjualan

2.0 Pembayaran

Uang,Slip_pembayaran Faktur_penjualan_tunai,Barang Bag.Kassa

Struk,Kwitansi

Data_pembayaran

Faktur Penj.Kredit,Surat Tagih

3.0 Pembuatan Bukti Pembayaran

Data Buku Besar 4.0 Pembuatan laporan bulanan

Jurnal Penerimaan_Kas

Kassa

Data Jurnal Penerimaan Kas

laporan_bulanan, Kepala Bidang Akuntansi/Tamwil

Jurnal_penerimaan_kas

Gambar 4.6 Diagram Nol Level 1 Pada DFD level 1 terdapat empat proses : 1. Proses Verifikasi Proses ini melakukan verifikasi atau mencocokkan faktur penjualan kredit dan surat tagih yang dibawa oleh Pelanggan dengan faktur penjualan kredit dan nota kredit (jika ada barang yang diretur oleh Pelanggan) yang diberikan Bagian Penjualan. 2. Proses Pembayaran Proses transaksi pembayaran memproses semua transaksi penerimaan kas baik yang berasal dari penjulaan tunai maupun penjualan kredit.

B-92

Untuk penjualan tunai, penerimaan kas langsung memproses uang yang diterima dari Pelanggan dan datanya disimpan dalam file Data Pembayaran. Khusus untuk penjualan kredit, penerimaan kas memproses pembayaran berdasarkan faktur penjualan kredit yang telah diverifikasi. Bagi Pelanggan yang melakukan pembayaran melalui Bank, penerimaan kas mendapatkan slip pembayaran dari Pelanggan. 3. Proses Pembuatan Bukti Pembayaran Proses ini akan membuat kwitansi dan struk berdasarkan file Data Pembayaran baik yang berasal dari pembayaran tunai/kredit. Bukti Penerimaan Kas berupa kwitansi atau struk akan diberikan kepada pelanggan sebagai bukti pembayaran. Untuk proses penjualan tunai atau kredit, struk/kwitansi yang telah dihasilkan akan diserahkan kepada Bagian Akuntansi sebagai dasar untuk pencatatan ke dalam jurnal dan posting ke buku besar 4. Proses Pembuatan Laporan Pembuatan laporan ini dilakukan oleh Bagian Akuntansi sebagai bagian dari sistem. Proses ini meliputi pembuatan laporan sebagai berikut : 

Laporan jurnal penerimaan kas dan buku besar penerimaan kas.



Laporan penerimaan kas dan laporan kredit

c. DFD Level 1 dari Proses 2 (Verifikasi ) SIA Penerimaan Kas B-93

Bagian Kassa

Faktur Penj.Kredit,Surat Tagih

1.1 Verifikasi

Faktur Penj.Kredit,Nota_Kredit

keuangan

Surat_jalan,Tagihan 1.2 Valid

Bagian Penjualan

Ga mbar 4.7 DFD Level 1 dari Proses 2 (Verifikasi)

Pada DFD level 2 proses 2 terdapat dua proses : 1. Proses Verifikasi Proses Verifikasi memproses semua transaksi penerimaan kas yang berasal dari Pelanggan berdasarkan faktur penjualan tunai dan kredit, barang yang dibeli tanpa faktur, dan uang masuk yang diberikan oleh pelanggan. Hasil dari proses ini, data kemudian disimpan dalam file Data Keuangan. 2. Proses Valid Proses Valid memproses semua transaksi penerimaan kas yang sudah disetujui, dan yang berasal dari file Data Keuangan berupa Tagihan dan no surat jalan . Hasil dari proses ini, data kemudian akan memberikan surat jalan dan tagihan ke pelanggan. B-94

d. DFD Level 2 dari Proses 2 (Proses Pembayaran) SIA Penerimaan Kas

Bagian Kassa

Uang,Faktur Penj.Tunai

2.1 Pembayaran Tunai

Data_pembayran

Data Verifikasi

Faktur_penj.Kredit

Data Pembayaran

Uang,Slip_pembayaran 2.2 Pembayaran Kredit

Data Pembayaran

Gambar 4.8 DFD Level 2 dari Proses 2 (Proses Pembayaran)

Pada DFD level 2 proses 2 terdapat dua proses : 3. ProsesPembayaran Tunai Proses transaksi pembayaran tunai memproses semua transaksi penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai berasarkan faktur penjualan tunai (untuk barang yang menggunakan faktur), barang yang dibeli tanpa faktur, dan uang masuk yang diberikan oleh pelanggan. Hasil dari proses ini, data kemudian disimpan dalam file Data Pembayaran.

B-95

4. Proses Pembayaran Kredit Proses transaksi pembayaran kredit memproses semua transaksi penerimaan kas yang berasal dari penjualan kredit berasarkan uang masuk, slip pembayaran (untuk pembayaran melalui Bank) dari pelanggan, dan yang berasal dari file Data Verifikasi berupa faktur penjualan kredit. Hasil dari proses ini, data kemudian disimpan dalam file Data Pembayaran.

e.

DFD Level 2 dari Proses 3 (Proses Pembuatan Bukti Pembayaran) Data Pembayaran 3.1 Pembuatan Bukti Pembayaran

3.2 Pengolahan Bukti tanda lunas Bagian kassa

Kwitansi,Struk,Barang,Faktur Penj Tunai/kredit_yang_dicap

Bag. Kassa

Gambar 4.9 DFD Level 2 dari Proses 3 (Proses Pembuatan Bukti Pembayaran)

Pada DFD level 2 proses 3 terdapat Dua proses : 1. Proses Pembuatan Bukti Pembayaran

B-96

Pada proses Pembuatan Bukti Pembayaran dengan menginput ke dalam File Data pembayaran . 2. Proses Pengolahan Bukti Tanda lunas Setelah menginput maka keluaran dari file data pembayaran dilakukan proses pengecapan oleh bagian Kassa (penerimaan kas) yang selanjutnya menghasilkan faktur,kwitansi,struk,faktur penjualan yang sudah di dicap yang akhirnya di berikan kepada pelanggan.

f. DFD Level 2 dari Proses 4 (Proses Pembuatan Laporan) SIA Penerimaan Kas

B-97

Data_bukti_bayar Struk,kwitansi Data jurnal Penerimaan Kas

4.1 Pembuatan_jur nal

4.2 Pembuatan Buku Besar

Jurnal_penerimaan_kas

Hasil_pembuatan_buku_besar

keuangan

4.3 Cetak laporan bulanan

Laporan_bulanan,

Kepala Bidang Akuntansi

Gambar 4.10 DFD Level 2 dari Proses 4 (Proses Pembuatan Laporan) Pada DFD level 2 proses 4 terdapat Tiga proses : 3. Proses Pembuatan Jurnal Pada proses ini dibuat jurnal penerimaan kas dengan menggunakan data–data yang terdapat dalam file Data Bukti Bayar. Proses ini menghasilkan laporan jurnal penerimaan kas. 4. Proses Pembuatan Buku Besar

B-98

Setelah pembuatan jurnal penerimaan kas, maka dibuatlah buku besar penerimaan kas. Dimana angka penjumlahan kolom–kolom kas, potongan penjualan, dan piutang dagang dari jurnal penerimaan kas dibukukan ke rekening–rekening yang bersangkutan di buku besar. Proses ini menghasilkan buku besar penerimaan kas. 5. Proses Cetak Laporan Bulanan Pada Proses ini setelah pembuatan jurnal dan buku besar penerimaan kas, maka dibuatlah hasil cetak laporan bulanan yang akan diserahkan ke bagian pusat akuntansi, dimana data keuangan masuk dari database keuangan serta database status. Dari proses tersebut menghasilkan laporan_bulanan ke entitas Kepala Bidang Akuntansi.

4.3.2

Spesifikasi Proses

1. 1.

Proses Pencatatan Data Kategori Barang Input form_data_kategori_barang IF form_kategori_barang sesuai THEN Tampil daftar kategori barang ELSE Lanjutkan input data kategori barang atau selesai ENDIF

2. Proses Pencatatan Data Barang Input form_data_barang IF form_barang sesuai THEN Tampil daftar barang B-99

ELSE Lanjutkan input data barang atau selesai ENDIF 3. Proses Pencatatan Data COA Input form_data_COA IF form_coa THEN Tampil daftar COA ELSE Lanjutkan input data COA atau selesai ENDIF 4. Proses Pencatatan Data Pelanggan Input form_data_pelanggan IF form_input_data_pelanggan THEN Tampil daftar Pelanggan ELSE Lanjutkan input data Pelanggan atau selesai ENDIF 5. Proses Pencatatan Data User Input form_data_user IF form_input_data_user THEN Tampil daftar User ELSE Lanjutkan input data User atau selesai ENDIF

B-100

6. Proses Pencatatan Data Nomor Faktur Penjualan Input form_data_nomor_faktur_penjualan IF form_input_data_nomor_faktur_penjualan THEN Tampil daftar Nomor Faktur Penjualan ELSE Lanjutkan input data Nomor Faktur Penjualan atau selesai ENDIF 7. Proses Pencatatan Data Faktur Penjualan Input form_data_nomor_faktur_penjualan IF form_input_data_nomor_faktur_penjualan THEN Tampil daftar Nomor Faktur Penjualan ELSE Lanjutkan input data Nomor Faktur Penjualan atau selesai ENDIF 8. Proses Pencatatan Data Transaksi Penerimaan Kas Input form_data_transaksi_penerimaan_kas IF form_input_data_transaksi_penerimaan_kas THEN Tampil data Transaksi Penerimaan Kas ELSE Lanjutkan input data Transaksi Penerimaan Kas atau selesai ENDIF

B-101

9. Proses Pencatatan Data Transaksi Jurnal Penerimaan Kas Input form_data_transaksi_jurnal_penerimaan_kas IF form_input_data_transaksi_jurnal_penerimaan_kas THEN Tampil data Transaksi Jurnal Penerimaan Kas ELSE Lanjutkan input data Transaksi Jurnal Penerimaan Kas atau selesai ENDIF 10. Proses Melihat Data Transaksi Buku Besar Input form_data_transaksi_buku_besar IF form_input_data_transaksi_buku_besar THEN Tampil data Transaksi Buku Besar ELSE Lanjutkan input data Transaksi Buku Besar atau selesai ENDIF

4.3.3 1.

Perancangan Input dan Output Perancangan Input Perancangan Input ini bertujuan untuk mempermudah pemakai dalam

menggunakan sistem dan agar interface yang terbentuk bersifat komunikatif sehingga tujuan dari pembuatan sistem informasi ini tercapai. Adapun perancangan input untuk system yang penulis buat adalah sebagai berikut :

B-102

1.

Perancangan Input Kategori Barang Nama masukan : Form Input Kategori Barang Sumber

: Kategori Barang

Fungsi

: Mendata Kategori Barang

Media

: Keyboard

Struktur Data

: var_kode_kategori,var_nama_kategori,var_jenis,var_keterangan Form Input Kategori

Kode Kategori : Nama Kategori : Jenis : Keterangan :

Format

: SUBMIT

RESET

: Gambar 4.11 form_input_kategori

2.

Perancangan Input Barang

Nama masukan

: Form Input Barang

Sumber

: Barang

B-103

Fungsi

: Mendata Barang

Media

: Keyboard var_kategori_barang,

var_nama_barang,

var_satuan,

Struktur Data : var_harga_jual, var_harga_beli,var_jumlah Form Input Barang Enter Text

Kode Kategori : Nama barang : Satuan :

Format

Harga Jual :

:

Harga Beli : Jumlah : SUBMIT

RESET

Gambar 4.12 form_input_Barang

3.

Perancangan Input COA

Nama masukan

: Form Input COA

Sumber

: COA

Fungsi

: Mendata COA

Media

: Keyboard

Struktur Data

: var_kode_coa, var_nama_coa, var_kelompok, var_tipe_saldo,

B-104

var_keterangan, var_saldo_normal Form Input COA

Kode : Nama : Kelompok :

Format

:

Enter Text

Tipe Saldo : Keterangan :

SUBMIT

RESET

Gambar 4.13 form_input_COA

4.

Perancangan Input Pelanggan

Nama masukan

: Form Input Pelanggan

Sumber

: Pelanggan

Fungsi

: Mendata Pelanggan

Media

: Keyboard var_nama, var_perusahaan_perorangan, var_alamat, var_email,

Struktur Data : var_telepon

B-105

Form Input Pelanggan

Kategori Pelanggan :

Perorangan

Nama : Email : Telepon :

Format

Alamat :

: SUBMIT

RESET

: Gambar 4.14 form_input_pelanggan

5.

Perancangan Input User System

Nama masukan

: Form Input User Aplikasi

Sumber

: User

Fungsi

: Mendata User Aplikasi

Media

: Keyboard var_kode_jabatan,

var_nama_user,

var_telepon,

Struktur Data : var_alamat, var_username, var_password

B-106

var_email,

Form Input User Aplikasi

Kode Jabatan :

Perorangan

Nama : Email : Telepon :

Format

Alamat :

Username : Password :

: SUBMIT

RESET

: Gambar 4.15 Form_input_user_aplikasi

6.

Perancangan Input Nomor Faktur Penjualan Nama masukan : Form Input Nomor Faktur Penjualan Sumber

: Faktr Penjualan

Fungsi

: Mendata Nomor Faktur Penjualan

Media

: Keyboard var_id_faktur,

var_id_barang,

var_jumlah_barang,

var_jumlah_rupiah,

var_persen_diskon,

var_jenis_transaksi,

Struktur Data : var_added_by, var_added_time

B-107

Form Input Nomor Faktur Penjualan

No Faktur Penjualan : Perorangan

Tanggal : Pembeli :

Format

:

Keterangan :

SUBMIT

RESET

Gambar 4.16 Form_input_nomor_faktur_penjualan

7.

Perancangan Input Faktur Penjualan

Nama masukan

: Form Input Transaksi Faktur Penjualan

Sumber

: Faktr Penjualan Barang

Fungsi

: Mendata Transaksi Faktur Penjualan

Media

: Keyboard var_id_faktur,

Struktur Data

: var_jumlah_rupiah,

var_id_barang,

var_jumlah_barang,

var_persen_diskon,

var_jenis_transaksi,

var_added_by, var_added_time

B-108

Form Input Transaksi Faktur Penjualan

No Faktur Penjualan : Nama Barang :

10111 Kulkas

Jumlah barang :

Format

:

Tunai

Jenis Transaksi : Diskon : SUBMIT

RESET

Gambar 4.17 Form input_Transaksi_faktur_penjualan

8.

Perancangan Input Transaksi Penerimaan Kas

Nama masukan

: Form Input Transaksi Penerimaan Kas

Sumber

: Transaksi Penerimaan Kas

Fungsi

: Mendata Transaksi Penerimaan Kas

Media

: Keyboard var_nomor, var_tanggal_transaksi_kas, faktur_penjualan_id_user_pembeli, var_nomor_faktur_penjualan, var_keterangan_dari,

Struktur Data

: var_besar_rupiah, var_coa_kategori_kode, var_coa_kategori, var_coa_bentuk_kode, var_coa_bentuk, var_petugas, var_catatan_penerimaan_kas,

B-109

var_coa_kategori_debet, var_coa_kategori_kredit, var_coa_bentuk_debet, var_coa_bentuk_kredit, var_output_keterangan Format

:

Form Input Transaksi Penerimaan Kas

Nomor :

Petugas :

Tanggal :

Catatan Penerimaan Kas :

01 JAN 2011

Dari :

CV. MAJU MUNDUR

Keterangan :

Besar : 101-kas

Kategori :

102-penjualan

Bentuk :

SUBMIT

RESET

Gambar 4.18 Form input_transaksi_penerimaan_kas

9.

Perancangan Input Transaksi Jurnal Penerimaan Kas

Nama masukan

: Form Transaksi Jurnal Penerimaan Kas

Sumber

: Transaksi Jurnal Penerimaan Kas

Fungsi

: Mendata Transaksi Jurnal Penerimaan Kas

Media

: Keyboard var_nomor,

Struktur Data

: var_keterangan,

var_tanggal_transaksi_jurnal, var_debit_account_kode,

var_debit_account_name, var_debit_account_rupiah,

B-110

var_kredit_account_kode, var_kredit_account_name, var_kredit_account_rupiah, var_added_time Format

:

Form Input Transaksi Jurnal Penerimaan Kas

Nomor Transaksi Jurnal Penerimaan kas: 01 JAN 2011

Tanggal : Keterangan :

Deposit Ke Account COA

101-kas

Debit (Rp) : Deposit Ke Account COA

101-kas

102-penjualan

Bentuk : SUBMIT

RESET

Gambar 4.19 Form_input_transaksi_jurnal_penerimaan kas

2.

Perancangan Ouput

B-111

var_added_by,

Ada empat keluaran dalam Sistem Informasi akuntansi penerimaan kas yaitu : Laporan faktur penjualan, Laporan transaksi penerimaan kas, laporan transaksi jurnal, laporan buku besar. a.

Perancangan Ouput Laporan_faktur_penjualan Nama Keluaran

:bukti_laporan_faktur_penjualan

Tujuan

:kassa

Fungsi

:Metadata bukti form faktur penjualan

Media

:Komputer

Rangkap

:-

Distribusi

:kassa

Frekuensi

:Satu kali (setiap terjadi penambahan data Oleh tamwil).

Struktur Data

:

(No+banyaknya+nama_barang+Harga_satuan+jumlah+tgl_pemesanan+jenis_ barang+jmlh_barang) Format

:

Gambar 4.20 bukti_laporan_faktur_penjualan b.

Perancangan Ouput bukti_laporan_transaksi_penerimaan_kas Nama Keluaran

:bukti_form_penerimaan_kas

Tujuan

:tamwil

Fungsi

:Metadata bukti form pembelian yang telah di catat

B-112

Media

:Komputer

Rangkap

:-

Distribusi

:tamwil,

Frekuensi

:Satu kali (setiap terjadi penambahan data oleh kassa)

Struktur Data

:

(tanggal+no_ref+keterangan+id_kode+account+Debet+kredit) Format

:

Gambar 4.21 bukti_laporan_transaksi_penerimaan_kas c.

Perancangan Ouput bukti_laporan_transaksi_jurnal_penerimaan_kas Nama Keluaran Tujuan Fungsi

:bukti_laporan_transaksi_jurnal_penerimaan_kas :Tamwil :Metadata bukti form yang telah di jurnal

Media

:Komputer

Rangkap

:-

Distribusi

:penjualan,

Frekuensi

:Satu kali (setiap terjadi penambahan data oleh tamwil)

Struktur Data

:

(id_kode+kode_account+debet+kredit)

B-113

Format

:

Gambar 4.22 bukti_laporan_transaksi_jurnal_penerimaan_kas d.

Perancangan Ouput Laporan_Buku_Besar Nama Keluaran

:bukti_Buku_besar

Tujuan

: Tamwil

Fungsi

:Metadata bukti form Buku Besar yang telah diolah

Media

:Komputer.

Distribusi

:Kassa

Frekuensi

:Satu kali (setiap terjadi penambahan data oleh Kassa)

Struktur Data

:

(tanggal+jurnal+keterangan+debit +kredit+saldo_berjalan) Format

:

Gambar 4.23 bukti_Buku_besar

4.3.4

Perancangan Database

a.

Entity Relationship Diagram (ERD)

ERD ini menjelaskan hubungan antara entitas yang satu dengan entitas lainnya. Pada gambar 4.28 terdapat sebelas entitas dengan penjelasan sebagai berikut: satu barang

B-114

memiliki satu kategori barang, barang memiliki satu faktur penjualan barang , faktur penjualan barang memiliki banyak faktur penjualan mencatat satu transaksi penerimaan kas, banyak user, banyak faktur penjualan, satu user mencatat banyak faktur penjualn, banyak faktur penjualan dicatat oleh satu user, banyak faktur penjualan memiliki banyak faktur penjualan barang, satu transaksi penerimaan kas memiliki satu COA oleh banyak transaksi jurnal penerimaan kas, satu user mempunyai satu jabatan, jabatan memmpunyai satu user, banyak pelanggan melakukan satu faktur penjualan, banyak transaksi faktur penjualan dilakukan oleh banyak pelanggan, buku besar memiliki banyak COA, satu COA hanya boleh dimiliki oleh satu pelanggan, transaksi penerimaan kas banyak mencatat transaksi pelanggan,pelanggan hanya memiliki satu transaksi penerimaan kas pertransaksi.transaksi jurnal penerimaan kas mencatat satu faktur penjualan,faktur penjualan

B-115

satuan

Jmlh_barang

nama_kategori_barang

id_kategori_barang harga_jual

harga_beli

nama_barang

jenis

kode_barang

keterangan ppn

Id_kategori_barang

added_by added_time

id_barang

Barang

Barang_kategori

1 memiliki

M

1

jumlah_barang nomor_faktur

memiliki

persen_diskon

id_barang

jumlah_rupiah

id_faktur_penjualan

tanggal_faktur_penjualan

jenis_transaksi id_faktur

id_user_kasir

keterangan

memiliki added_by

id_user_pembeli faktur_penjualan_barang

M

added_time

faktur_penjualan

M 1

M

N

faktur_penjualan_barang M nomor_faktur_penjualan

nama_user

besar_rupiah

dari

nomor

alamat

telepon

keterangan_dari tanggal

mencatat coa_kategori

email

mencatat

username

kode_jabatan

password

M id_user

id_transaksi_penerimaan_kas

M

coa_bentuk_kode

petugas

users

coa_bentuk

1

1

1

coa_kategori_debet

catatan_penerimaan_kas

coa_kategori_kredit

keterangan

nama_jabatan

mempunyai

kode_jabatan

coa_bentuk_debet output_keterangan

M

bagian

id_jabatan

1 mencatat

1

keterangan

jabatan

transaksi_penerimaan_kas perusahaan_perorangan

N memiliki

nama

1

melakukan

alamat

email

telepon

id

kode_coa

memiliki

1

nama_coa

pelanggan

id_coa kelompok

debit_account_kode

Saldo_normal

mencatat tanggal_transaksi_jurnal

keterangan

debit_account_name

memiliki

1

keterangan

nomor

tipe_saldo

debit_account_rupiah kredit_account_kode

COA id_transaksi_jurnal_penerimaan_kas

1

kredit_account_name kredit_account_rupiah

1 added_by

memiliki

nomor_jurnal tanggal_jurnal

added_time

keterangan_jurnal

id_coa

M transaksi_jurnal_penerimaan_kas

debit

mencatat

id_buku_besar

kredit

1

M Buku Besar 1

B-116

Gambar 4.24 ERD SIA penerimaan Kas pada BMT b. Normalisasi 1.

Unnormalize Tabel di bawah ini merupakan tabel unnormalize, yaitu tabel yang masih

mempunyai atribut-atribut yang ganda. Tabel di bawah belum normal, maka dapat dinormalisasikan dengan cara menghilangkan atribut yang berulang. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat memasukkan data. Penormalan tabel unnormalize disebut 1NF, dan tabel 1NF akan dijelaskan pada tabel berikutnya. Tabel 4.1 unnormalisasi

B-117

2.

Normalisasi 1 NF Tabel di bawah merupakan tabel penormalan pertama. Dikarenakan pada

Tabel 1 masih terdapat atribut berulang maka dibuatlah tabel 1 NF, dimana tabel tersebut menghapus atribut berulang yang terdapat pada tabel unnormalize. Pada tabel ini setiap atribut harus mempunyai data yang atomic (data terkecil) dan sudah mempunyai primary key. Table. 4.2 Tabel Bentuk Normal Kesatu (1NF)

B-118

3.

Normalisasi 2 NF Tabel di bawah merupakan tabel normal kedua, dimana setiap atribut sudah

memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya pada primary key. Tabel 4.3 Bentuk Normal Ke 2

B-119

Id_barang* nama_barang satuan harga_jual harga_beli jumlah ppn added_by added_time

Id_jabatan* Kode_jabatan Nama_jabatan Bagian keterangan

Id_faktur_barang* Id_barang** Id_kategori_barang** Id_faktur_penjualan** Jumlah_barang Jumlah_rupiah Persen_diskon Jenis_transaksi

id_kategori_barang* id_barang** nama_kategori_barang jenis keterangan

Id_coa* kode_coa nama_coa kelompok tipe_saldo keterangan saldo_normal

Id_buku_besar* Id_coa** tanggal_jurnal nomor_jurnal keterangan_jurnal debit

Id_transaksi_jurnal_pener imaan kas* Id_faktur_barang** Id_buku_besar** nomor tanggal_transaksi_jurnal keterangan debit_account_kode debit_account_name debit_account_rupiah kredit_account_kode kredit_account_name kredit_account_rupiah

Id_pelanggan* Id_user** Nama Perusahaan_perorangan Alamat Email telepon

.‟. Keterangan : *= Primary Key **= Foreign Key Tabel 4.4 Tabel Relasi Data

B-120

Id_faktur_penjualan* Id_user** Id_pelanggan** Nomor_faktur Tanggal_faktur_penjualan keterangan

Id_user* Id_jabatan** Nama_user telepon Email Alamat Username password

Id_transaksi_penerimaa n_kas* Id_coa** Id_transaksi_jurnal_pen erimaan_kas** Id_faktur_penjualan** tanggal dari nomor_faktur_penjualan keterangan_dari besar_rupiah coa_kategori_kode coa_kategori coa_bentuk_kode coa_bentuk Petugas catatan_penerimaan_kas coa_kategori_debet coa_kategori_kredit coa_bentuk_debet coa_bentuk_kredit output_keterangan

c.

Kamus Data Kamus data menggambarkan data-data yang terlibat di setiap proses, validasi

dari setiap data yang dimasukkan dan frekuensi pengisian data dari DFD yang telah digambarkan.

B-121

Kamus data sistem informasi akuntansi penerimaan kas, adalah sebagai berikut : a. Faktur Penjualan Kredit

= Id_Pelanggan + Nama_Pelanggan + Tgl_Jual + No_Faktur + 1 {Id_Barang + Nama_Barang + Kuantitas + Harga} 10 + Total_Jual + Diskon + PPN + Total_Bayar

+

Jenis_Jual

+

Is_Retur

+

Tgl_Pengembalian + b. Surat Tagih

= Id_Pelanggan + Nama_Pelanggan + Tgl_Bayar + No_Faktur+ Tgl_Jatuh_tempo + Syarat_Pembayaran + No_Surat_Tagih + 1 {Id_Barang + Nama_Barang + Kuantitas + Harga} 10 + Total_Jual + Diskon + PPN + Total_Bayar + Jenis_Jual +

c. Kwitansi

= Id_Trans_Penerimaan_Kas Nama_Pelanggan

+

+

Tgl_Bayar

Id_Pelanggan +

Jenis_Jual

+ +

No_Nota_Kredit + No_Faktur + No_Surat_Tagih + Total_Bayar d. Slip Pembayaran

= No_Slip_Pembayaran+No_Rekening+ Nama_Penabung + Alamat_Penabung + Tgl_Tabung + Jumlah_Uang + Id_Bank

e. Nota_Kredit

= No_Nota_Kredit + No_Faktur + Id_Pelangan + Nama_Pelanggan + 1{Id_Barang + Nama_Barang + Kuantitas} 10 + Ket + Tgl_Retur +

B-122

f.

Struk

= Id_Pelanggan + Nama_Pelanggan + Tgl_Bayar + Id_Trans_Penerimaan_Kas

+

1

{Id_Barang

+

Nama_Barang + Kuantitas + Harga} 10 + Total_Jual + Diskon + PPN + Total_Bayar + g. Data Pembayaran

= Id_Data_Pembayaran + Tgl_Bayar + Id_Pelanggan + Total_Bayar +

h. Jurnal Penerimaan Kas i.

Buku Besar

= Id_Jurnal + Id_COA + Tgl_Jurnal + Ref + Debet + Kredit = Id_Buku_Besar + Id_Jurnal + Tgl_Buku_Besar + Mutasi_Debet + Mutasi_Kredit + Saldo_Debet + Saldo_Kredit

Keterangan : Id_Pelanggan

= {P0001 | P0002 | .... dst}

Nama_Pelanggan

= 1 {karakter} 30

Alamat_Pelanggan

= 1 {karakter} 50

Telp_Pelanggan

= 1 {numerik} 20

Id_Barang

= {B0001 | B0002 | .... dst}

Nama_Barang

= 1 {karakter} 20

Kuantitas

= {00001 | 00002 | .... dst}

Harga_Barang

= 1 {numerik} 8

Satuan

= 1 {karakter} 10

B-123

Tgl_Jual

= * thn-tgl-bln*

No_Faktur

= {F0001 | F0002 | .... dst}

Total_Jual

= 1 {numerik} 8

Diskon

= 1 {numerik} 8

PPN

= 1 {numerik} 8

Total_Bayar

= 1 {numerik} 8

Jenis_Jual

= [tunai | kredit]

Is_Retur

= [ya | tidak]

Tgl_Pengembalian

= * thn-tgl-bln *

Tgl_Bayar

= * thn-tgl-bln *

No_Nota_Kredit

= {NK001 | NK00 2 | .... dst}

No_Surat_Tagih

= {ST001 | ST002 | .... dst}

Id_Bank

= {BK001 | BK002 | .... dst}

Tgl_Jatuh_Tempo

= * thn-tgl-bln *

Syarat_Pembayaran

= * diskon/lama diskon, n/lama waktu kredit *

No_Slip_Pembayaran

= {SL001 | SL002 | .... dst}

No_Rekening

= {R0001 | R0002 | .... dst}

Nama_Penabung

= 1 {karakter} 30

Alamat_Penabung

= 1 {karakter} 50

Tgl_Tabung

= * thn-tgl-bln *

Jumlah_Uang

= 1 {numerik} 8

Id_Trans_Penerimaan_Kas

= {PK001 | PK002 | .... dst}

B-124

Ket

= 1 {karakter} 50

Id_Data_Pembayaran

= {D0001 | D0002 | .... dst}

Id_Jurnal

= {J0001 | J0002 | .... dst}

Id_COA

= {C0001 | C0002 | .... dst}

Tgl_Jurnal

= * thn-tgl-bln *

Ref

= 1 {karakter} 20

Debit

= 1 {numerik} 8

Kredit

= 1 {numerik} 8

Id_Buku_Besar

= {BB001 | BB002 | .... dst}

Tgl_Buku_Besar

= * thn-tgl-bln *

Mutasi_Debet

= 1 {numerik} 8

Mutasi_Kredit

= 1 {numerik} 8

Saldo_Debet

= 1 {numerik} 8

Saldo_kredit

d.

= 1 {numerik} 8

Deskripsi Tabel / Struktur Tabel File-file yang terlibat dalam sistem harus dideskripsikan secara jelas dan

terinci (memiliki struktur yang jelas dan terinci), agar sistem pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan komputer dapat berjalan dengan baik. Berikut ini adalah struktur file yang dibuat dalam bentuk tabel Tabel 4.5 Deskrispi Tabel Mst_Pelanggan Nama Tabel

:

Mst_Pelanggan

B-125

Alias

:

-

Bentuk Data

:

-

Arus Data

:

-

Periode

:

-

Struktur Data

:

Pelanggan

Primary Key

:

Id_Pelanggan

Foreign Key

:

-

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

Id_Pelanggan

Varchar

5

Primary Key

Nama_Pelanggan

Varchar

30

Nama Pelanggan

Alamat_Pelanggan

Varchar

50

Alamat Pelanggan

Telp_Pelanggan

Varchar

20

Telp Pelanggan

Tabel 4.6 Deskrispi Tabel Faktur_Penjualan Nama Tabel

:

Faktur_Penjualan

Alias

:

-

Bentuk Data

:

Dokumen cetakan komputer

Arus Data

:

Proses 1, Proses 2

Periode

:

-

Struktur Data

:

Faktur_Penjualan

Primary Key

:

No_Faktur

Foreign Key

:

Id_Pelanggan, Id_Barang,

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

No_Faktur

Varchar

5

Primary Key

Tgl_Jual

Datetime

8

Tanggal Penjualan

Id_Pelanggan

Varchar

5

Foreign Key

Id_Barang

Varchar

5

Foreign Key

Total_Jual

integer

255

Total Penjualan

Diskon

Integer

8

Diskon

B-126

PPN

Integer

8

Pajak

Total_Bayar

Integer

8

Total Bayar

Jenis_Jual

Varchar

10

Tunai / Kredit

Tgl_Pengembalian

Datetime

8

Tanggal Pengembalian

Tabel 4.7 Deskrispi Tabel Mst_Barang Nama Tabel

:

Mst_Barang

Alias

:

-

Bentuk Data

:

Dokumen cetakan komputer

Arus Data

:

Proses 2

Periode

:

-

Struktur Data

:

Barang

Primary Key

:

Id_Barang

Foreign Key

:

-

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

Id_Barang

Varchar

5

Primary Key

Nama_Barang

Varchar

30

Nama Barang

Harga_Satuan

Integer

8

Harga Satuan

Satuan

Varchar

20

Satuan

Tabel 4.8 Deskrispi Tabel Trans_Penerimaan_Kas Nama Tabel

:

Trans_Penerimaan_Kas

Alias

:

-

Bentuk Data

:

Dokumen cetakan komputer

Arus Data

:

Proses 4

Periode

:

-

Struktur Data

:

Trans_Penerimaan_Kas

Primary Key

:

Id_ Trans _Penerimaan_Kas

B-127

Foreign Key

:

No_Faktur, No_Surat_Tagih, No_Slip_Pembayaran

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

Id_ Trans _Penerimaan_Kas

Varchar

5

Primary Key

Tgl_Bayar

Datetime

8

Tanggal Transaksi

Jenis_Jual

Varchar

10

Jenis Penjualan

No_Faktur

Varchar

10

Foreign Key

No_Surat_Tagih

Varchar

10

Foreign Key

No_Slip_Pembayaran

Varchar

10

Foreign Key

Tabel 4.9 Deskrispi Tabel Mst_COA Nama Tabel

:

Mst_COA

Alias

:

-

Bentuk Data

:

-

Arus Data

:

-

Periode

:

-

Struktur Data

:

COA

Primary Key

:

Id_COA

Foreign Key

:

-

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

Id_COA

Varchar

5

Primary Key

Nama_Akun

Varchar

30

Nama akun

Level

Varchar

20

Tingkatan

Type

Varchar

20

Type

Saldo_Normal

Varchar

20

Saldo normal

Tabel 4.10 Deskrispi Tabel Trans_Jurnal_penerimaan_kas Nama Tabel

:

Trans_Jurnal

B-128

Alias

:

-

Bentuk Data

:

Dokumen cetakan komputer

Arus Data

:

Proses 4

Periode

:

-

Struktur Data

:

Trans_Jurnal

Primary Key

:

Id_Jurnal

Foreign Key

:

Id_Trans_Penerimaan_Kas, Jenis_Jual, Id_COA

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

Id_Jurnal

Varchar

5

Primary Key

Id_Trans_Penerimaan_Kas

Varchar

5

Foreign Key

Jenis_Jual

Varchar

10

Foreign Key

Id_COA

Varchar

5

Foreign Key

Tgl_Jurnal

Datetime

8

Tgl Pembuatan Jurnal

Ref

Varchar

10

Referensi

Debet

Integer

8

Debet

Kredit

Integer

8

Kredit

Tabel 4.11 Deskrispi Tabel Laporan_Buku_Besar Nama Tabel

:

Trans_Buku_Besar

Alias

:

-

Bentuk Data

:

Dokumen cetakan komputer

Arus Data

:

Proses 4

Periode

:

-

Struktur Data

:

Trans_Buku_Besar

Primary Key

:

Id_ Buku_Besar

Foreign Key

:

Id_Jurnal

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

Id_Buku_Besar

Varchar

5

Primary Key

Id_Jurnal

Varchar

5

Foreign Key

B-129

Tgl_Buku_Besar

Datetime

8

Tgl Pembuatan Buku Besar

Ref

Varchar

10

Referensi

Mutasi_Debet

Integer

8

Penambahan Sisi Debet

Mutasi_Kredit

Integer

8

Pengurangan Sisi Kredit

Saldo_Debet

Integer

8

Saldo Debet

Saldo_Kredit

Integer

8

Saldo Kredit

4.3.5 Tampilan User (GUI) 1.

Tampilan Utama

Gambar 4.25 Halaman Menu Utama Menampilkan halaman untuk menerima password dari administrator sebelum dapat melaksanakan transaksi.

2.

Tampilan penerimaan kas

B-130

Gamb ar 4.26 Halaman penerimaan kas Dari halaman menu transaksi penerimaan kas, Admin dapat melihat form pengeluaran kas dan pembelian, penggajian, pembiayaan dan persediaan dan aktiva tetap, dan menginput form penerimaan kas.

3.

Tampilan Master Barang

B-131

Gamb ar 4.27 Halaman tampilan Master Barang

Gamba r 4.28 Form input master barang

B-132

Dari halaman menu Master barang admin dapat melihat, menginput, mengubah, menghapus, dari tampilan terlihat form master barang admin dapat menginput id barang, nama barang harga satuan , satuan yang berfungsi untuk menambah data-data barang yang ada pada BMT.

4.

Tampilan Master COA

Gambar 4.29 Halaman Master COA

B-133

Gambar 4.30 Halaman Form input Master COA Menampilkan halaman untuk menambah dan mengedit data Akun dalam jurnal. Data tersebut selanjutnya akan disimpan ke dalam tabel Master akun.

5.

tampilan Laporan Buku besar

Gambar 4.31 Halaman Buku Besar

Menampilkan halaman untuk menambah dan mengedit data buku besar pada tiap transaksi. Data tersebut selanjutnya akan disimpan ke dalam tabel buku besar.

B-134

6.

tampilan transaksi jurnal penerimaan kas

Gambar 4.32 Halaman Transaksi jurnal penerimaan kas

Menampilkan halaman untuk menambah dan mengedit data jurnal yang digunakan dalam penerimaan kas untuk laporan akhir bulam. Data tersebut selanjutnya akan disimpan ke dalam tabel jurnal.

7.

tampilan sub menu transaksi penerimaan kas

B-135

Gambar 4.33 Halaman menu transaksi penerimaan kas Menampilkan halaman untuk menambah dan mengedit data transaksi sistem informasi penerimaan kas yang

digunakan dalam laporan akhir. Data tersebut

selanjutnya akan disimpan ke dalam tabel penerimaan kas.

B-136

8.

Tampilan faktur penjualan

Gambar 4.34 Halaman Faktur Penjualan

Menampilkan halaman faktur penjualan untuk menambah dan mengedit data faktur yang diterima dalam laporan akhir yang digunakan untuk nota laporan. Data tersebut selanjutnya akan disimpan ke dalam tabel faktur.

4.3.6

State Transition Diagram (STD)

1.

STD Untuk tamwil(kepala Bidang Akuntansi)

B-137

Sistem Informasi Akutansi penerimaan Kas

Login

Jika pasword benar

Jika pasword salah

Tampil menu utama

Kembali ke Menu Login

Menu Utama Tampilan menu utama Pilih menu utama

Log Out Home

Data master

Transaksi peneriman kas

Faktur penjualan

Jika memilih menu barang

Jika menekan menu home

Jika memilih menu Data master

Tampil halaman home

Jika tekan add no faktur

Kategori barang Halaman awal input data user

Jika menekan View all kategori barang Tampi form input data barang Form Input kategori barang Tekan masukan form Tekan tombol input data barang batal Tampil data user Jika batal input

barang

COA

USER Add nomor faktur

Memilih view barang

Jika menekan user

Jika menekan form input COA

Form input barang

Form input COA

Databases barang terupdate

Form input nomor faktur

Jika tekan form input

Tekan masukan form input data barang Tekan masukkan input Coa

Database kategori barang terupdate

Jika tekan inpuit no faktur Form user

Databases COA terupdate

Form input transaksi jurnal penerimaan kas

Add nomor faktur penjualan

Form input nomor faktur penjualan

Add transaksi peneriman kas

Databases transaksi peneriman kas terupdate

View all Buku Besar

Laporan buku besar

Jika tekan input

Databases transaksi jurnal peneriman kas terupdate

Jika tekan input form

View nomor faktur

jika tekan cetak

Add transaksi jurnal peneriman kas

Jika tekan cetak Form input Laporan transaksi penerimaan kas Laporan jurnal penerimaan kas penerimaan kas Jika tekan input

Jika tekan input

Databases faktur terupdate Jika tekan view all faktur

Jika tekan view all View all transaksi jurnalpenerimaan kas

View all transaksi penerimaan kas

Tampil halaman awal

Buku Besar

Transaksi jurnal penerimaan kas

Databases form input nomor faktur penjualan

Jika tekna view all

Cetak laporan faktur

View faktur penjualan

Jika tekan cetak

Cetak laporan faktur penjualan

Gambar 4.35 STD Untuk Tamwil (Kepala bidang akuntansi) Gambar di atas menerangkan keadaan dari tampilan dan menu-menu yang ada di tamwil. Ada tujuh menu utama pada tamwil yaitu home, Data master, faktur penjualan, transaksi penerimaan kas, transaksi jurnal penerimaan kas, transaksi buku besar dan log out. Jika login berhasil tamwil dapat mengakses ketujuh halaman tersebut. Pada menu home disitu hanya tertera bacaan ucapan selamat datang bagi user pengguna aplikasi, pada menu input data user disitu bagian Tamwil dapat menginputkan, mengupdate serta melakukan penghapusan data-data pengguna aplikasi dari semua bagian yang ada, pada menu input data modul disini bagian tamwil dapat menambahkan, merubah ataupun melakukan penghapusan fungsi atau modul dari aplikasi yang ada. 2.

STD Untuk Kassa penerimaan kas B-138

Sistem Informasi Akutansi penerimaan Kas

Login

Jika pasword benar

Jika pasword salah

Tampil menu utama

Kembali ke Menu Login

Menu Utama Tampilan menu utama Pilih menu utama

Log Out Home Jika menekan menu home Tampil halaman home

Jika memilih menu barang Jika memilih menu Data master Tampil halaman awal Kategori barang

Halaman awal input data user

Transaksi peneriman kas

Data master

Jika menekan View all kategori barang Tampi form input data barang Form Input kategori barang Tekan masukan form Tekan tombol input data barang batal Tampil data user Jika batal input

barang

COA

USER

Jika tekan view all View all transaksi Add transaksi View all transaksi Add transaksi jurnalpenerimaan jurnal peneriman penerimaan kas peneriman kas kas kas

View all Buku Besar

Jika tekan cetak Form input transaksi Form input penerimaan kas Laporan jurnal transaksi jurnal penerimaan kas penerimaan kas Jika tekan input

Laporan buku besar

Laporan penerimaan kas Memilih view barang

Jika menekan user

Jika menekan form input COA Form input COA

Form input barang

Databases transaksi peneriman kas terupdate

Form user

Databases barang terupdate

Jika tekan input

Databases transaksi jurnal peneriman kas terupdate

Tekan masukan form input data barang Tekan masukkan input Coa

Database kategori barang terupdate

Buku Besar

Transaksi jurnal penerimaan kas

Databases COA terupdate

Gambar 4.36 STD Untuk kassa penerimaan kas Gambar di atas menerangkan keadaan dari tampilan dan menu-menu yang ada di bagian Kassa. Ada Enam menu utama pada bagian kassa yaitu home transaksi

B-139

penerimaan kas, transaksi jurnal penerimaan kas, dan log out. Jika login berhasil bagian kassa dapat mengakses keenam halaman tersebut. Pada menu home disitu hanya tertera bacaan ucapan selamat datang bagi user pengguna aplikasi, pada menu transaksi penerimaan kas disitu bagian kassa dapat menginputkan, mengupdate serta melakukan penghapusan data penerimaan kegiatan yang berhubungan dengan pendapatan/penjualan direncanakan oleh bagian penjualan, pada menu transaksi jurnal penerimaan kas menginputkan data-data penjualan per periode transaksi untuk nantinya diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan penerimaan kas, nantinya laporan data-data penerimaan kas akan diserahkan kepada pihak Tamwil BMT, Dan menu log out untuk keluar dari sistem.

3.

STD Untuk bagian penjualan

B-140

Sistem Informasi Akutansi penerimaan Kas

Login

Jika pasword benar

Jika pasword salah

Tampil menu utama

Kembali ke Menu Login

Menu Utama Tampilan menu utama Pilih menu utama

Home Jika menekan menu home Tampil halaman home

Data master

Log Out

Jika tekan add no faktur Tampil halaman awal Kategori barang

Halaman awal input data user

Faktur penjualan

Jika memilih menu barang Jika memilih menu Data master

Jika menekan View all kategori barang Tampi form input data barang Form Input kategori barang Tekan masukan form Tekan tombol input data barang batal Tampil data user Jika batal input

barang

COA

USER Add nomor faktur

Memilih view barang

Jika menekan user

Jika menekan form input COA

Form input barang

Form input COA

Databases barang terupdate

Form user

Form input nomor faktur

Jika tekan form input

Tekan masukan form input data barang Tekan masukkan input Coa

Database kategori barang terupdate

Jika tekan inpuit no faktur

Databases COA terupdate

Add nomor faktur penjualan

Jika tekan input

Databases faktur terupdate

Form input nomor faktur penjualan

Jika tekan view all faktur Jika tekan input form

View nomor faktur

jika tekan cetak

Databases form input nomor faktur penjualan

Jika tekna view all

Cetak laporan faktur

View faktur penjualan

Jika tekan cetak

Cetak laporan faktur penjualan

Gambar 4.36 STD Untuk Bagian penjualan Gambar di atas menerangkan keadaan dari tampilan dan menu-menu yang ada di bagian penjualan. Ada 4 menu utama pada bagian Teler yaitu home, data master, faktur penjualan, dan log out. Jika login berhasil bagian penjualan dapat mengakses keempat halaman tersebut. Bagian ini hanya melakukan proses pencatatan data penjualan kemudian melakukan pencetakan atas data penjualan tersebut untuk diserahkan tiap bulannya kepada bagian kassa dan manager BMT. 4.4

System Implementation

B-141

Pada tahap ini penulis menetukan spesifikasi komputer yang dibutuhkan oleh sistem dan juga proses pengujian program pengembangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada BMT Bintaro yang dikembangkan penulis agar dapat di lihat seluruh kemampuan dari sistem tersebut. Dalam pengembangan sistem informasi akuntansi penerimaan kas ini memakai bahasa pemograman berbasis web yaitu PHP dan menggunakan database MySQL.

4.4.1 Coding Pada tahap ini , pengembangan sistem yang penulis buat diterjemahkan ke dalam bahasa pemograman. Hasil tahapan ini terdapat pada source code. (Source Code terlampir pada lampiran C).

4.4.2 Pengujian Dari pengembangan sistem ini, dilakukan dengan pengujian black-box dengan melakukan test-case yang di isi langsung dari pengguna.

Tabel 4.12 Unit Testing NO.

TEST CASE

KELUARAN

HASIL

1

Pilih menu atau modul login

Tampil menu atau modul login

Sesuai

2

Pilih home atau kategori barang Pilih menu view all kategori barang Pilih menu add kategori barang

Tampil data atau kategori barang Tampil menu view all kategori barang Tampil menu add kategori barang

Sesuai

3 4

B-142

Sesuai Sesuai

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

25 26 27

Pilih menu barang Pilih menu View all barang Pilih menu add barang Pilih menu COA Pilih menu view all Coa Pilih menu add coa Pilih menu View All pelanggan Pilih menu add pelanggan Pilih menu View All user Pilih menu Add user Pilih menu Faktur penjualan Pilih menu add nomor faktur penjualan Pilih menu add faktur penjualan Pilih menu View faktur penjualan Pilih menu laporan faktur penjualan Pilih menu transaksi penerimaan kas Pilih menu View all transaksi penerimaan kas Pilih menu add transaksi penerimaan kas Pilih menu transaksi jurnal peneriman kas Pilih menu View all transaksi jurnal penerimaan kas

Tampil data Barang Tampil menu View all barang Tampil menu add barang Tampil menu COA Tampil menu view all coa Tampil menu add coa Tampil menu View all pelanggan Tampil menu add pelanggan Tampil menu View All user Tampil Add user Tampil menu faktur penjualan Tampil menu add nomor faktur penjualan Tampil menu add faktur penjualan Tampil menu View faktur penjualan Tampil menu laporan faktur penjualan Tampil menu transaksi penerimaan kas Tampil menu View all transaksi penerimaan kas Tampil menu add transaksi penerimaan kas Tampil menu transaksi jurnal peneriman kas Tampil menu View all transaksi jurnal penerimaan kas Pilih menu add jurnal Tampil menu add jurnal transaksi penerimaan kas transaksi penerimaan kas Pilih menu Buku besar Tampil menu buku besar Pilih menu atau modul logout Tampil menu atau modul logout

Tabel 4.13 User Acceptance Testing NO. 1. 2. 3.

USER ACCEPTANCE Besar pada menu transaksi jurnal diganti dengan nominal Buku Besar diganti dengan nama laporan buku besar Fungsi search pada tiap laporan transaksi B-143

Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Sesuai Sesuai Sesuai

4 5.

No ref distandarkan akuntansi Penambahan modul laporan arus kas

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Kesimpulan dari sistem informasi akuntansi penerimaan kas dalam pembahasan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1.

SIA Penerimaan Kas ini, sangat bermanfaat untuk mendukung proses bisnis bagi BMT bintaro, adapun manfaatnya adalah : a. Proses kerja akan sangat lebih cepat dan efisien. b. Adanya kemudahan dalam memberikan informasi Laporan keuangan c. Adanya kemudahan dalam Pengarsipan laporan . d. Adanya kemudahan dalam penyimpanan data transaksi dari penjualan tunai maupun kredit

2.

SIA penerimaan kas ini dapat Mengefisiensikan dan mengefektifkan kegiatan laporan dan pengawasan penerimaan kas.

B-144

5.2 Saran Ada beberapa saran yang dapat dirumuskan, antara lain : 1. Sistem informasi akuntansi ini hanya dapat digunakan untuk pengolahan data dari Kas masuk yang menghasilkan laporan, sistem ini diharapkan nantinya dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan modul-modul seperti payment, finance dan lain-lain. Sesuai dengan kebutuhan fungsional dari perusahaan tersebut. 2. Sistem informasi akuntansi ini dapat dikembangkan menjadi multidevices dan multiplatform misalnya sistem informasi berbasis mobile sehingga karyawan dapat menjalankan proses bisnis dimana saja dan kapan saja.

B-145

B-146

DAFTAR PUSTAKA

Ardios. 2005. Kamus Besar Akuntansi. Citra Harta Rima: Jakarta. Davis, Gordon B. 2003. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian I. PT. Midas Surya Grafindo: Jakarta Davis, Gordon B. 2004. Accounting System Information. PT. Midas Surya Grafindo: Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta. Dolly, Indra. 2004. Diktat Perancangan Sistem Informasi. Universitas Komputer Indonesia: Bandung. Fathansyah, 2004. Basis Data. Informatika: Bandung. Firdaus, Dony Waluya. 2005. Modul Sistem Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lab Komputerisasi Akuntansi. George H.Bodnar dan Wiliam S.Hopwood Penterjemah Amir Yusuf, 2000. „Accounting Information System’. Jakarta: Salemba Empat. Hall A, James penerjemah Thompson Learning. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat. Harahap, Sofyan. 2002. Akuntansi Syariah. Jakarta. Heri, Sudarsono. 2008. Bank dan lembaga keuangan syariah deskripsi dan ilustrasi, edisi 3. Yogyakarta: Ekonisia.

B-147

Jogiyanto, H.M. 2005. Analisis dan Desain: Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI. Krismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: ANDI. Kristanto, Andri. 2003. Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media. Ladjamuddin, Al-Bahra Bin. 2005. Analisis Dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Mulyadi, Ajang. 2002. Akuntansi Manajemen. Bandung: Bagian penerbitan Program studi Akuntansi. Mulyadi. 2001. Sistem informasi Akuntansi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Purwanto, Yudhi. 2000. Pemrograman Web dengan PHP. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Rama, Dasaratha V. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi 1. Jakarta: Salemba Empat. Subiyanto, Ibnu. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek. Sutabri, Tata. 2004. Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi. Soemarso, SR. 1999. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta. Whitten, Bently, Ditman. 2004. Metode Desain & Analisis Sistem Edisi 6. Yogyakarta: ANDI (terjemahan). Zaki, Baridwan. 1991. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: BPFE. http://www.pdfsearchengine.com/Visio/BS MS Visio 2003.pdf,17/03/2010,15.40 B-148

LAMPIRAN A WAWANCARA DENGAN BAGIAN KEUANGAN Tanggal : 19 April 2010 Narasumber : Bapak Anwar

Peneliti Narasumber

Narasumber

Apakah salah satu produk unggulan BMT bintaro?   

Peneliti

Narasumber

Peneliti

Narasumber

PENGGABUNGAN sistim PerBANKANan dengan PELAKU USAHA Sektor Riil Penyebaran Jenis Usaha, lebih dari 50 unit usaha insyaa ALLAH sedang dan segera dijalankan Mengutamakan Keamanan Usaha, kemudian Kesinambungan; Perputaran; Tingkat Keuntungan

Saya ingin tahu bagaimana proses pengelolaan laporan penerimaan kas yang terjadi pada BMT bintaro dari mulai proses pencatatan daftar keuangan yang masuk, hingga penutupan laporan buku besar ? Proses dilakukan dengan melakukan pencatatan data dari faktur penjualan hinggan masuk ke kasir penerimaan kas dan terakhir di posting ke buku besar Adakah permasalahan yang selama ini terjadi pada saat pengelolaan laporan penerimaan kas? Ada. Biasanya yang terjadi adalah  Duplikasi penomoran  Kesalahan dalam pencatatan  Kurangnya pengendalian intern

B-149

Peneliti

Siapa yang bertanggung jawab atas penanganan masalah tersebut ?

Narasumber Peneliti

Bagian Accounting/tamwil, Seberapa besar dampak dari masalah yang timbul tersebut bagi kelangsungan proses bisnis selanjutnya, ?

Narasumber

Dampaknya terjadi ketika transaksi tidak ada laporan hingga laporan pun jadi tidak masuk Apakah masalah yang terjadi demikian berdampak pada jumlah Pelanggan yang ada sekarang?

Peneliti

Narasumber Peneliti

Untuk ke bagian pelanggan tidak berpengaruh, yang berdampak hanya ke bagian internal BMT itu sendiri Apakah masalah yang terjadi berpengaruh pada akuntansi BMT ?

Narasumber Peneliti

Iya sangat berpengaruh. Apa yang diharapkan dari system informasi penerimaan kas

Narasumber

Yang diharapkan adalah pembuatan yang terkomputerisasi yang bisa menghasilkan laporan penerimaan kas sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

B-150

/*Login/index.php function validasi(form){ if (form.nopeg.value == ""){ alert("Anda belum mengisikan NOPEG."); form.nopeg.focus(); return (false); } if (form.password.value == ""){ alert("Anda belum mengisikan Password."); form.password.focus(); return (false); } return (true); } function registeruser(){ window.open('register_user.php','','width=500,height=450,scrollbars=yes'); }